LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 3 JUNI 2020

Bernyanyi BE.648:1-2 “Sangap di Debata Ama”

♫   Sangap di Debata Ama, sangap di AnakNa i Nang di Tondi Porbadia. Debata na songkal i/ Haleluya puji Tuhan salelenglelengna i

Puji Raja siparholong Sipalua jolma i. Na patauhon hita bongot tu harajaonNa i. Haleluya puji Tuhan Raja na tarsilang i

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita Kudus dan tak bercacat di hadapanNya.

K- Sesungguhnya mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya.

P-  Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada namaNya yang kudus kita percaya. Kasih setiaMu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepadaMu. Marilah Kita Berdoa: Ya Allah kami, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Kami mengucapkan terima kasih padaMu, karena Tuhan menjadikan, menyelamatkan dan menguduskan kami melalui kasihMu. Jagailah kami dari mara bahaya dan pencobaan, hiburlah kami pada waktu kesusahan, bantulah kami kalau jatuh, pimpinlah kami di akhir hidup kami agar kami masuk ke dalam kerajaanMu. Di sanalah kami memuji Tuhan dalam hati dan perkataan yang baru. Amin

Bernyanyi BE.826:1+3 “Gohi Au Tuhan”

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi, songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi.

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi. Asa tang jala matoras au marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

Pembacaan Alkitab dan Renungan

P–   Firman Tuhan yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam Injil YOHANES 1:29-34, mari kita membacanya dengan responsoria: Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

K-   Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

P–   Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

K–   Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

P–   Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

K-   Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

P-   Demikian Firman Tuhan! Mari kita dengar keterangan berikut ini

“BERANI BERSAKSI”

 Jemaat Tuhan Terkasih, Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung samua orang Kristen. Itu bukan pilihan tapi keharusan! Saksi adalah seseorang yang melihat atau mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi denganNya, mengenalNya melalui firman Allah, dan juga melalui pengalaman rohaninya. Sesungguhnya setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Kita sudah diperlengkapi oleh Tuhan untuk melakukannya (Mark.16:16-18). Karena itu, pergunakanlah kuasa yang diberikan kepada kita. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan kita, sehingga mereka mengenal Tuhan dan masuk ke dalam terangNya.

Jemaat terkasih, terkait dengan kesaksian, ada hal yang cukup menarik disampaikan oleh Yohanes Pembaptis dan menjadi pegangan bagi kita sebelum kita menjadi saksi Kristus. Apakah itu? Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang dikenal banyak orang ketika itu sebagai orang yang diutus Tuhan untuk memberi kesaksian akan terang yang sudah bersinar dalam kegelapan. Namun ia mempersaksikan bahwa ia bukan terang itu! Ia bukan Mesias, yaitu orang yang resmi diutus Tuhan kepada umatNya untuk menuntun mereka kembali kepadaNya, Ia juga bukan Elia, artinya ia bukan menjadi pertanda bahwa akhir zaman sudah diambang pintu. Inilah yang disebut KEJUJURAN! Dengan pengenalan orang banyak akan dia dan kerinduan serta harapan mereka yang besar kepadanya, bisa saja dia mengaku bahwa ia adalah Mesias itu, namun itu tidak dilakukannya! Dia justru berkata: “Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” (Ay.30). Ketika kita membudayakan hidup jujur, sesungguhnya kita sudah menjadi saksi dari Kristus itu sendiri.

Yohanes mempersaksikan bahwa terang itu bersinar dan Ia telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. (Ay.32). Tuhan Yesus bertemu dengan dia ditempat ia sedang berkhotbah dan membaptis. Dia mengenali Tuhan Yesus dengan jelas sebagai Mesias yang telah lama dinantikan dan itulah puncak dari kesaksiannya. Pertanyaan sekarang adalah, apakah kita mengenal Yesus sebagai Mesias seperti Yohanes pembaptis mengenalNya? Apakah kita hanya sebagai pengikut dan tidak mengenalnya dengan jelas? Inilah momen yang baik bagi kita untuk mengenal Yesus lebih baik dan lebih dalam lagi. Jangan hanya sebagai follower atau pengikut saja. Dengan mengenal lebih dalam, baru kita bisa menjadi saksiNya. Dalam Injil ini, Yohanes menitikberatkan pemberian, yaitu hidup sejati dan kekal, yang diberikan Allah melalui Kristus. Pemberian itu sudah mulai di dunia, dan dapat dialami oleh orang-orang yang menerima Yesus sebagai jalan kepada Allah, sebagai yang menyatakan Allah, dan sebagai Pemberi Hidup. Dengan demikian saat ini, kita diarahkan dan diajak untuk mengalami sendiri KEBER-ADA-AN Yesus dalam hidup kita. Dimanakah Dia? Dia tidak jauh dari kita. Dia ada ditengah-tengah kita. Dia adalah Allah present (maha Hadir). Kita akan merasakan keberadaanNya dan memahamiNya dan mengenalNya dengan tuntunan dan ajaran Roh Kudus. Roh Penghibur yang sudah dijanjikanNya itu. Dan kembali kita diingatkan bahwa inilah kekuatan kita, inilah semangat baru bagi kita. Dalam menjalani kehidupan dengan beragam dinamika dan problematikanya, ingat dan sadarilah Allah kita sedang mendampingi kita. Dia memberikan kekuatan dan kemampuan baru bagi kita. Dan ketika kita merasakan keber-ada-an dan penyertaanNya dalam hidup kita, Beranilah Bersaksi atas DIA. Nyatakan dalam hatimu, Aku bangga menjadi Kristen! (I am Proud to be a Christian). Selamat Bersaksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Bernyanyi BE.519:1+3 “Tarbege Do Panjou ni Kristus”

   Tarbege do panjou ni Kristus torus di tano Batak i. Ise na sumeahon hosa. Ise manghophop dongan i? Hita sude, naeng ma rade Nang dilele da, Haposan ma di Debata

♫  Antong, ringgas ma lao mamboan barita ni Tuhanta i. Tu angka marga di na holom, asa dapotan dohot i. Hita sude, naeng ma rade
Nang dilele da, Haposan ma di Debata

 Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.518:1+4 “Marsinondang Dibaen Jesus” (Persembahan)

♫  Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohaNa i. Jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i. Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i

♫   Dongan, so tung mintop lampu na ringkot tu dongan i. So tung mago angka jolma dibaen halembaonmi. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

P-   Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *