ELUELUKANLAH ALLAH

Renungan Rabu, 01 Juli 2020

Masih ada banyak orang Kristen yang beribadah kepada Tuhan secara asal-asalan tanpa disertai sikap hormat dan takut akan Tuhan. Apa indikasinya? Datang beribadah terlambat, suka bersenda-gurau saat ibadah berlangsung, ada yang berfacebook ria, chatting-an atau ber WA ria. Kalau kita menyadari akan kehadiran Tuhan, kita tidak akan melakukan tindakan-tindakan tersebut.  Ada pula yang beribadah dengan raut muka tetap cemberut saja tidak ada semangat sama sekali.  Pemazmur mengingatkan,  “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!”  (Mzm 100:2) dan Nas renungan saat ini menyatakan:  bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai.  Artinya kita beribadah kepada Tuhan dengan sukacita dan penuh semangat. Mengapa kita harus beribadah kepada Tuhan dengan sukacita?  Karena kita diciptakan memang adalah untuk memuji, menyembah dan memuliakan Dia. Sudahkah kita menyembah Tuhan dan memuliakan namaNya dengan segenap hati dan jiwa sebagai perwujudan dan ibadah kita?  Kita harus bersukacita oleh karena Tuhan telah menebus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita.  Kita bersukacita karena menjadi umat pilihanNya. Kita bersukacita karena Tuhan adalah Gembala Agung dan kita adalah kawanan domba gembalaanNya.  Kita bersukacita karena  “TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”  (Mzm 100:5).  Kesadaran akan kasih karunia Tuhan yang begitu besar ini seharusnya mendorong kita untuk beribadah kepadaNya dengan kasih. Orang yang beribadah karena mengasihi Tuhan pasti akan melakukan yang terbaik untuk Tuhan kapan pun dan di mana pun berada dan tidak mudah kecewa, sebab ibadah yang sesungguhnya berkaitan dengan seluruh hidup kita yang mengabdi secara total kepada Tuhan.

 “Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!” (Mazmur 47:2)

BE.361:1  ”Na Denggan Situtu Do”

Na denggan situtu do mamuji Debata. Jahowa na tumimbo Na sai tongtong basa. Denggan do paboahon Manogot asiMi. Bodari mangendehon BurjuM nang sintongMi

Doa

Ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, ajar aku didalam Roh KudusMu, agar aku mampu selalu mengelulukan namaMu di dalam pujian dan perilakuku. Amin

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 01 JULI 2020

Bernyanyi BE.453:3-4 “Sada Goar na Umuli”

♫   Sipalua do goarMu, saut malua tondingki. Nasa rante ni sibolis ingkon sega baenon nii. goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

♫   Sai endehon ma goarNa, burju hatindangkon i, Paima sahat hita sogot lao sumomba Tuhan i. . goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dan Ia akan bertindak.

K- Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan nantikan Dia. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, sebab Tuhan mencintai hukum dan Ia Tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya

P-  Marilah Kita berdoa! Ya Tuhan Allah! Kasihanilah kami, karena kami tidak dapat berbuat sesuatu apapun kalau Tuhan tidak bersama dengan kami. Berilah hal-hal yang rohani bagi kami supaya kami dapat melakukan kehendakMu. Sertailah kami supaya kami bersama dengan Tuhan melalui FirmanMu, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.123:1+3 “Ale Dongan na Saroha”

♫  Ale dongan na saroha Manjalahi dame i Dompak Jesus tapasada Holong ni rohanta i Ai Ibana do ulunta Hita do ruasNa i. Tuhan Jesus do gurunta Hita siseanNa i.

♫  Sai pasada ale Tuhan Angka na porsea i Asa masihaholongan Songon na pinatikMi Dibagasan hasintongan I do pinangidoMi Sai padomu angka dongan Na tutu sinondangMi.

Pembacaan Alkitab ROMA 15:7-13 dan Keterangan

P–   Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

K-   Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,

P-   dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”

K-   Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”

P-   Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

K-   Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

P-   Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

K-   Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.

P-   Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu

“PERLUNYA ORANG KRISTEN SALING MENERIMA”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kekristenan bertumbuh begitu hebat di kota Roma. Orang-orang Kristen disana begitu menyadari panggilan mereka sebagai orang yang telah dikhususkan. Namun di dalam pertumbuhan itu muncul masalah yang cukup tajam yaitu perbedaan Yahudi dengan non-Yahudi, dan orang bersunat dengan tak bersunat. Selain itu kekristenan juga menghadapi tantangan yang sangat berat dari pemerintah Romawi. Dalam situasi itulah, Paulus menekankan kepada mereka pentingnya kerukunan, dimana mereka boleh saling menerima. Paulus menegaskan agar kerukunan itu dimulai dari hidup persekutuan orang-orang percaya. Hidup di dalam kerukunan akan memberikan sukacita dan damai sejahtera bagi kehidupan manusia.

Jemaat yang Terkasih

Satu hati dan satu suara memiliki standar, dimana seluruh tindakan adalah untuk kemuliaan Allah. Karena itu, yang mendasar dalam memuliakan Tuhan adalah dimana setiap orang boleh saling menerima. Kristus telah melakukan itu dengan menerima setiap orang, bahkan sekalipun orang itu berdosa. Kristus mengampuni setiap orang yang berkenan datang kepadaNya yang menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Semuanya menjadi satu di dalam penebusan Kristus, tidak ada lagi orang bersunat dan tak bersunat, yang kuat dan lemah, tetapi semua bersatu dalam memuliakan Tuhan. Setiap orang memang memiliki kekurangan tetapi hendaklah saling menerima. Orang yang belum dapat menerima orang lain, berarti orang itu belum mengimani kematian Kristus sebagai penebusan dosanya. Kesatuan di dalam persekutuan Tuhan bukan berdasarkan demokrasi tetapi saling menerima. Itulah satu hati dan satu suara dalam memuliakan Tuhan. Kesatuan di dalam Kristus akan menjadi teladan terhadap sekitarnya. Keteladanan itu akan membuat bangsa atau orang lain terpanggil untuk memuliakan Tuhan. Adalah tugas setiap orang percaya untuk membawa jiwa memuji dan memuliakan Tuhan. Bukan hanya manusia yang telah bergabung dalam komunitas Kristus tetapi hendaklah semua memuji Tuhan. Sikap menjadi sebuah teladan yang tepat untuk menyatakan kabar baik bagi setiap orang. Tuhan memang menciptakan kita dengan berbagai perbedaan; asal daerah, profesi, tingkat ekonomi, bentuk badan, hobi, suku, marga, kulit, status. Tetapi Kristus tidak menghendaki perbedaan itu memisahkan yang satu dengan yang lain. Perbedaan justru menjadi sebuah keindahan di dalam hidup manusia bila kita memahami maksud Tuhan. Jika perbedaan itu kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan maka hidup itu menjadi indah.

Jemaat yang Terkasih,

Sebagai anggota jemaat Tuhan, kita harus berusaha untuk menciptakan kerukunan satu sama lain, supaya gereja tetap kuat dan kokoh.  Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda  kita adalah satu, “…sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh,”  (1Kor.12:12).  Jadi kita harus menerima dan memperlakukan orang lain sebagai saudara, sebagaimana Kristus telah menerima dan melayani jiwa-jiwa tanpa pandang bulu,  “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”  (1 Korintus 12:25-26).  Keadaan ini tidak akan menjadi kenyataan bila kita tidak menjadikan Kristus sebagai satu-satunya teladan dalam hidup ini.  Kita tidak mungkin dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang lain apabila hubungan kita dengan Tuhan juga tidak baik. Amin.

Bernyanyi BE.650:1+8 “Dipasada HolongNa i”

  Dipasada holongNa i, saluhut na porsea i. Na tarjou tu sada panghirimon i, songon daging ni Kristus i.

♫    Rap masiurupan ma, di bagasan holongNa i. Taradoti hasadaon ni Tondi i, pinadomu ni dame i

 Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.658:1-2 “Tu Portibi on na Rundut” (Persembahan)

♫   Tu portibi on na rundut borhat ma ho. Galak bahen palitomu sai dungo ho. Boan sondang tu na holom mangurupi na mardangol. I do barita na uli ni Kristus i

♫     Taradoti hasadaon ni ruas i. Talului birubiru na mago i. Hata ni Tuhan Jahowa do pasada houm nang hata. Sian sude partingkian tu Debata

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karun ia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

SALING MEMBASUH KAKI

Renungan Selasa, 30 Juni 2020

Kisah Tuhan Yesus membasuh kaki para muridNya, hanya dicatat dalam Injil Yohanes. Peristiwa ini terjadi selama perjamuan terakhir, sebelum Tuhan Yesus di tangkap dan disalibkan. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus membuktikan kerendahan hatiNya yang Agung. Dan ini memiliki beberapa makna, yakni: demonstrasi kasih yang sempurna; Simbol pembersihan dosa di kayu salib dan teladan hidup orang Kristen. Dan dalam renungan saat ini Tuhan Yesus meminta para muridNya dan kita untuk melakukan hal yang sama. Bagaimana? Membasuh kaki orang lain jelas tidak mungkin menimbulkan kebahagiaan bagi kita, karena kedagingan dan keegoan kita pasti memberontak. Bagaimanapun, terlepas dari apapun perasaan kita, kita tetap diberkati Allah. Supaya lebih tepat, fakta bahwa kita diberkati Tuhan seharusnya akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita. Secara kedagingan kita merasa sakit, tetapi secara rohani kita bersuka cita. Karena itu, mari memasuki hidup yang saling “membasuh kaki” dengan hidup merendahkan diri.

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu” (Yohanes 13:14)

BE.481:2  ”Godang Dope Siguruhononmi”

Tuhanta Jesus tiruanmu do. Na holong roha di au nang di ho. Ai diseahon do diriNa i. Singkatta lao tu . hamatean i. Ndang na dialang holong roha i. Ai naeng di hita hangoluan i.

Doa

Ya Tuhan Yesus, ajar aku untuk ikut teladanMu yang Agung untuk menjadi rendah hati kepada sesama. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

RASA SPESIAL BERLEBIHAN

Renungan Senin, 29 Juni 2020

Ada sisi gelap kejiwaan, yang sadar atau tidak, ada pada kita, yakni rasa spesial yang berlebihan, seperti Narsisme (mencintai diri sendiri), Selfish (ego berlebihan); Arogan; Pride (terlalu bangga). Yohanes sendiri terindikasi masuk ke kondisi ini. Dalam Injil Markus 9:38 Yohanes terlihat sangat bangga dengan keberadaan kelompoknya. Memiliki Guru hebat, yakni Yesus Kristus  dengan pengajaran yang luar biasa disertai tanda mujizat. Dia memiliki intensitas komunikasi di atas rata-rata dan menyaksikan tanda-tanda mujizat. Bukankah kita akan merasa bangga bila kenal dekat dengan seorang kenamaan dan tidak semua orang dapat berada pada posisi seperti kita, bukan? Dengan kelebihan seperti itu, manusia manapun dapat merasakan perasaan yang seperti yang dirasakan oleh Yohanes. Merasa spesial memang wajar namun bila perasaan spesial telah sedemikian besar sehingga membuat hati tidak lagi dapat memahami maksud pekerjaan Tuhan, maka perasaan spesial itu telah menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Kristus sendiri menjawab kondisi ini dengan mengatakan, kuasa Tuhan hanya dapat bekerja pada orang yang percaya kepadaNya. (Ay.39) Bilamana orang tidak menghambat pekerjaan Tuhan, bahkan justru menjadi percaya dan dengan sukarela membantu pekerjaan Tuhan, maka orang tersebut berada pada pihak Tuhan dan baginya Tuhan menjanjikan upah yang layak. (Ay.40-41). Dengan demikian kesimpulan dari firman Tuhan tersebut ialah merangkul sebanyak mungkin orang untuk dapat berkerjasama dalam memperluas Kerajaan Tuhan. Oleh sebab itu perasaan spesial yang berlebihan harus disingkirkan.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” (Markuas 9:41)

 KJ.249:3  ”Serikat Persaudaraan”

Dan masing-masing kamu pun dib’ri anugerah. supaya kamu bertekun dan rajin bekerja. Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan. Jemaat menurut firmanNya berkasih-kasihan.

Doa

Ya Tuhan Allah, jadikan aku menjadi pribadi yang tidak membanggakan segala sesuatu yang ada padaku secara berlebihan dan ajarlahlah aku melalui RohMu untuk menjadi pribadi yang rendah hati.Amin

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

RESEP BAHAGIA

Renungan Sabtu, 27 Juni 2020

Mazmur Pasal 33 ini, tidak memiliki latar belakang yang jelas, tetapi bukan kebetulan jika mazmur ini ditempatkan setelah Mazmur 32, yang berbicara mengenai kebahagiaan orang yang diampuni Tuhan. Bila pada Mazmur 32 kita telah melihat betapa membahagiakannya pengampunan Tuhan maka pada Mazmur 33 ini kita diperlihatkan bagaimana pengampunan yang sempurna itu menjadi pendorong bagi
pemazmur untuk berelasi akrab dengan Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh ucapan syukur. Menarik sekali ucapan syukur Daud. Ia tidak bersyukur atas kekayaannya, bukan pula karena jabatan raja yang dimilikinya. Ia justru bersyukur untuk dua hal utama, yaitu firman Tuhan (4-11) dan pribadi Tuhan itu sendiri (12-18). Untuk firman Tuhan, Daud bersyukur karena firman Tuhan itu benar (4), setia (4), adil (5), berotoritas (9), dan tidak berubah (10-11). Sedangkan mengenai Tuhan, Daud bersyukur karena Tuhan memperhatikan umat-Nya (13-15, 18) serta berkuasa untuk menyelamatkan dan memelihara umat-Nya (19). Karena itu, Daud berkata, “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan…” (12).  Melalui pengalaman Daud, kita belajar bahwa seseorang yang berelasi dekat dengan Tuhan niscaya akan berdampak pada perspektifnya dalam memandang hidup. Umumnya kita pikir bahwa hidup bahagia adalah hidup berlimpah harta dan kesuksesan. Namun bagi Daud, kebahagiaannya adalah karena ia punya Tuhan dan firman-Nya. Pepatah mengatakan, Jika yang Anda miliki hanya Allah, Anda telah memiliki segala yang Anda butuhkan. Dalam hidup, Daud berbahagia karena memiliki Allah sejati. Tidak heran jika sesulit apapun hidupnya, sedalam apapun kegagalannya, tidak membuatnya berpaling dari Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah alasan utama kebahagiaan kita selama ini? Pada hartakah, kesuksesan, atau pada Allah kita?

“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.” (Mazmur 33:6)

KJ.53:1  ”Tuhan Allah T’lah Berfirman”

Reff: Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya, pada umat sabda hikmat, Haleluya! Buka telinga, hai umatNya, kabar yang baik dengarkanlah! Buka hatimu:Tuhan datang, hai yang beriman! Kembali ke Reff.

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku untuk selalu mendengar firmanMu agar aku semakin beriman. Amin

Selamat hari Sabtu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

YESUS DI ATAS SEGALANYA

Renungan Jumat, 26 Juni 2020

Seandainya ditanyakan kepada kita, siapakah Yesus dan apa yang telah dikerjakanNya? Apakah jawab kita? Rasul Paulus menjawab pertanyaan itu dalam Kolose 1. Tak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Yesus datang sebagai gambar Allah (ay.15). Yesus, Anak Allah, datang untuk mati bagi kita dan membebaskan kita dari dosa. Dosa telah memisahkan kita dari Allah yang kudus, maka damai sejahtera hanya dapat diperoleh melalui pribadi yang sempurna, yaitu Yesus (ay.14,20). Dengan kata lain, Yesus sudah memberikan kepada kita apa yang tak dapat diberikan oleh siapa pun. Mengapa Dia layak dihormati setinggi itu? Yesus telah menaklukkan kematian. Dia memenangkan hati kita dengan kasih dan pengorbananNya. Dia memberi kita kekuatan baru tiap hari. Dialah segalanya bagi kita! Karena itu semua, Dia patut menjadi yang terutama di atas segala-galanya. Ketika kita memberi Yesus tempat tertinggi dan terhormat dalam setiap bagian dari hidup kita, kebenaran itu menjadi nyata bagi orangorang yang berada di sekitar kita. Sudahkah kita mengutamakan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari? Yesus layak bertakhta di dalam hati kita. Jadikanlah Dia pribadi yang paling berpengaruh atas seluruh hidup kita.

“Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” (Kolose 1:17)

 BE.256:1  ”Jesus Kristus i do Raja”

Jesus Kristus i do Raja. Pinabangkit ni AmaNa. Manggomgomi sasude. Manggomgomi sasude Jala nasa hajolmaon Tu Ibana do marTuhan Parhatopotonna be Parhatopotonna be

Doa

Ya Tuhan Yesus, Engkau berhak mendapatkan waktu, energi, dan perhatian terbaik yang kumiliki. Aku memujaMu sebagai Raja yang menguasai hatiku, dan Tuhan atas semua hal yang kulakukan.Amin

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

FIRMAN TUHAN: KUASA DAN MANFAATNYA

Renungan Kamis, 25 Juni 2020

Berdasarkan Pengakuan Iman HKBP Tahun 1996 Pasal 2, kita mengakui dan menyaksikan: Alkitab yaitu PL dan PB adalah sungguh-sungguh Firman Allah. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikianlah tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2Tim.3:16-17). Dengan pengakuan iman ini dapat kita pahami bahwa Firman Allah sangat berkuasa. Sebagaimana pada mulanya ciptaan terjadi dengan firman Allah, segala sesuatu pun dalam ciptaan terjadi dengan firman Allah. Allah menyatakan kehendakNya dengan firmanNya dan kehendakNya itu pasti terjadi sesuai dengan firman Allah itu. Semua yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi ditentukan oleh firman Allah. Pada dasarnya semua makhluk telah dikurung untuk melakukan kehendak Allah sesuai firman-Nya, sadar atau tidak sadar. Keberhasilan kita pengikut Kristus juga ditentukan oleh firman Allah. Keberhasilan orang fasik hanya sementara saja karena Allah akan membinasakan orang fasik, namun keberhasilan kita adalah oleh firman Allah yang bersifat kekal. Firman Allah yang hidup yakni Yesus Kristus telah menjadi manusia, mati dan bangkit dan dengan Roh-Nya tinggal dalam kita. Urusan kita sekarang ini adalah melakukan segala perintah Kristus itu dengan kuasa dan dengan dipimpin oleh Roh Kudus maka pastilah kehendak Allah terlaksana dalam dan melalui kita. Karena itu kita harus tekun membaca dan merenungkan Alkitab, firman Allah yang tertulis itu selama hidup kita di dunia ini.

“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 58:11)

BE.28:  ”Hata ni Jahowa”

Hata ni Jahowa. Sipadame jolma, Hangoluan i. Halalas ni roha, Siapuli roha, Ni na marsak i. Gogo ni Debatangki, Paluahon na porsea, Sian nasa jea.

Doa

Ya Allah, bimbinglah aku untuk semakin tekun membaca dan mempelajari FirmanMu agar kuasaMu nyata dalam hidupku. Amin.

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

CARA HIDUP YANG SIA SIA

Renungan Rabu, 24 Juni 2020

Tidak ada satupun diantara kita mau melakukan sesuatu yang sia-sia, bukan? Tetapi, sadar atau tidak sadar, kita pernah melakukan hal yang sia-sia di dalam hidup ini. Memang penilaian kesia-siaan itu adalah dari Allah, namun disamping itu kita perlu menanyakannya kepada Allah. Apakah perbuatan dan tindakan kita itu berkenan bagiNya atau tidak? pesan ini merupakan hal yang harus kita sadari di dalam hidup kita. Ada banyak perbuatan kita yang mungkin kita anggap benar ternyata salah bagi Allah, maka ujilah perbuatannya dan sikapmu menurut kebenaranNya dan kesetiaanNya di dalam hidupmu. Mungkin perasaan kita dekat dengan Allah ternyata kita sudah jauh dari padaNya. Untuk mengembalikan itu semua maka kita harus mau dihancurkan, maksudnya adalah seperti tukang periuk yang menghancurkan Periuk yang tidak baik dan membuat kembali yang baru. Dihancurkan berarti meninggalkan dan menanggalkan kebiasaan lama yang tidak berkenan bagi Allah.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas” (1Petrus 1:18)

BE.697:4  ”Molo Ho Do Huihuthon”

Marparange na badia ma au di adopanMi. Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi.
Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au. Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au.

Doa

Ya, Bapa di Surga, berilah aku kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkan pola hidupku yang sia-sia dan kembali menjalani apa yang Engkau inginkan aku lakukan dalam hidupku, melalui Yesus Kristus dengarlah doaku ini. Amin

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 17 JUNI 2020

Bernyanyi BE.569: 569:1-2 “O Debata Tung Longang Do Rohangku”

♫  O Debata tung longang do rohangku, Molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, Manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho

♫  Di ladang di adaran dohot tombak. Marende pidong tung mansai sonang. Punsu ni dolok, sunge dohot rura, Mamaritahon sangapMi Tuhan. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikian Firman Tuhan Allah: “ …orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah yang Maha Kuasa! Berikanlah bagi kami iman yang benar, yang tumbuh dan kuat.Berikanlah bagi kami pengharapan yang hidup supaya kami bersukacita melakukan kehendakMu. Dengarkanlah doa kami ini di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.192:2-3 “O Tuhan Jesus, Raja ni Sudena”

♫  Tombak denggan do, Hauma pe denggan do. Na rumatarata i. Jesus dumenggan, Jesus gumodang, Sibaen las ni rohanta i

♫  Bulan tiur do, Bintang pe torang do, Nang mataniari pe. Jesus tumiur
Jesus tumorang, Sumurung sian i sude.

Pembacaan Alkitab WAHYU 7:1-3 dan Renungan

P–   Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

K–   Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

P-    katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

“ORANG KRISTEN DAN LINGKUNGAN HIDUP”

 Jemaat Tuhan yang terkasih,

Wahyu kepada Yohanes ini ditulis pada masa-masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya ialah untuk memberi harapan serta semangat kepada para pembacanya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan di tekan. Kitab Wahyu datang kepada Yohanes dibawah inspirasi ilahi melalui serangkaian penglihatan. Meskipun orang percaya mengalami penganiayaan, Yohanes menegaskan bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menggenapi janji-janjiNya dan melaksanakan tujuanNya dalam sejarah. Yesus Kristus akan menang atas kuasa-kuasa Setan, dan Dia akan memerintah selamanya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Nas renungan saat ini berisikan Empat orang Malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi. Keempat malaikat ini mendapat kuasa untuk merusak darat, laut dan pohon-pohon. Kemudian muncul malaikat lain dari sebelah Timur dan membawa segel dari Allah yang hidup. Dengan suara keras malaikat itu memanggil keempat malaikat yang sudah mendapat kuasa dari Allah itu, Dia mengatakan jangan dulu merusakkan darat dan laut, ataupun pohon-pohon jikalau belum memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah. Pesan malaikat inilah yang mejadi pesan kepada kita saat ini. Kita diajak kembali memahami dan menyadari keberadaan kita dan ciptaan Tuhan yang lain yang kita sebut dengan lingkungan hidup. Sesungguhnya sebagai orang Kristen kita mempercayai dan menyaksikan Allah yang menciptakan manusia dengan tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja di dunia ini (Kej.2:5-15). Dialah yang memiliki semua yang diciptakanNya. Tempat manusia bekerja adalah daratan, laut dan langit/ruang angkasa. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia ini dengan tanggung jawab penuh. Dipihak yang lain, kita juga harus memahami bahwa Karya Yesus Kristus adalah membebaskan manusia, segala ciptaan dan juga dunia ini (Kol.1:15-20; Roma 8:19-33). Apa yang kita pahami dan ketahui dari kedua hal ini? Kita menyaksikan tanggungjawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah supaya manusia itu dapat bekerja, sehat dan sejahtera (Mazmur 8:4-10). Karenanya sudah seharusnya kita menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara (Ulangan 5:20; 19-20). Kita seharusnya menentang setiap usaha yang mencemari air dan udara, juga air limbah yang mengandung racun dari pabrik-pabrik, karena tidak memedulikan saluran air limbah dan pencemaran udara, sehingga merusak air minum dan pernafasan manusia (Bnd.Maz.104:1-23; Wahyu 22:1-2).

Jemaat Tuhan Terkasih,

Pada prinsipnya setiap kita sudah diberikan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu sudah ada dan kita hanya bisa untuk menggunakannya. Tuhan telah memberikan itu semua kepada kita supaya kita bisa menggunakan dengan penuh tanggung jawab dan kewajiban kita adalah menjaganya. Dalam hubungannya dengan ekologis, saya berpikir bahwa alam ini sudah diberikan kepada manusia secara cuma-cuma, semuanya seolah-olah menjadi milik kita manusia. Oleh karena itu sudah selayaknya kita menjaga dan melestarikannya sebagai wujud dari tanggung jawab kita atas alam ciptaan. Tanggung jawab manusia terhadap alam dapat dikatakan juga sebagai bentuk wujud solidaritas manusia terhadap kosmis, manusia di dorong untuk mengambil sebuah kebijakan yang pro terhadap alam, pro terhadap lingkungan, dengan demikian kita menentang setiap tindakan yang menyakiti binatang tertentu atau memusnahkan species tertentu. Bertolak dari pernyataan tersebut kita harus merefleksikan bahwa karena kita dan seluruh alam ciptaan adalah hasil karya Allah, hendaknya kita juga menjadi seperti Allah yang adalah kasih itu. Allah telah menciptakan seluruh alam semesta dan akhirnya dia menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya sendiri (bdk Kej 1: 26-27). kiranya ini yang harus kita pegang jika kita benar-benar ingin melihat alam itu sebagai sesama yang diciptakan sama oleh Allah, dan kelebihan manusia adalah dia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Persoalan tentang lingkungan hidup adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Karena ada hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Alam akan menjaga kita jika kita juga berbuat yang baik terhadap alam, demikianpun sebaliknya, kita harus bertanggung jawab dan menggunakan alam itu dengan sebaik mungkin. Letak persoalan yang terjadi pada saat ini dengan berbagai macam bencana alam yang melanda kehidupan manusia adalah karena ulah manusia itu sendiri. Manusia kurang menggunakan alam yang ada dengan sebaik mungkin. Maka perlulah menjaga keutuhan ciptaan, dan perlu adanya suatu pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis bukan hanya kesadaran pentingnya lingkungan hidup bagi manusia, tetapi karena lingkungan hidup adalah saudara kita. Untuk itu pula perlunya pembaharuan diri untuk menjaga dan mencintai alam sebab alam merupakan sarana bagi kita untuk memuliakan Allah. Dengan mencintai alam, manusia menjadi semakin kaya dan semakin merealisasikan dirinya sebagai pribadi ekologis. Manusia semakin berkembang bersama alam, dengan segala watak dan kepribadiannya yang tenang, damai, penuh kasih sayang dan wawasan manusia akan semakin luas seluas alam. Amin.

Bernyanyi BE.783:1-2 “Tuhan Sitompa Saluhut”

   Tuhan sitompa saluhut, Ho do na marmulia i. Ndang na tarasam saluhut nilehonMi.

♫    Patar do asi rohaMi di sinondang ni ari i. Di gogo ni hauma i, nilehonMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.565:2+4 “Las Rohangku Lao Mamuji” (Persembahan)

♫   Sude jadijadianMu, laut, tano, langit i. Angka bintang dohot bulan nang mataniari i. Hauma, ladang, nang harangan, rura dohot dolok i. Saluhutna mangendehon sangap di Tuhanta i

♫   Rap ma hita mangendehon, sangap di GoarNa i. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. Sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i
I do pasadahon hita salelenglelengna i.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 24 JUNI 2020

Bernyanyi BE.9:1+3 “Hupuji Holong ni RohaMu”

♫  Hupuji holong ni rohaMu. O Tuhan Jesus Rajangki. Tu Ho hulehon ma tondingku Ai i do pinangidoMi. Huhalupahon ma diringku, Mamingkir holong ni rohaMu

♫  Huhilala ingkon martuhan, Ingkon mangolu au di Ho. Ndang jumpang au be hangoluan, Aut unang dipatupa Ho. Sai Ho do paradiananhu, Sai gok di Ho nama langkangku.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga! Berilah kepada kami hati yang kudus, pikiran yang baik dan jiwa yang sungguh melakukan pekerjaan yang baik. Berilah kami damai agar kami merasa aman dan tenteram di dalam perlindunganMu. Kiranya kami senantiasa berpegang pada firmanMu dalam hidup rumah tangga dan keluarga kami. Jaga dan kuatkanlah kami di dalam Yesus Kristus Tuhan Kami, Amin.

Bernyanyi BE.723:1-2 “Tu JoloM o Tuhan”

♫  Tu joloM O Tuhan sahat ma diringkon, Pangke ma au hombar tu lomoM. Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon ndang mararga be i. (Ref.) Tung pogos pe dison manang sonang tahe, marsigantung tu Ho sasude. Holan Ho huihuthon ndang be diringkon, togutogu ma tu na ture.

♫  Tu joloM O Tuhan sai gara rohangkon. Tung unduk do mangoloi Ho. TondiMi ma tongtong margogoihon au on, mangulahon lomo ni rohaM. (Ref.) Tung pogos pe dison …

Pembacaan Alkitab KIDUNG AGUNG 8:5-7 dan Keterangan

P–   Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

K-   Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

P–   Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

“MEMBANGUN KELUARGA BAHAGIA”

Jemaat Tuhan yang terkasih,

Menurut data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama tahun 2011 tingkat perceraian di Indonesia tiap tahun selalu meningkat. Menurut data terakhir, angkanya mencapai 10%, artinya, 1 dari 10 pasangan berakhir cerai. Tanpa melihat data statistik pun sepertinya kita tidak heran dengan fakta ini. Berita cerai kini makin sering masuk ke ruang keluarga. Jika diuraikan lebih rinci, penyebab utama perceraian (51%) adalah masalah ekonomi, seperti suami lari dari tanggungjawab. Penyebab kedua (32%) adalah ketidakharmonisan – perselisihan yang terus menerus dan tidak bisa didamaikan lagi. Penyebab ketiga (11%) masalah orang ketiga, selingkuh dan cemburu. Selebihnya adalah masalah-masalah kecil yang persentasenya tidak begitu banyak. Pernikahan di antara orang Kristen pun tidak sedikit yang mengalami permasalahan dalam rumah tangga yang kemudian berujung kepada perceraian. Walaupun di pihak lain gereja tidak merestui perceraian tersebut, namun banyak keluarga Kristen yang telah pisah rumah dan bahkan cerai secara diam-diam.  Dengan kenyataan tersebut di atas, orang Kristen harus lebih berjuang dan sungguh-sungguh dalam membina keluarga bahagia dan nas renungan saat ini merupakan awalan yang baik untuk sampai kepada keluarga bahagia.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kitab Kidung Agung berbicara tentang Cinta Kasih. Ditulis oleh Raja Salomo. Beliau memiliki bakat dan nilai seni yang sangat kuat. Menggunakan gaya bahasa, puisi dan sajak yang indah pada saat itu. Salomo juga telah menggubah 3000 Amsal dan membuat 1005 nyanyian (I Raj. 4: 32). Inti berita kitab ini adalah cinta kasih yang sejati antara laki-laki dan perempuan. Salomo dengan Gadis Sulam yang hitam manis (1:5). Ada tafsiran yang mengatakan: mulanya gadis tersebut adalah pegawainya, gadis desa yang sederhana. Tetapi pada akhirnya menjadi istri Salomo. Salomo mengungkapkan/ menyakinkan cintanya pada gadis itu dengan saling memuji menyatakan kerinduan dan cinta. Inilah yang menjadi latar belakang kalimat: CINTA KUAT SEPERTI MAUT (8: 6). Nas ini mengungkapkan cinta yang dijunjung begitu rupa, diletakkan dan diekpresikan dari hati dengan kalimat: “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu…. Kegairahan gigih seperti dunia orang mati…” (ay. 6). Penggunaan kata “meterai” mengandung pengertian tentang kepemilikan yang sah. Cinta yang telah dimiliki tidak dapat dibeli atau ditukar dengan apapun.

Jemaat yang Terkasih,

Cinta adalah dasar sebuah relasi. Cinta bukan sebuah teori atau pemanis karena terdapat unsur kepemilikan, hanya maut yang dapat memisahkan, karena itu harus dijaga dalam kekudusan. Cinta mudah disebutkan tetapi bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bahkan Salomo pun yang begitu cakap menuliskan puisi indah tentang cinta, pada akhirnya gagal melakukan puisi cintanya itu. Tentunya, ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Namun ada teladan sebuah Cinta sejati yang paling tepat untuk menggambarkan kalimat “CINTA KUAT SEPERTI MAUT” yaitu cinta kasih TuhanYesus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Itulah sumber cinta yang kekal dan abadi. Cinta kasih yang sungguh rela berkorban demi yang dicintai. Cinta yang tulus iklhas, tidak pamrih dan tak pernah ingkar, cinta kasih yang kudus. Cinta sejati yang selalu memberi makna dalam setiap kehidupan yang dicintai. Demikianlah Allah mencintai manusia dengan“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”(Ratapan 3: 22-23). Melalui Firman Tuhan saat ini, biarlah cinta kasih Tuhan yang sejati mendasari dan menjadi sumber cinta kita kepada pasangan kita, keluarga kita, juga kepada sesama manusia. Cinta Tuhan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Cinta yang rela berkorban, tulus ikhlas, tidak pamrih, tidak mendendam, bahkan dapat mengampuni. Mari kita temukan dan belajar dari cinta kasih Tuhan ini. Niscaya lambat laun cintaNya yang besar menguasai, mengalir dalam dan melalui kehidupan kita serta dirasakan oleh sesama. Dicintai untuk mencintai. Amin!

 Bernyanyi BE.159:3-4 “Martua Dongan Angka Na Sabagas”

   Martua na saripe, pangajari Di anakkonNa, asa tong burju. Na so marpansohotan ganup ari, tumangiangkon angka i tutu. Tu Tuhan Jesus asa sai Ibana Mamasumasu sasudena i, huhut dilehon asi ni rohaNa Manogihonsa tu lambungNa i

♫    Martua dongan, angka na sajabu Parlas ni roha di bagasan Ho.
O Jesus na ringkot mamasumasu angka na holong roha i di Ho
Martua ma tutu sude nasida Nang di na songgop hasusaan pe.
Ai sai diapul Ho rohanasida Paima ditogu Ho tu jabuMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.792:4 “Pasupasu Hami O Tuhan” (Persembahan)

♫   (Ref.) Pasu-pasu hami o Tuhan sai usehon dameM i, Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoM i. Di portibi on, baen ma au Tuhan, siradoti haholongon. Togutogu ma hami on Tuhan, marparange na denggan. (Kembali ke Ref.)

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.