LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 24 JUNI 2020

Bernyanyi BE.9:1+3 “Hupuji Holong ni RohaMu”

♫  Hupuji holong ni rohaMu. O Tuhan Jesus Rajangki. Tu Ho hulehon ma tondingku Ai i do pinangidoMi. Huhalupahon ma diringku, Mamingkir holong ni rohaMu

♫  Huhilala ingkon martuhan, Ingkon mangolu au di Ho. Ndang jumpang au be hangoluan, Aut unang dipatupa Ho. Sai Ho do paradiananhu, Sai gok di Ho nama langkangku.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga! Berilah kepada kami hati yang kudus, pikiran yang baik dan jiwa yang sungguh melakukan pekerjaan yang baik. Berilah kami damai agar kami merasa aman dan tenteram di dalam perlindunganMu. Kiranya kami senantiasa berpegang pada firmanMu dalam hidup rumah tangga dan keluarga kami. Jaga dan kuatkanlah kami di dalam Yesus Kristus Tuhan Kami, Amin.

Bernyanyi BE.723:1-2 “Tu JoloM o Tuhan”

♫  Tu joloM O Tuhan sahat ma diringkon, Pangke ma au hombar tu lomoM. Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon ndang mararga be i. (Ref.) Tung pogos pe dison manang sonang tahe, marsigantung tu Ho sasude. Holan Ho huihuthon ndang be diringkon, togutogu ma tu na ture.

♫  Tu joloM O Tuhan sai gara rohangkon. Tung unduk do mangoloi Ho. TondiMi ma tongtong margogoihon au on, mangulahon lomo ni rohaM. (Ref.) Tung pogos pe dison …

Pembacaan Alkitab KIDUNG AGUNG 8:5-7 dan Keterangan

P–   Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

K-   Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

P–   Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

“MEMBANGUN KELUARGA BAHAGIA”

Jemaat Tuhan yang terkasih,

Menurut data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama tahun 2011 tingkat perceraian di Indonesia tiap tahun selalu meningkat. Menurut data terakhir, angkanya mencapai 10%, artinya, 1 dari 10 pasangan berakhir cerai. Tanpa melihat data statistik pun sepertinya kita tidak heran dengan fakta ini. Berita cerai kini makin sering masuk ke ruang keluarga. Jika diuraikan lebih rinci, penyebab utama perceraian (51%) adalah masalah ekonomi, seperti suami lari dari tanggungjawab. Penyebab kedua (32%) adalah ketidakharmonisan – perselisihan yang terus menerus dan tidak bisa didamaikan lagi. Penyebab ketiga (11%) masalah orang ketiga, selingkuh dan cemburu. Selebihnya adalah masalah-masalah kecil yang persentasenya tidak begitu banyak. Pernikahan di antara orang Kristen pun tidak sedikit yang mengalami permasalahan dalam rumah tangga yang kemudian berujung kepada perceraian. Walaupun di pihak lain gereja tidak merestui perceraian tersebut, namun banyak keluarga Kristen yang telah pisah rumah dan bahkan cerai secara diam-diam.  Dengan kenyataan tersebut di atas, orang Kristen harus lebih berjuang dan sungguh-sungguh dalam membina keluarga bahagia dan nas renungan saat ini merupakan awalan yang baik untuk sampai kepada keluarga bahagia.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kitab Kidung Agung berbicara tentang Cinta Kasih. Ditulis oleh Raja Salomo. Beliau memiliki bakat dan nilai seni yang sangat kuat. Menggunakan gaya bahasa, puisi dan sajak yang indah pada saat itu. Salomo juga telah menggubah 3000 Amsal dan membuat 1005 nyanyian (I Raj. 4: 32). Inti berita kitab ini adalah cinta kasih yang sejati antara laki-laki dan perempuan. Salomo dengan Gadis Sulam yang hitam manis (1:5). Ada tafsiran yang mengatakan: mulanya gadis tersebut adalah pegawainya, gadis desa yang sederhana. Tetapi pada akhirnya menjadi istri Salomo. Salomo mengungkapkan/ menyakinkan cintanya pada gadis itu dengan saling memuji menyatakan kerinduan dan cinta. Inilah yang menjadi latar belakang kalimat: CINTA KUAT SEPERTI MAUT (8: 6). Nas ini mengungkapkan cinta yang dijunjung begitu rupa, diletakkan dan diekpresikan dari hati dengan kalimat: “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu…. Kegairahan gigih seperti dunia orang mati…” (ay. 6). Penggunaan kata “meterai” mengandung pengertian tentang kepemilikan yang sah. Cinta yang telah dimiliki tidak dapat dibeli atau ditukar dengan apapun.

Jemaat yang Terkasih,

Cinta adalah dasar sebuah relasi. Cinta bukan sebuah teori atau pemanis karena terdapat unsur kepemilikan, hanya maut yang dapat memisahkan, karena itu harus dijaga dalam kekudusan. Cinta mudah disebutkan tetapi bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bahkan Salomo pun yang begitu cakap menuliskan puisi indah tentang cinta, pada akhirnya gagal melakukan puisi cintanya itu. Tentunya, ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Namun ada teladan sebuah Cinta sejati yang paling tepat untuk menggambarkan kalimat “CINTA KUAT SEPERTI MAUT” yaitu cinta kasih TuhanYesus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Itulah sumber cinta yang kekal dan abadi. Cinta kasih yang sungguh rela berkorban demi yang dicintai. Cinta yang tulus iklhas, tidak pamrih dan tak pernah ingkar, cinta kasih yang kudus. Cinta sejati yang selalu memberi makna dalam setiap kehidupan yang dicintai. Demikianlah Allah mencintai manusia dengan“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”(Ratapan 3: 22-23). Melalui Firman Tuhan saat ini, biarlah cinta kasih Tuhan yang sejati mendasari dan menjadi sumber cinta kita kepada pasangan kita, keluarga kita, juga kepada sesama manusia. Cinta Tuhan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Cinta yang rela berkorban, tulus ikhlas, tidak pamrih, tidak mendendam, bahkan dapat mengampuni. Mari kita temukan dan belajar dari cinta kasih Tuhan ini. Niscaya lambat laun cintaNya yang besar menguasai, mengalir dalam dan melalui kehidupan kita serta dirasakan oleh sesama. Dicintai untuk mencintai. Amin!

 Bernyanyi BE.159:3-4 “Martua Dongan Angka Na Sabagas”

   Martua na saripe, pangajari Di anakkonNa, asa tong burju. Na so marpansohotan ganup ari, tumangiangkon angka i tutu. Tu Tuhan Jesus asa sai Ibana Mamasumasu sasudena i, huhut dilehon asi ni rohaNa Manogihonsa tu lambungNa i

♫    Martua dongan, angka na sajabu Parlas ni roha di bagasan Ho.
O Jesus na ringkot mamasumasu angka na holong roha i di Ho
Martua ma tutu sude nasida Nang di na songgop hasusaan pe.
Ai sai diapul Ho rohanasida Paima ditogu Ho tu jabuMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.792:4 “Pasupasu Hami O Tuhan” (Persembahan)

♫   (Ref.) Pasu-pasu hami o Tuhan sai usehon dameM i, Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoM i. Di portibi on, baen ma au Tuhan, siradoti haholongon. Togutogu ma hami on Tuhan, marparange na denggan. (Kembali ke Ref.)

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *