LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 01 JULI 2020

Bernyanyi BE.453:3-4 “Sada Goar na Umuli”

♫   Sipalua do goarMu, saut malua tondingki. Nasa rante ni sibolis ingkon sega baenon nii. goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

♫   Sai endehon ma goarNa, burju hatindangkon i, Paima sahat hita sogot lao sumomba Tuhan i. . goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dan Ia akan bertindak.

K- Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan nantikan Dia. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, sebab Tuhan mencintai hukum dan Ia Tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya

P-  Marilah Kita berdoa! Ya Tuhan Allah! Kasihanilah kami, karena kami tidak dapat berbuat sesuatu apapun kalau Tuhan tidak bersama dengan kami. Berilah hal-hal yang rohani bagi kami supaya kami dapat melakukan kehendakMu. Sertailah kami supaya kami bersama dengan Tuhan melalui FirmanMu, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.123:1+3 “Ale Dongan na Saroha”

♫  Ale dongan na saroha Manjalahi dame i Dompak Jesus tapasada Holong ni rohanta i Ai Ibana do ulunta Hita do ruasNa i. Tuhan Jesus do gurunta Hita siseanNa i.

♫  Sai pasada ale Tuhan Angka na porsea i Asa masihaholongan Songon na pinatikMi Dibagasan hasintongan I do pinangidoMi Sai padomu angka dongan Na tutu sinondangMi.

Pembacaan Alkitab ROMA 15:7-13 dan Keterangan

P–   Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

K-   Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,

P-   dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”

K-   Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”

P-   Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

K-   Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

P-   Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

K-   Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.

P-   Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu

“PERLUNYA ORANG KRISTEN SALING MENERIMA”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kekristenan bertumbuh begitu hebat di kota Roma. Orang-orang Kristen disana begitu menyadari panggilan mereka sebagai orang yang telah dikhususkan. Namun di dalam pertumbuhan itu muncul masalah yang cukup tajam yaitu perbedaan Yahudi dengan non-Yahudi, dan orang bersunat dengan tak bersunat. Selain itu kekristenan juga menghadapi tantangan yang sangat berat dari pemerintah Romawi. Dalam situasi itulah, Paulus menekankan kepada mereka pentingnya kerukunan, dimana mereka boleh saling menerima. Paulus menegaskan agar kerukunan itu dimulai dari hidup persekutuan orang-orang percaya. Hidup di dalam kerukunan akan memberikan sukacita dan damai sejahtera bagi kehidupan manusia.

Jemaat yang Terkasih

Satu hati dan satu suara memiliki standar, dimana seluruh tindakan adalah untuk kemuliaan Allah. Karena itu, yang mendasar dalam memuliakan Tuhan adalah dimana setiap orang boleh saling menerima. Kristus telah melakukan itu dengan menerima setiap orang, bahkan sekalipun orang itu berdosa. Kristus mengampuni setiap orang yang berkenan datang kepadaNya yang menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Semuanya menjadi satu di dalam penebusan Kristus, tidak ada lagi orang bersunat dan tak bersunat, yang kuat dan lemah, tetapi semua bersatu dalam memuliakan Tuhan. Setiap orang memang memiliki kekurangan tetapi hendaklah saling menerima. Orang yang belum dapat menerima orang lain, berarti orang itu belum mengimani kematian Kristus sebagai penebusan dosanya. Kesatuan di dalam persekutuan Tuhan bukan berdasarkan demokrasi tetapi saling menerima. Itulah satu hati dan satu suara dalam memuliakan Tuhan. Kesatuan di dalam Kristus akan menjadi teladan terhadap sekitarnya. Keteladanan itu akan membuat bangsa atau orang lain terpanggil untuk memuliakan Tuhan. Adalah tugas setiap orang percaya untuk membawa jiwa memuji dan memuliakan Tuhan. Bukan hanya manusia yang telah bergabung dalam komunitas Kristus tetapi hendaklah semua memuji Tuhan. Sikap menjadi sebuah teladan yang tepat untuk menyatakan kabar baik bagi setiap orang. Tuhan memang menciptakan kita dengan berbagai perbedaan; asal daerah, profesi, tingkat ekonomi, bentuk badan, hobi, suku, marga, kulit, status. Tetapi Kristus tidak menghendaki perbedaan itu memisahkan yang satu dengan yang lain. Perbedaan justru menjadi sebuah keindahan di dalam hidup manusia bila kita memahami maksud Tuhan. Jika perbedaan itu kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan maka hidup itu menjadi indah.

Jemaat yang Terkasih,

Sebagai anggota jemaat Tuhan, kita harus berusaha untuk menciptakan kerukunan satu sama lain, supaya gereja tetap kuat dan kokoh.  Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda  kita adalah satu, “…sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh,”  (1Kor.12:12).  Jadi kita harus menerima dan memperlakukan orang lain sebagai saudara, sebagaimana Kristus telah menerima dan melayani jiwa-jiwa tanpa pandang bulu,  “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”  (1 Korintus 12:25-26).  Keadaan ini tidak akan menjadi kenyataan bila kita tidak menjadikan Kristus sebagai satu-satunya teladan dalam hidup ini.  Kita tidak mungkin dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang lain apabila hubungan kita dengan Tuhan juga tidak baik. Amin.

Bernyanyi BE.650:1+8 “Dipasada HolongNa i”

  Dipasada holongNa i, saluhut na porsea i. Na tarjou tu sada panghirimon i, songon daging ni Kristus i.

♫    Rap masiurupan ma, di bagasan holongNa i. Taradoti hasadaon ni Tondi i, pinadomu ni dame i

 Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.658:1-2 “Tu Portibi on na Rundut” (Persembahan)

♫   Tu portibi on na rundut borhat ma ho. Galak bahen palitomu sai dungo ho. Boan sondang tu na holom mangurupi na mardangol. I do barita na uli ni Kristus i

♫     Taradoti hasadaon ni ruas i. Talului birubiru na mago i. Hata ni Tuhan Jahowa do pasada houm nang hata. Sian sude partingkian tu Debata

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karun ia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *