RASA SPESIAL BERLEBIHAN

Renungan Senin, 29 Juni 2020

Ada sisi gelap kejiwaan, yang sadar atau tidak, ada pada kita, yakni rasa spesial yang berlebihan, seperti Narsisme (mencintai diri sendiri), Selfish (ego berlebihan); Arogan; Pride (terlalu bangga). Yohanes sendiri terindikasi masuk ke kondisi ini. Dalam Injil Markus 9:38 Yohanes terlihat sangat bangga dengan keberadaan kelompoknya. Memiliki Guru hebat, yakni Yesus Kristus  dengan pengajaran yang luar biasa disertai tanda mujizat. Dia memiliki intensitas komunikasi di atas rata-rata dan menyaksikan tanda-tanda mujizat. Bukankah kita akan merasa bangga bila kenal dekat dengan seorang kenamaan dan tidak semua orang dapat berada pada posisi seperti kita, bukan? Dengan kelebihan seperti itu, manusia manapun dapat merasakan perasaan yang seperti yang dirasakan oleh Yohanes. Merasa spesial memang wajar namun bila perasaan spesial telah sedemikian besar sehingga membuat hati tidak lagi dapat memahami maksud pekerjaan Tuhan, maka perasaan spesial itu telah menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Kristus sendiri menjawab kondisi ini dengan mengatakan, kuasa Tuhan hanya dapat bekerja pada orang yang percaya kepadaNya. (Ay.39) Bilamana orang tidak menghambat pekerjaan Tuhan, bahkan justru menjadi percaya dan dengan sukarela membantu pekerjaan Tuhan, maka orang tersebut berada pada pihak Tuhan dan baginya Tuhan menjanjikan upah yang layak. (Ay.40-41). Dengan demikian kesimpulan dari firman Tuhan tersebut ialah merangkul sebanyak mungkin orang untuk dapat berkerjasama dalam memperluas Kerajaan Tuhan. Oleh sebab itu perasaan spesial yang berlebihan harus disingkirkan.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” (Markuas 9:41)

 KJ.249:3  ”Serikat Persaudaraan”

Dan masing-masing kamu pun dib’ri anugerah. supaya kamu bertekun dan rajin bekerja. Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan. Jemaat menurut firmanNya berkasih-kasihan.

Doa

Ya Tuhan Allah, jadikan aku menjadi pribadi yang tidak membanggakan segala sesuatu yang ada padaku secara berlebihan dan ajarlahlah aku melalui RohMu untuk menjadi pribadi yang rendah hati.Amin

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *