LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 17 JUNI 2020

Bernyanyi BE.569: 569:1-2 “O Debata Tung Longang Do Rohangku”

♫  O Debata tung longang do rohangku, Molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, Manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho

♫  Di ladang di adaran dohot tombak. Marende pidong tung mansai sonang. Punsu ni dolok, sunge dohot rura, Mamaritahon sangapMi Tuhan. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikian Firman Tuhan Allah: “ …orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah yang Maha Kuasa! Berikanlah bagi kami iman yang benar, yang tumbuh dan kuat.Berikanlah bagi kami pengharapan yang hidup supaya kami bersukacita melakukan kehendakMu. Dengarkanlah doa kami ini di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.192:2-3 “O Tuhan Jesus, Raja ni Sudena”

♫  Tombak denggan do, Hauma pe denggan do. Na rumatarata i. Jesus dumenggan, Jesus gumodang, Sibaen las ni rohanta i

♫  Bulan tiur do, Bintang pe torang do, Nang mataniari pe. Jesus tumiur
Jesus tumorang, Sumurung sian i sude.

Pembacaan Alkitab WAHYU 7:1-3 dan Renungan

P–   Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

K–   Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

P-    katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

“ORANG KRISTEN DAN LINGKUNGAN HIDUP”

 Jemaat Tuhan yang terkasih,

Wahyu kepada Yohanes ini ditulis pada masa-masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya ialah untuk memberi harapan serta semangat kepada para pembacanya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan di tekan. Kitab Wahyu datang kepada Yohanes dibawah inspirasi ilahi melalui serangkaian penglihatan. Meskipun orang percaya mengalami penganiayaan, Yohanes menegaskan bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menggenapi janji-janjiNya dan melaksanakan tujuanNya dalam sejarah. Yesus Kristus akan menang atas kuasa-kuasa Setan, dan Dia akan memerintah selamanya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Nas renungan saat ini berisikan Empat orang Malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi. Keempat malaikat ini mendapat kuasa untuk merusak darat, laut dan pohon-pohon. Kemudian muncul malaikat lain dari sebelah Timur dan membawa segel dari Allah yang hidup. Dengan suara keras malaikat itu memanggil keempat malaikat yang sudah mendapat kuasa dari Allah itu, Dia mengatakan jangan dulu merusakkan darat dan laut, ataupun pohon-pohon jikalau belum memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah. Pesan malaikat inilah yang mejadi pesan kepada kita saat ini. Kita diajak kembali memahami dan menyadari keberadaan kita dan ciptaan Tuhan yang lain yang kita sebut dengan lingkungan hidup. Sesungguhnya sebagai orang Kristen kita mempercayai dan menyaksikan Allah yang menciptakan manusia dengan tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja di dunia ini (Kej.2:5-15). Dialah yang memiliki semua yang diciptakanNya. Tempat manusia bekerja adalah daratan, laut dan langit/ruang angkasa. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia ini dengan tanggung jawab penuh. Dipihak yang lain, kita juga harus memahami bahwa Karya Yesus Kristus adalah membebaskan manusia, segala ciptaan dan juga dunia ini (Kol.1:15-20; Roma 8:19-33). Apa yang kita pahami dan ketahui dari kedua hal ini? Kita menyaksikan tanggungjawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah supaya manusia itu dapat bekerja, sehat dan sejahtera (Mazmur 8:4-10). Karenanya sudah seharusnya kita menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara (Ulangan 5:20; 19-20). Kita seharusnya menentang setiap usaha yang mencemari air dan udara, juga air limbah yang mengandung racun dari pabrik-pabrik, karena tidak memedulikan saluran air limbah dan pencemaran udara, sehingga merusak air minum dan pernafasan manusia (Bnd.Maz.104:1-23; Wahyu 22:1-2).

Jemaat Tuhan Terkasih,

Pada prinsipnya setiap kita sudah diberikan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu sudah ada dan kita hanya bisa untuk menggunakannya. Tuhan telah memberikan itu semua kepada kita supaya kita bisa menggunakan dengan penuh tanggung jawab dan kewajiban kita adalah menjaganya. Dalam hubungannya dengan ekologis, saya berpikir bahwa alam ini sudah diberikan kepada manusia secara cuma-cuma, semuanya seolah-olah menjadi milik kita manusia. Oleh karena itu sudah selayaknya kita menjaga dan melestarikannya sebagai wujud dari tanggung jawab kita atas alam ciptaan. Tanggung jawab manusia terhadap alam dapat dikatakan juga sebagai bentuk wujud solidaritas manusia terhadap kosmis, manusia di dorong untuk mengambil sebuah kebijakan yang pro terhadap alam, pro terhadap lingkungan, dengan demikian kita menentang setiap tindakan yang menyakiti binatang tertentu atau memusnahkan species tertentu. Bertolak dari pernyataan tersebut kita harus merefleksikan bahwa karena kita dan seluruh alam ciptaan adalah hasil karya Allah, hendaknya kita juga menjadi seperti Allah yang adalah kasih itu. Allah telah menciptakan seluruh alam semesta dan akhirnya dia menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya sendiri (bdk Kej 1: 26-27). kiranya ini yang harus kita pegang jika kita benar-benar ingin melihat alam itu sebagai sesama yang diciptakan sama oleh Allah, dan kelebihan manusia adalah dia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Persoalan tentang lingkungan hidup adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Karena ada hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Alam akan menjaga kita jika kita juga berbuat yang baik terhadap alam, demikianpun sebaliknya, kita harus bertanggung jawab dan menggunakan alam itu dengan sebaik mungkin. Letak persoalan yang terjadi pada saat ini dengan berbagai macam bencana alam yang melanda kehidupan manusia adalah karena ulah manusia itu sendiri. Manusia kurang menggunakan alam yang ada dengan sebaik mungkin. Maka perlulah menjaga keutuhan ciptaan, dan perlu adanya suatu pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis bukan hanya kesadaran pentingnya lingkungan hidup bagi manusia, tetapi karena lingkungan hidup adalah saudara kita. Untuk itu pula perlunya pembaharuan diri untuk menjaga dan mencintai alam sebab alam merupakan sarana bagi kita untuk memuliakan Allah. Dengan mencintai alam, manusia menjadi semakin kaya dan semakin merealisasikan dirinya sebagai pribadi ekologis. Manusia semakin berkembang bersama alam, dengan segala watak dan kepribadiannya yang tenang, damai, penuh kasih sayang dan wawasan manusia akan semakin luas seluas alam. Amin.

Bernyanyi BE.783:1-2 “Tuhan Sitompa Saluhut”

   Tuhan sitompa saluhut, Ho do na marmulia i. Ndang na tarasam saluhut nilehonMi.

♫    Patar do asi rohaMi di sinondang ni ari i. Di gogo ni hauma i, nilehonMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.565:2+4 “Las Rohangku Lao Mamuji” (Persembahan)

♫   Sude jadijadianMu, laut, tano, langit i. Angka bintang dohot bulan nang mataniari i. Hauma, ladang, nang harangan, rura dohot dolok i. Saluhutna mangendehon sangap di Tuhanta i

♫   Rap ma hita mangendehon, sangap di GoarNa i. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. Sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i
I do pasadahon hita salelenglelengna i.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *