CARA HIDUP YANG SIA SIA

Renungan Rabu, 24 Juni 2020

Tidak ada satupun diantara kita mau melakukan sesuatu yang sia-sia, bukan? Tetapi, sadar atau tidak sadar, kita pernah melakukan hal yang sia-sia di dalam hidup ini. Memang penilaian kesia-siaan itu adalah dari Allah, namun disamping itu kita perlu menanyakannya kepada Allah. Apakah perbuatan dan tindakan kita itu berkenan bagiNya atau tidak? pesan ini merupakan hal yang harus kita sadari di dalam hidup kita. Ada banyak perbuatan kita yang mungkin kita anggap benar ternyata salah bagi Allah, maka ujilah perbuatannya dan sikapmu menurut kebenaranNya dan kesetiaanNya di dalam hidupmu. Mungkin perasaan kita dekat dengan Allah ternyata kita sudah jauh dari padaNya. Untuk mengembalikan itu semua maka kita harus mau dihancurkan, maksudnya adalah seperti tukang periuk yang menghancurkan Periuk yang tidak baik dan membuat kembali yang baru. Dihancurkan berarti meninggalkan dan menanggalkan kebiasaan lama yang tidak berkenan bagi Allah.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas” (1Petrus 1:18)

BE.697:4  ”Molo Ho Do Huihuthon”

Marparange na badia ma au di adopanMi. Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi.
Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au. Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au.

Doa

Ya, Bapa di Surga, berilah aku kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkan pola hidupku yang sia-sia dan kembali menjalani apa yang Engkau inginkan aku lakukan dalam hidupku, melalui Yesus Kristus dengarlah doaku ini. Amin

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *