KEBODOHAN TERBESAR

Renungan Jumat, 31 Juli 2020

Saudara terkasih, tahukah anda bahwa menyimpan kebencian adalah kebodohan terbesar? Seperti apa kebodohan tersebut digambarkan: Pertama, Membenci orang lain itu seperti membakar rumah anda sendiri untuk menyingkirkan tikus yang mengganggu anda, Kedua, Membenci orang lain itu seperti membiarkan luka terus menganga, tanpa pernah mau disembuhkan, Ketiga, Membenci orang lain itu seperti seorang yang dengan rela dan sukacita jika harus mati bersama-sama dengan orang yang dibencinya. Kenapa kita masih membenci? Ego kita! Itu sebabnya setiap hari adalah perjuangan untuk menaklukkan ego kita dan meletakkannya di bawa kaki Kristus. Karena itu ingatlah: Tidak ada orang yang lebih merdeka, dibandingkan mereka yang berani melepaskan pengampunan kepada orang yang melukainya. Amin.

“Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.” (Imamat 19,17)

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

JANGAN BIARKAN …

Renungan Kamis, 30 Juli 2020

Saudara terkasih, Penempatan tradisi agama dan adat berdampingan dengan iman Kristen sering kali menjadi perdebatan seru karena masing-masing pihak tidak memiliki standard yang sama. Manakah yang seharusnya ditempatkn lebih tinggi? Demi kebaikan bersama sering kali terjadi kompromi dengan meniadakan standar kebenaran dan sebaliknya mengatakan “asalkan semua pihak merasa puas dan senang dan tidak satu pihak pun yang dinomorduakan. Apakah ini dapat dibenarkan? Paulus rupanya melihat masalah ini dalam jemaat Kolose. Kota Kolose adalah tempat tempat bertemunya berbagai tradisi dan kebudayaan sehingga berpeluang melahirkan berbagai ajaran yang dapat mempengaruhi kekristenan di Kolose. Nampaknya ditengah-tengah jemaat berkembang berbagai ajaran yang bertentangan bahkan meremehkan ajaran Kristus dan menggagalkan kepastian iman. Mereka tetap diikat dengan larangan tertentu yang menyesatkan. Oleh karena itulah Paulus memberikan peringatan yang tegas dan keras kepada jemaat yang telah mengenal dan hidup dalam Kristus agar mereka tidak terbawa arus. Kata-kata kerja yang dipakai Paulus menunjukkan bahwa status mereka yang baru harus dihidupi dengan mempertahankan iman dalam segala aspek kehidupan bukan dengan kekuatan sendiri tetapi hidup dalam anugrahNya. Hidup dalam Dia berarti dimampukan hidup KUDUS, benar dan tidak bercela karena seluruh kepenuhan ALLAH yang ada didalam Dia. Semua peristiwa yang dialamiNya sebagai manusia telah menghidupkan kita di dalam penebusanNya. Inilah iman kita bahwa didalam Dia kita telah menyalipkan kehidupan lama dan dibangkitkan sebagai manusia baru yang telah diperbaharui didalam Dia.

“Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi.” (Kolose 2,18)

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

HARTA DALAM BEJANA

Renungan Rabu, 29 Juli 2020

Kita ini penuh kelemahan, tapi jika kita mengijinkan Tuhan berkarya dalam hidup kita, Ia sanggup mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan. Keberadaan kita tidak lebih dari bejana tanah liat yang mudah sekali retak, cacat dan pecah, tapi bila kita benar-benar mempercayakan hidup ini kepada Tuhan, Dia akan membentuk kita sesuai dengan kehendak dari rencana-Nya. Di dalam Alkitab banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang membangkitkan iman kita, di mana Tuhan dengan kuasa-Nya yang tak terbatas sanggup memakai orang-orang biasa, tidak sempurna, punya banyak kelemahan dan keterbatasan. Kita ini memang penuh keterbatasan, namun yakinlah bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam nama Yesus Kristus memiliki kuasa yang tidak terbatas.  Dia tidak pernah bisa dibatasi oleh keterbatasan kita!  Akuilah dengan jujur kelemahan-kelemahan kita di hadapan Tuhan dan tetaplah mengucap syukur apapun keadaan kita, sebab  “…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”  (Roma 8:28).  Dengan kelemahan yang ada kita diajar untuk bergantung kepada Tuhan, melekat kepada-Nya dan tetap punya kerendahan hati.  Hal ini mencegah kita untuk mengandalkan kekuatan sendiri dan menjadi sombong.  Jangan sampai kita terus terintimidasi Iblis yang selalu membesar-besarkan kelemahan kita;  sebaliknya, lawanlah itu dengan memperkatan firman Tuhan.

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (Pengkhotbah 11,2)

Lagu Rohani: “Bagaikan Bejana”

Bagaikan bejana siap dibentuk Demikian hidupku di tanganMu Dengan urapan kuasa RohMu Ku dibaharui selalu. Jadikan ku alat dalam rumahMu Inilah hidupku di tanganMu Bentuklan sturut kehendakMu Pakailah sesuai rencanaMu. Ku mau sperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu Dalam segnap jalanku, memuliakan namaMu

Doa

Ya Allah, bentuklah aku seturut kehendakMu dan ajarlah aku untuk selalu memuliakan namaMu.

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

BEKERJA DAN BERGUNA BAGI YANG LAIN

Renungan Selasa, 28 Juli 2020

Kita hidup bukan sekedar punya mulut dan perut untuk di isi tapi punya martabat dan hati nurani yang perlu diaktualisasikan, siapa kita dan menjadi apa kita. Untuk apa kita bekerja? bekerja adalah aktualisasi diri. Mengapa manusia bekerja ? karena Tuhan sendiri bekerja. Tiap pagi Tuhan membangunkan dengan surya, tiap petang Ia menidurkan senja, Ia meniupkan nafas, Ia meneteskan hujan, Ia memberi semangat, Ia memberikan hasil. Tuhan bekerja sampai sekarang, karena Tuhan kita bekerja maka kita pun harus bekerja. Ketika ada kesempatan untuk bekerja dan berusaha jangan merasa cukup atau puas dengan satu perkerjaan atau satu usaha saja. Dengan beberapa pekerjaan dan usaha yang dikerjakan selain berguna untuk diri sendiri tetapi juga berguna bagi orang lain dalam arti tercipta lapangan pekerjaan yang baru dan pemasukan hasil bagi orang lain juga. Namun ada hal yang perlu diperhatikan sesibuk apapun kita bekerja, berilah kesempatan, waktu dan utamakan Tuhan. Marilah kita bekerja dengan setia dan bertanggungjawab, jangan karena ada tuan/ pimpinan baru serius bekerja, tetapi bekerjalah dengan sukacita karena kegembiraan kerja turut mempengaruhi motivasi, konsentrasi, kreativitas, dan produktivitas kerja. Kerja adalah ibadah lakukanlah dengan benar yang berkenan bagi Tuhan.

“Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.” (Pengkhotbah 11,2)

BE.127,1 “Lam Gogo”

Lam gogo, lam gogo, Lam gogo mardalan ho. Sion tu banua ginjang Nang satongkin unang so
PalitoM baen marsinondang, Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo

Doa

Ya Allah Bapa, ajar dan bimbinglah aku mengaktualisasikan diri dalam bekerja dan mampu berbagi dengan orang lain. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 29 JULI 2020

Bernyanyi BE.565:1+4 “Las Rohangku Lao Mamuji”

♫  Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i. Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i. Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen asiMi, Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanki

♫   Rap ma hita mangendehon, sangap di GoarNa i. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. Sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i. I do pasadahon hita salelenglelengna i

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikianlah Firman Tuhan Allah: “ ….orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!”. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa Kami yang Maha Pengasih! Kami berkumpul ditempat ini memohon dari segenap hati kami: Kuatkanlah iman kami agar dapat memiliki cara hidup yang baik sesuai dengan kehendakMu. Jaga dan peliharalah kami sampai pada akhir hidup kami, oleh karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.25:1-2 “HataMi Ale Tuhanku”

♫  HataMi ale Tuhanku Arta na umarga i. Sai paian di rohangku Unang so hutiop i. Molo so be sitiopan Hata na badia i. Aha nama haojahan Ni haporseaon i?

♫  Ale Jesus sai matahon Sai ramoti ma au on. Asa hot haporseaon Di bagasan rohangkon. Sai paringgas ma rohangku Mangoloi di hataMi
Asa mauas di podaMu Songon si Maria i

Pembacaan Alkitab dan Renungan: KISAH PARA RASUL 5,1-11

P–   Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.

K–   Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

P–   Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

K–   Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

P–   Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

K–   Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

P–   Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

K–   Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”

P–   Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”

K–   Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

P–   Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

“HATI-HATI BUDAYA KORUPTIF DAN PELIT”

Jemaat Terkasih,

Jemaat Terkasih,Jika memperhatikan cara hidup jemaat mula-mula, mungkin kita dibuat malu.  Mengapa?  Karena jemaat pada zaman rasul-rasul memiliki hati yang mau berbagi.  Mereka suka memberi persembahan, rela menjual harta kepunyaannya untuk dipersembahkan kepada rasul-rasul dan kemudian dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya sehingga “…tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka;”  (Kisah 4:34a). Bahkan dikisahkan ada seorang yang bernama Yusuf dan para rasul memanggilnya Barnabas, orang Lewi dari Siprus, jauh-jauh datang untuk memberikan persembahan hasil menjual ladang.  Jumlah uang yang dipersembahkan pasti sangatlah besar dan itu sangat berarti bagi orang-orang yang membutuhkan. Melihat ada orang asing yang sangat kaya membawa persembahan yang banyak dari hasil menjual tanah mendorong Ananias dan Safira untuk turut pula menjual sesuatu yang mereka miliki.  Tapi sayang, dengan sepengetahuan isterinya, Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lagi dibawa dan diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Ananias dan Safira mungkin berharap bahwa persembahan mereka mendapat perhatian dan juga pujian dari jemaat. Namun rasul Petrus tahu isi hati mereka: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?  Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu?  Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kisah 5:3-4). Ananias dan Safira telah melakukan penipuan.  Penipuan adalah dosa! Tidaklah salah menahan sebagian hasil penjualan dan uangnya mereka gunakan untuk kepentingan sendiri.  Namun, adalah bohong besar jika mereka mengatakan telah memberikan semua yang mereka miliki. Mereka lebih menginginkan pujian dari manusia daripada takut akan Tuhan. Bagi mereka reputasi diri sendiri sangatlah penting. Dan pada akhirnya Ananias dan Safira harus menanggung akibat dari kesalahannya sendiri

Setelah memperhatikan dengan seksama kisah Ananias dan Safira, setidaknya ada Empat hal yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari, yaitu: Pertama: Pasangan suami dan istri boleh bersepakat (bahkan baik untuk bersepakat), tapi jangan salah dalam membuat kesepakatan. Jika suami istri ingin bersepakat, bersepakatlah dalam kebenaran (Matius 18:19-20). Kedua: Jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk memasuki hati kita Sebaliknya, kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9). Ketiga: Jangan berdusta, apalagi mendustai Roh Tuhan. Keempat, Jangan Pelit! Pelit adalah sifat buruk yang tidak boleh dimiliki oleh orang Kristen, karena kikir justru akan membawa seseorang kepada kekurangan, bahkan kemiskinan. Tuhan menghendaki agar kita memiliki sifat murah hati. Orang yang murah hati, yang suka menolong orang lain yang hidup dalam kekurangan atau kesusahan akan mengalami kelimpahan berkat dari Tuhan.  Tertulis:  “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,”  (Amsal 11:25a).  Kunci mengalami kelimpahan bukanlah dengan menghemat begitu rupa, tapi bermurah hati, sebab kapasitas untuk menerima dari Tuhan bergantung penuh dari kapasitas untuk memberi.  Jadi kita baru dapat mengalami kelimpahan apabila kita bermurah hati.  Orang yang murah hati akan menuai banyak  (baca 2 Korintus 9:6), sebab tidak mungkin ada tuaian apabila tidak ada benih yang ditabur. Orang yang murah hati menabur banyak.  Itulah sebabnya ia akan menuai banyak juga. Amin.

Bernyanyi BE.255:1 “Holan Sada Do Na Ringkot”

   Holan sada do na ringkot Jesus lehon i di au. Manang aha pe na dapot ndang tuk pasonanghon au. Nang arta nang sangap sude hamoraon
Ndang tau mangalehon di au hasonangan. Alai molo dapot na sasada i. Tongtong las rohangku hinorhon ni i

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.660:1-2 “Bege Ma Tuhan I” (Persembahan)

♫   Bege ma Tuhan i, na joujou i. Sai unang jua i, mansai sonang do i
Beta hita lao mangula tu ladang ni Tuhan i. Dijou Tuhanta ho tu gotilon i. Pelehon ma ngolumi mangoloi Tuhan i. Lao mangula di HarajaonNai

♫  Oloi ma Tuhan i mansai uli do i. Porsan ma silangmi, mansai sonang do i. Beta hita d.u …

 Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Dibuat oleh: Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh

TERUSLAH BELAJAR

Renungan Senin, 27 Juli 2020

Selama kita hidup, sesungguhnya tidak ada istilah berhenti untuk belajar. Tidak hanya menuntut ilmu secara formal di sekolah, lebih penting lagi belajar di ‘sekolah kehidupan’ yaitu belajar dari pengalaman/kegagalan di masa lalu, belajar dari keberhasilan orang lain, belajar untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain dan seterusnya, terlebih lagi belajar untuk mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita. Setelah kita mengetahui apa panggilan Tuhan dalam hidup kita, kita perlu menyiapkan diri, dan persiapan itulah yang dinamakan belajar. Seperti dikatakan Salomo, untuk memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan memperoleh pengenalan akan Dia, kita harus ‘mencari’ dan ‘mengejar’nya; ada usaha yang keras dan tekun untuk belajar. Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk belajar, meneliti dan merenungkan kebenaran firman Tuhan, seBanyak itu pula hikmat, pengetahuan dan kebaikan yang kembali kepada kita. Bila kita hanya menyediakan sedikit waktu atau hanya sekIlas saja kita belajar tentang firman Tuhan, maka hikmat, pengertian dan kebaikan yang kita peroleh pun juga hanya sedikit. Jadi janganlah kita sekedar mendengarkan kotbah, tetapi renungkanlah itu; jangan cuman membaca firman Tuhan sambil lalu atau asal saja, tetapi galilah isi firman itu sedalam-dalamnya hingga kita beroleh pengertian dan memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan. Jangan heran bila ada orang yang lebih berhikmat dan hidupnya dipakai Tuhan; itu karena mereka telah membayar harga yaitu memberi banyak waktu untuk bersekutu, membangun keintiman dan merenungkan firman Tuhan, sehingga Roh Kudus menyingkap hal-hal baru.

“Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu” (Amsal 2,1)

BE.232,1 “Sian Sude Parulian na Arga”

Sian sude parulian na arga. Sada huboto hutiop tongtong. Jesus Tuhanku Ho arta na arga. Na mangatasi sudena antong. Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa. Sai pangasahon ma bagabagaNa

Doa

Ya Allah Bapa, berikan aku pengertian dan kemampuan untuk merenungkan firmanMu setiap hari, Amin.

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 26 JULI S/D 01 AGUSTUS 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN

  1. Tiara Napitupulu, 26-07-1949, 71Th, PARLUASAN
  2. Leonard Pasaribu, 26-07-1979, 41Th, ALAB DAME
  3. Drs Bertua Sinambela M.Pd, 27-07-1961, 59Th WONOSARI 2
  4. Johannes Raja Sijabat, 27-07-1973, 47Th KAMPUNG KRISTEN
  5. Tungket A S Panggabean, 27-07-1974, 46Th, TELADAN/WONOSARI 1
  6. Purnama Siagian, 27-07-1978, 42Th, ALAB DAME
  7. Tessalonika Putri Setiawati Nainggolan SP, 27-07-1995, 25Th, WONOSARI 3
  8. Rouli Siagian, 27-07-2002, 18Th, KAMPUNG POLRI
  9. Greace Marpaung, 27-07-2005, 15Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
  10. Lilis Pratiwi Tamba, 27-07-2005, 15Th, ALAB DAME
  11. Ruben Baraja Simorangkir, 27-07-2006, 14Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
  12. Maringan Nelson Malau, 28-07-1966, 54Th, WONOSARI 3
  13. Julyanto Ronatama Doloksaribu ST, 28-07-1973, 47Th, WONOSARI 2
  14. Antonius Yosua H.M Napitupulu, 28-07-1992 28, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
  15. Djunter Pardomuan Hutagaol. 29-07-1966, 54Th, WONOSARI 2
  16. Iwanri Pangihutan Hasibuan, 29-07-1995, 25Th, KAMPUNG KRISTEN
  17. Yon Manuel Sijabat, 29-07-1997, 23Th, ALAB DAME
  18. Rotua Sianipar, 30-07-1971, 49Th, TELADAN/WONOSARI 1
  19. Ida Julianta Pakpahan, 30-07-1994, 26Th, WONOSARI 3
  20. Davith Monang Samurai Hutagaol, 30-07-1998, 22Th, WONOSARI 2
  21. Joshua Sahat Samurai Hutagaol, 30-07-1998, 22Th, WONOSARI 2
  22. Rivaldo Juniver Bertua Simorangkir, 30-07-2002, 18Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
  23. Lamriani Sagala, 31-07-1974, 46Th, KAMPUNG KRISTEN
  24. Gishela Ayunda Sijabat, 31-07-2012, 8Th, WONOSARI 3
  25. Sonti Sianipar, 01-08-1950, 70Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
  26. Raya Erlina Siagian, 01-08-1981, 39Th, KAMPUNG KRISTEN
  27. Bambang Gus Pendo Sibarani, 01-08-1986, 34Th, KAMPUNG POLRI
  28. Jeni Agustino Ronaldi Sihaloho, 01-08-1992, 28Th, KAMPUNG KRISTEN

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Selamat Silaban / Sinur Simatupang, 26-07-1982, 38Th, TELADAN/WONOSARI 1
  2. Martua Sitindaon / Derliana br Sitohang, 29-07-2005, 15Th, KAMPUNG KRISTEN
  3. Ninkon Boy Sirait / Magdalena Simanjorang, 29-07-2009, 11Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
  4. Botman Sari Ngolu Nababan / Timanur Nadeak. 30-07-2015, 5Th, TELADAN/WONOSARI 1
  5. Boslen Manata Pardede / Dumase Sianturi, 31-07-1998, 22Th, WONOSARI 2

BERKAT TAK TERDUGA

Renungan Jumat, 24 Juli 2020

Kita tahu, bagi kita yang bekerja, kita akan menerima dari apa yang kita kerjakan. Ini dapat kita kategorikan berkat yang sudah diduga. Namun, Alkitab mencatat ada berkat yang tidak terduga, yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul dalam hati. Kitab Korintus menyatakan Tuhan menyediakan berkat tidak terduga bagi orang-orang yang mengasihi Dia (ay.9). Orang yang mengasihi Tuhan, adalah orang yang penuh gairah dan gelora cinta dengan Tuhan. Orang yang detak jantungnya tertuju kepada Tuhan. Ciri orang yang cinta Tuhan adalah ia sangat bergairah melakukan kehendak Tuhan. Ia selalu ingin menyenangkan hati Tuhan. Tidak akan merasa berat melakukan apapun untuk Tuhan. Tuhan suka dengan orang yang seperti ini. Bila berkat yang sudah kita duga sepertinya sangat terbatas, percayalah masih ada berkat tak terduga yang Tuhan siapkan. Mari kita senantiasa melakukan kehendak Tuhan dengan penuh gairah dan selalu menyenangkan hati-Nya bukan semata-mata untuk mendapatkan berkat tak terduga tetapi karena kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.

“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.” (1Korintus 2:12)

BE.107,1 “O Tondi Porbadia i Bongoti ”

O Tondi Parbadia i Sai masuk Ho tu rohangki. Pasaorhon asi ni rohaM Rodi sude denggan basaM. Tu au marhite sondangMi Nang pe tu jolma sasude. Ai naeng papunguonMu pe Tu Tuhan Jesus Jolma sude. Haleluya, Haleluya.

Doa

Ya Allah Bapa, ajarlah aku semakin dekat kepadaMu, agar berkatMu semakin berlimpah dalam hidupku. Amin

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENILAI TANDA ZAMAN

Renungan Kamis, 23 Juli 2020

Untuk saat ini, kayaknya kita harus mampu membaca tanda-tanda datangnya hujan agar dapat mempersiapkan diri dalam mengantisipasinya. Kemampuan itu pula yang dirujuk oleh Tuhan Yesus ketika hendak mengingatkan orang Yahudi akan masa penghakiman yang semakin mendekat! Yesus menegur mereka munafik. Mengapa? Karena kehadiran Yesus, sebagai Mesias yang membawa penghakiman Allah  sudah jelas tanda-tandanya dapat dibaca. Mereka seharusnya tahu, tetapi entah mengapa tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu. Salah satu bukti kepura-puraan mereka ialah dengan menuduh karya Mesianik Yesus sebagai karya dari Iblis (lih. 11:14-23). Dengan perumpamaan berikut, Yesus memberikan peringatan keras kepada orang-orang Yahudi yang menolak-Nya. Ilustrasi yang dipakai ialah perkara pajak. Mereka ibarat berhutang pajak kepada pemerintah, dan sedang diselidiki dan digugat oleh perangkat dirjen pajak. Kalau terbukti salah atau menggelapkan pajak, maka hukuman fatal menanti mereka. Harta mereka akan disita untuk membayar pajak berikut bunga dendanya. Kalau mereka cerdas,harusnya mereka segera mengupayakan negosiasi sebelum keputusan bersalah dijatuhkan. Yesus sudah datang untuk menanggung hutang dosa mereka di hadapan Allah. Yang menolak-Nya atau yang pura-pura tidak tahu akan merasakan akibatnya. Hutang dosa mereka tidak akan dihapus, justru mereka harus melunasinya. Kedatangan Kristus pertama kali sudah lalu. Kita sedang menantikan kedatangan-Nya kedua kali. Kalau yang pertama, Ia datang menanggung penghukuman manusia. Kelak, Ia menjadi hakim yang akan memastikan hukuman menimpa mereka yang menolak -Nya. Apakah Anda termasuk mereka yang mengeraskan hati, pura-pura tidak tahu?
Jangan sampai waktunya habis, dan yang ada adalah penghukuman kekal yang mengerikan!

“Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.” (Lukas 12:54)

BE.373,3  ”Na Mulak Jesus i”

Nang arta, sangap i, tu aha ringkot i? Na tinggal do sudena i di hamagoan i
Hutundalhon ma na di pudingki Jesus ma haposanki di haroroNa i.

Doa

Ya Allah Bapa, berikan kemampuan bagi untuk melihat tanda-tanda zaman dan dengan kemampuan tersebut aku dapat memperbaharui hidup dalam menyongsong datangnya penghakimanMu. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

SELALU ADA HARAPAN

Renungan Rabu, 22 Juli 2020

Hidup ini penuh dengan persoalan. Terkadang ia menerpa demikian berat dan seolah tak ada jalan keluar. Orang yang tidak melihat adanya harapan, bisa saja depresi, bahkan memilih untuk mengakhiri hidup. Namun orang yang tahu masih ada harapan untuk menang dalam pergumulannya, biasanya akan kuat dan tetap bersemangat. Nabi Yesaya telah menubuatkan kedatangan Sang Mesias. Dia adalah Pribadi tempat bangsa-bangsa akan berharap. Mereka yang berletih lesu dan berbeban berat akan menemukan pengharapan baru. Buluh yang patah terkulai akan ditegakkan, dan sumbu yang pudar akan dikobarkan. Yesus adalah Pribadi yang tepat untuk berharap. Kematian-Nya di kayu salib adalah momen dimana Sang Mesias masuk ke dalam kerajaan maut untuk memporak-porandakan iblis dan melumpuhkan kuasanya. Saat ini Ingatlah, selalu ada harapan dalam hidupmu! Dan pengharapan itu tidak mengecewakan (Roma 5:5a), hiduplah dalam pengharapan. Pertama, pengharapan bahwa segala perkara dapat ditanggung bersama Dia yang telah menang. Teruslah berjuang tanpa pernah kehilangan semangat. Anda dan saya punya harapan yang teguh akan kemenangan di ujung perjalan kita (Ibrani 6:19). Namun alasan yang lebih indah untuk kita hidup dalam pengharapan adalah karena kita akan menerima kemuliaan sorgawi setelah perjuangan kita di dunia ini purna (Efesus 1:18). Perjuangan kita di dunia ini tidaklah sebanding dengan kemuliaan yang akan didapat Kelak (Titus 2:13).Selalu ada harapan, karena Yesus sudah memberikan janji kemenangan untuk Anda dan saya. Anda akan menang, pasti menang. Tetaplah bertahan dalam iman, teruslah berjuang dalam pengharapan hingga mahkota kemenangan kita kenakan.

“Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” (Mateus 12,21)

KJ.445,1  ”Harap akan Tuhan”

Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan. dalam susahmu. Jangan resah, tabah berserah. kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu!

Doa

Ya Allah Bapa, Engkaulah tempatku berharap akan apa yang sedang kujalani dalam hidupku. Tuntun aku untuk selalu mengandalkanMu dalam apa yang terjadi dalam hidupku. Amin.

 Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)