SALING MEMBASUH KAKI

Renungan Selasa, 30 Juni 2020

Kisah Tuhan Yesus membasuh kaki para muridNya, hanya dicatat dalam Injil Yohanes. Peristiwa ini terjadi selama perjamuan terakhir, sebelum Tuhan Yesus di tangkap dan disalibkan. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus membuktikan kerendahan hatiNya yang Agung. Dan ini memiliki beberapa makna, yakni: demonstrasi kasih yang sempurna; Simbol pembersihan dosa di kayu salib dan teladan hidup orang Kristen. Dan dalam renungan saat ini Tuhan Yesus meminta para muridNya dan kita untuk melakukan hal yang sama. Bagaimana? Membasuh kaki orang lain jelas tidak mungkin menimbulkan kebahagiaan bagi kita, karena kedagingan dan keegoan kita pasti memberontak. Bagaimanapun, terlepas dari apapun perasaan kita, kita tetap diberkati Allah. Supaya lebih tepat, fakta bahwa kita diberkati Tuhan seharusnya akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita. Secara kedagingan kita merasa sakit, tetapi secara rohani kita bersuka cita. Karena itu, mari memasuki hidup yang saling “membasuh kaki” dengan hidup merendahkan diri.

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu” (Yohanes 13:14)

BE.481:2  ”Godang Dope Siguruhononmi”

Tuhanta Jesus tiruanmu do. Na holong roha di au nang di ho. Ai diseahon do diriNa i. Singkatta lao tu . hamatean i. Ndang na dialang holong roha i. Ai naeng di hita hangoluan i.

Doa

Ya Tuhan Yesus, ajar aku untuk ikut teladanMu yang Agung untuk menjadi rendah hati kepada sesama. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *