MENGAGUMI PERBUATAN ALLAH

Renungan Sabtu, 30 Mei 2020

Apakah anda pernah kagum? Kagum itu dapat diartikan heran (dengan rasa memuji); takjub dan tercengang. Dengan pengertian ini, hampir bisa dipastikan tidak ada kita yang tak pernah kagum. Kagum kepada apa dan siapa, kitalah yang tahu. Dalam spiritualitas keimanan kekristenan kita, sesungguhnya kita diminta sering-sering untuk mengagumi apa yang Tuhan berikan dan ciptakan kepada kita. Ketika naik Ferry dari Ajibata ke Tomok, kurangilah yang markombur, kurangi juga siaran langsung, kurangi yang membaca status FB, gunakan waktu yang ada untuk menumbuhkan rasa kagum. Arahkan pandangan ke danau kebanggaan kita itu, kemudian pandanglah ke perbukitan di daratan Samosir, niscaya kagum itu muncul. Dengan rasa kagum ini, kita akan menyadari hal-hal ajaib dari Tuhan melalui alam ciptaanNya. Dengan rasa kagum ini, kita juga akan menyadari bahwa kita lemah dan tidak berarti, namun Tuhan tempatkan kita pada posisi terhormat dan mulia. Dengan rasa kagum, kita akan merasa dekat dengan Tuhan dan merasakan keberadaanNya. Sepertinya Tuhan itu didepan kita. Ketika kita melakoninya, kita adalah peziarah iman. Kita akan dengan setia menjalani hidup dari detik ke detik dengan kekaguman dan syukur. Kita akan merasakan KEBER-ADA-AN Tuhan. Dia tidak jauh! Dia ada bersama kita. Karena itu, ayo kagumi Tuhan dan perbuatanNya!

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24)

BE.569:1 ”O Debata Tung Longan Do Rohangku”
O Debata tung longang do rohangku. Molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur Manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho

Doa
Ya Tuhan, ajarlah aku untuk tetap kagum akan perbuatanMu, sehingga aku merasakan keberadaanMu. Amin

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *