BUMI INI MILIK ALLAH BUKAN KITA!

Renungan Senin, 8 Juni 2020

Ada kecendrungan kita merasa memiliki hak penuh atas bumi dan isinya. Apa indikasinya? Merebaknya eksploitasi lingkungan dengan alasan ekonomi dan kesejahteraan. Dengan sesukanya kita membakar dan menebangi pohon di hutan. Membuang limbah ke sungai yang adalah sumber mata air dan tempat ekosistem ciptaan Tuhan yang lain. Pabrik-pabrik tidak memperdulikan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Limbah dibuang begitu saja tanpa diproses dulu di IPL (Instalasi Pengolahan Limbah), dan lucunya tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang atas pelanggaran ini. Kita juga tidak ramah dengan lingkungan, akibatnya lingkunganpun tidak bersahabat lagi dengan kita. Banjir bandang, sudah sering terjadi. Binatang buas seperti Ular Pyton, Harimau, Gajah dan Beruang Madu telah memasuki pemukiman mengancam kehidupan kita. Bagaimana tidak, habitat tempat mereka tinggal sudah dirusak dan dirambah manusia. Program Plastik berbayar yang pernah dibuat pemerintah untuk mengurangi pemakaian plastik, kayaknya tidak ada respon dari kita. Padahal maksudnya baik. Menjaga kebersihan juga kita kurang. Dimana-mana ada sampah. Paling parahnya, di gereja juga kita tega meninggalkan sampah! Padahal kita yang bilang gereja itu Rumah Tuhan! Kog tega-teganya kita mengotorinya. Cara pandang kita yang eksploitatif akan lingkungan harusnya kita rubah. Merebaknya wabah Corona Virus juga terkait dari cara pandang ini. Diduga awal berkembangnya virus ini adalah di pasar tempat jual beli daging binatang ekstrim untuk dikonsumsi salah satunya kelelawar. Jadi rubahlah cara pandang kita. Sadarilah bumi ini bukan milik kita. Ini milik Tuhan! Jangan salahgunakan kuasa yang diberikan Tuhan. Tuhan tidak pernah menyuruh kita merusak bumi yang Dia ciptakan. Kita diberi kuasa untuk memelihara bumi ini agar mendatangkan kebaikan kepada kita. Menghargai Bumi dan isinya serta menjaga keutuhannya berarti kita menghargai Tuhan yang menjadikannya.

“Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” (Mazmur 24:1)

KJ.64:1 ”Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”

Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar/ ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar./ Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”/ Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

Doa

Ajar aku ya Tuhan menghargai dan menjaga keutuhan ciptaanMu, agar membawa kebaikan dalam hidupku

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *