LITURGI IBADAH PENTAKOSTA – II, 01 JUNI 2020

1. Bernyanyi BE. No. 108: 1-2 “Hata ni Jahowa”
Baen ma gabagaba dohot bungabunga, nang pelean I. Ai nuaeng ma jumpang ari parningotan, Pentakoste I. Haroro ni Tondi do, i ma Tondi Porbadia, masuk tu huria.
Jangkon ma Ibana, ai asi rohaNa ro tu hita on. Asa sondangonNa, tiur bahenonNa parrohaon tongtong. Jangkon ma Ibana da, asa dao sude arsakmu, Nang pardangolanmu.

2. Votum – Introitus – Doa
P : Di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K : Amin.
P : Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita. Karena Kasih-Nya yang besar, Dia berikan Roh-Nya bagi kita agar kita beroleh kekuatan menapaki langkah hidup kita
K : Aku mengucap syukur kepada Allah, karena Roh Allah tinggal dalamku. Hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai karena Roh kudus tercurah bagiku.
P : Betapa berharganya Roh-Mu ya Allah, anak-anak manusia berlindung dalam naungan Roh-Mu. Sebab oleh Roh-Mu kami beroleh penghiburan dan kekuatan, dan oleh Roh-Mu kami dituntun ke kehidupan yang kekal. Haleluya.
K : (menyanyikan: HALELUYA-HALELUYA-HALELUYA)
P : Marilah kita berdoa ! Ya Tuhan Yesus! Kami berterimakasih kepada-Mu, karena Engkau memanggil kami masuk kedalam Gereja yang Engkau dirikan di dunia ini. Berilah Roh Kudus kedalam hati kami, supaya kami mengaku bahwa Engkaulah sumber hidup kami, dan supaya kami bertaut dengan Engkau melalui Iman yang benar itu, dan supaya kami dengan penuh sukacita memuliakan NamaMu, yang terpuji selama-lamanya, Amin.

3. Bernyanyi BE. 106: 5 “Ale Tuhan Amanami”
Patandahon ma tu ahu dosa na buni dope, Angka na paholang ahu sian Debata tahe. Asa topotanhu i tu Tuhanhu Jesus i, Jala au paluaonNa sian dosa saluhutna.

4. Hukum Taurat
P : Saudara-saudara yang terkasih! Marilah kita dengarkan Hukum Taurat Tuhan yang tertulis dalam konfessi HKBP tentang Roh Kudus pasal 1B.3. Tentang Allah Roh Kudus: Allah Roh Kudus adalah penyataan Allah melalui RohNya. Di dalam kepribadianNya, ketritunggalan Allah, Roh Kudus bekerja bersama Allah Bapa dan Allah Anak, dari sejak awal sampai selama-lamanya. Roh Allahlah yang memelihara, menuntun, bernubuat bagi semua manusia dan meneguhkan hokum keadilan yang ada di dunia ini.
K : Roh Kuduslah yang meneruskan pekerjaan Yesus Kristus di dunia ini, untuk memanggil, mengumpulkan, menyatukan orang percaya menjadi persekutuan, menggalakkan kesaksian, dan pelayanan, dan yang menguduskan Gereja melalui kabar baik.
P : Roh Kuduslah yang mengajarkan dunia ini tentang dosa, kebenaran dan hokum. Dialah yang memeteraikan keselamatan orang percaya, membuat orang bertobat, menerangi, membaharui kepribadian, menuntun manusia kepada kebenaran, mengajar manusia memuliakan Allah dan menyediakan senjata roh bagi orang percaya.
K : Dengan ajaran ini kita menolak segala bentuk kerasukan roh, apakah itu upaya penjagaan diri manusia secara sadar ataupun yang lahir dari ketidaksadaran.
P : Demikian juga ajaran yang mengatakan bahwa orang yang dipenuhi Roh tidak perlu bertobat. Kita juga menolak bahasa asing (glosalalia) yang tidak dapat dimengerti orang yang menjadi pemicu keributan dalam persekutuan orang percaya. Demikian Pengakuan Iman kita tentang Roh Kudus. Marilah kita memohon kekuatan untuk melakukan hukumNya.
S : Ya, Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu, Amin.

5. Bernyanyi BE. No. 177: 3-4 “Ndada tarhatahon”
Jesus do manaoni dosa sasude. Nunga digarari do utangta be. Nunga pola mate Tuhan Jesus i Paluahon hita sian dosa i.
O hamu pardosa sai tandai ma i. Lehon di Ibana rohamuna be. I do pangidoan ni Tuhanta i. Asa sai tong sonang bahenonNa i

6. Doa Permohonan dan janji Allah
P : Saudara-saudara! Dengan penuh penyesalan, marilah kita datang menghampiri Tuhan, untuk mengaku dosa-dosa kita dihadapanNya. Marilah kita sujud menyembah memohon belaskasihanNya dengan segala kerendahan hati. Nyatakanlah segala dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan kepada Tuhan.
K : Ya, Tuhan kami yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kini kami umatMu yang berdosa ini datang ke hadapanMu untuk mengaku dosa-dosa kami. Sungguh kami menyadari betapa seringnya kami menyimpang dari jalanMu yang benar itu. Kami sering melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendakMu, baik melalui perkataan, tindakan dan cara-cara kami yang melukai sesama kami.
P : Kami sering melupakan persekutuan dengan Tuhan karena terlena dalam hawa nafsu kedagingan kami. Lihatlah kami anak-anakMu ini, yang sering mendukakan hati sesama, orang tua dan para pemimpin kami, terutama mendukakan hati Tuhan. Ya, Tuhan, kasihanilah kami, dan ampunilah kesalahan kami.
K : (menyanyikan BE.683: 1 “DiadopanMu Jesus, marsomba au huhut tungki. Lao manopoti dosangki di adopanMu Jesus”)
P : Dengarkanlah Janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita: Demikian firman Tuhan: ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, dan tidak ada Juruselamat selain daripadaKu” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi.
S : Amin.

7. Bernyanyi BE. No. 465: 1 “Pasupasu lehononMu”
Pasu pasu lehononMu, ido bagabagaMi. Songon angka udan nene sai tu au menetek i. Nang tu au, nang tu au. Patetekhon i tu au

8. EPISTEL
P : Firman Tuhan yang menjadi Epistel untuk kita pada hari ini Pentakosta ke II tertulis dalam Keluaran 35: 30- 35 Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
K : dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
P : yakni untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga,
K : untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan yang dirancang itu.
P : Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.
K : Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.
P : Demikianlah Firman Tuhan, Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya di dalam hatinya.
S : Amin

9. Bernyanyi BE. 358: 1 “Hamu saluhut harajaon”
Hamu saluhut harajaon, marolopolop ma hamu. Endehon ma hamuliaon ni goar ni Debatamu. Tu Debata ma dok hamuna, na songkal do pambaenanMi; Ai musuMi pe saluhutna marsomba do di joloMi.

10. Pengakuan Iman Rasuli
P : Rap ma hita manghatindanghon haporseaonta i songon panghatindanghonon ni donganta sahaporseaon di sandok portibi on, rap ma hita mandok.
K : Ahu porsea …

11. Bernyanyi BE. No. 102: 1 “O Tondi Parbadia, bongoti”
Tondi Porbadia i bongoti rohanami be, Ro sipatiur roha. O sondang sain surgo i Sondangi rohanami be, tu halalas ni roha. Asa masa patupahon pinodahon ni hataMu, Sai tu hami ma rohaMu.

12. Doa Syafaat
13. Bernyanyi BE. 645: 1-2 “Roma Ho Parasiroha”
Ro ma Ho parasi roha sai pagirgir rohangkon Mangendehon denggan basa ni lehonMu di au on, Tiruonhu ma suruan mangendehon sangapMi, Pujionhu Ho Jahowa partanobatoanki.
Na malua do tondingku, ala hagogoonMi Pos rohangku boanonMu diringkon tu surgo i Jesus sai lului au, atik tung na lilu au. Na dihonghop Ho do au na mambaen mangolu au

14. KOTBAH
P : Firman Tuha yang menjadi Nas kotbah untuk kita pada ibadah Pentakosta ke II ini tertulis dalam 1 Korintus 2:1-5. Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
K : Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
P : Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
K : Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh
P : supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

HIDUP OLEH KUASA ROH
Jika kita melihat kitab Korintus pasal dua, Paulus kembali menekankan bahwa pemberitaan Injil yang dia lakukan bukan dengan kekuatannya, bukan dengan hikmat yang dia miliki, tetapi dengan kekuatan Allah. Mari kita perhatikan 1 Kor 2:1-5 yang berkata, “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Dalam ayat 1 Paulus kembali menekankan bahwa ketika dia datang dan tinggal bersama-sama dengan jemaat yang ada di Korintus, dia tidak memberitakan Injil dengan kalimat-kalimat yang indah atau kata-kata yang muluk-muluk, tetapi dengan kata-kata yang sederhana, tetapi disertai dengan kuasa dari Roh Kudus. Hal itu Paulus tekankan kembali pada ayat 4, bahwa ucapan-ucapannya dalam pemberitaan Injil bukan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh. Kata “hikmat yang meyakinkan” dalam bahasa Yunani digunakan kata peithos yang artinya bujukan. Dalam pemberitaan Injil, Paulus tidak pernah membujuk orang untuk mempercayai Injil yang dia beritakan. Pemberitaan Injil bukanlah suatu bujukan, tetapi suatu deklarasi. Kita tidak perlu membujuk orang supaya mempercayai Injil. Kita tidak perlu membujuk orang supaya menjadi seorang Kristen. Yang perlu kita lakukan adalah mendeklarasikan Injil itu sendiri, dengan keyakinan bahwa Roh Kudus akan bekerja dalam diri setiap orang, supaya mereka percaya kepada Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan. Sering orang bertanya kepada saya bagaimana cara melakukan penginjilan yang efektif.
Pada umumnya orang yang mengajukan pertanyaan itu adalah orang-orang yang belum pernah memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu caranya. Memang ada banyak cara atau metode pemberitaan Injil, namun keefektifannya bukan tergantung pada metodenya, karena satu metode tidak bisa diterapkan pada segala situasi dan segala tempat. Keefektifan pemberitaan Injil bukan terletak pada metode, tetapi terletak pada ketergantungan kita pada kuasa Roh Kudus. Dan cara yang paling efektif untuk pemberitaan Injil adalah dengan memberitakan Injil itu sendiri. Tetapi banyak orang yang enggan memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu metode yang paling tepat, yang menurut hemat saya, alasan yang sesungguhnya adalah tidak memiliki komitmen untuk pemberitaan Injil. dalam ayat 4 berkata, “My message and my preaching were not with wise and persuasive words, but with a demonstration of the Spirit’s power”. Pemberitaan Injil bukan bersandar pada hikmat manusia. Pemberitaan Injil juga bukan dengan kalimat yang indah atau bujukan, tetapi pemberitaan Injil harus bersandar pada kekuatan Roh Kudus, supaya Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang yang mendengar Injil itu sendiri. Jika pemberitaan Injil yang kita lakukan bersandar pada kekuatan Roh Kudus, maka Allah akan mendemonstrasikan kuasanya dalam pemberitaan Injil yang kita lakukan. Jika hal ini kita lakukan, maka setiap orang yang menerima Injil Kristus akan bersandar dan bergantung pada kekuatan Allah.
Paulus sendiri mengatakan dalam ayat 3 bahwa ketika dia berada ditengah-tengah orang Korintus, dia berada dalam kelemahan, dalam perasaan takut dan gentar. Saya percaya ada banyak hal yang membuat Paulus merasa lemah, takut dan gentar. Paulus merasa lemah, karena dia bukanlah orang yang fasih berbicara. Paulus merasa takut karena orang Korintus bisa saja menolak dia dan bahkan mengancam jiwanya. Namun dia tetap bertekad untuk memberitakan Injil, karena dia tahu dengan kuasa apa dia memberitakan Injil itu. Dia memberitakan Injil dengan bersandar pada kekuatan Roh Kudus. Apakah Anda pernah merasa tidak berdaya dalam memberitakan Injil? Apakah Anda pernah merasa takut untuk memberitakan Injil? Pauluspun pernah mengalami perasaan yang sama. Sayapun pernah mengalami perasaan yang sama. Dan jika Anda memiliki perasaan yang sama, pesan saya adalah supaya Anda mulai memberitakan Injil, dan Roh Kudus akan menolong Anda.
Mari kita kembali memperhatikan ayat 2 yang berkata, “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Satu-satunya keinginan Paulus adalah bahwa Yesus Kristus nyata ditengah-tengah umat yang ada di Korintus. Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, dan itulah sebabnya dia berkata, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa.” Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, selain melihat bahwa Yesus Kristus dikenal dandipercaya oleh penduduk kota Korintus. Itulah kerinduan dan keinginan Paulus satu-satunya dalam pelayanannya.
Tidak ada seorangpun yang telah diselamatkan, yang tidak menyampaikan kabar keselamatan itu kepada orang lain. Dengan kata lain, setiap orang Kristen pasti melakukan pemberitaan Injil. Tetapi apakah Anda memiliki keingingan seperti yang dimiliki Paulus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa ditempat dimana Anda berada, disitu orang-orang akan mengenal Kristus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa orang-orang disekitar Anda akan mengenal Kristus? Jika Anda memiliki keinginan yang seperti itu, maka Anda tidak akan pernah berhenti, sebelum melihat orang-orang disekitar Anda merasakan kasih Kristus. Anda tidak akan berhenti memberitakan kasih karunia dan keselamatan dari Yesus Kristus, sebelum orang-orang yang disekitar Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Amin

17. Bernyanyi BE. 105: 1-2 “Ro ma Tondi Parbadia”
Ro ma Tondi Porbadia Debatangku situtu. Rohanami ma paria mangoloi hataM burju. Sai sondangi ma tongtong rohanami na holom.
Lehon ma di rohanami hapistaran na sintong. Asa tung huboto hami marparange di joloM. Sian haliluon pe sai palua hami be.

18. Doa Persembahan- Doa Bapa kami
P : Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K : Bapa kami yang di surga….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *