KARENA IMAN KITA MENGERTI

Renungan Rabu, 10 Juni 2020

Masih ingat pelajaran ilmu alam pada saat sekolah dulu? Kita diajarkan bahwa alam semesta ini terbentuk dari ledakan besar, kemudian partikel-partikel yang ada membentuk matahari. Partikel-partikel ini mengelilingi matahari dan membentuk bumi dan planet-planet lainnya. Bumi berada di jarak yang tepat dengan matahari, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh, sehingga memiliki suhu dan cuaca yang tepat. Kemudian terdapat petir yang memberi energi sehingga terbentuk protein-protein sederhana, yang kemudian menciptakan sel-sel hidup yang baru. Sel tersebut kemudian berkembang selama jutaan tahun menjadi tumbuhan, hewan, mulai dari serangga, reptil, dan kemudian mamalia. Kemudian mamalia yang serupa kera secara kebetulan memiliki akal yang lebih pintar sehingga lambat laun menjadi manusia seperti saat ini. Semuanya dikatakan sebagai kebetulan semata. Lalu bagaimana pandangan Firman Tuhan mengenai hal ini? Firman Tuhan mengatakan bahwa alam semesta ini dijadikan oleh Allah, sehingga apa yang dapat kita lihat saat ini (entah matahari, bulan, bintang, bumi ini, bahkan tumbuhan, hewan dan juga manusia) diciptakan oleh Allah, yaitu dari apa yang tidak dapat kita lihat. Mana yang harus kita pegang? Apakah hasil ilmu pengetahuan ataukah dari Alkitab? Lebih mudah percaya bahwa Allah yang mahakuasa yang menciptakan semuanya itu, daripada berkata bahwa hanya suatu kebetulan semata kita ada di dunia ini bukan? Kita punya Allah yang mahakuasa, yang kuasaNya mengatasi apapun yang ada di alam semesta ini. Memang kita tidak melihat bagaimana Tuhan menciptakan dunia ini. Tetapi iman itu memang berbicara bagaimana kita dapat percaya terhadap sesuatu dari apa yang tidak kita lihat.

Pesan untuk kita saat ini adalah: Jika Tuhan saja mampu menciptakan alam semesta ini dari ketidakadaan dengan FirmanNya, bukankah adalah perkara yang kecil bagi Tuhan untuk senantiasa menolong kita dalam segala permasalahan?

“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” (Ibrani 11:3)

KJ.289.1-2: ”Tuhan, Pencipta Semesta”

Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;/ sungguh besar karunia yang Kauberi.

KasihMu nyata terjelma di sinar surya yang cerah, di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.

 

Doa

Ya Tuhan berikan iman yang iman yang kuat untuk memahami bahwa Engkaulah yang layak kami sembah karena Engkau menjadikan alam semesta ini. Amin

 Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *