IBADAH PEMBASUHAN KAKI (Sebuah Catatan dan Renungan)

IBADAH PEMBASUHAN KAKI (Sebuah Catatan dan Renungan)

Kemarin, Sabtu 04 Juli 2020 HKBP Aekkanopan mengadakan Ibadah Pemberangkatan Parguru Malua Tahun Ajaran 2019/2020. Pemberangkatan ini ditandai dengan Kegiatan Pembasuhan Kaki yang dilakukan anak-anak Parguru Malua kepada orang tua masing-masing. Tidak sedikit orang tua dan anak-anaknya menjadi terharu dan walaupun ada juga kelihatan biasa-biasa saja. Namun suasana sentimentil tersebut bukanlah tujuan utama, namun bagaimana anak-anak Parguru Malua menyadari bagaimana sikap mereka selama ini kepada orang tua yang telah mengasuh, membimbing dan memenuhi kebutuhan hidupnya dan dalam kegiatan inilah mereka menyatakan maafnya dan membuat komitmen baru untuk berlaku baik terlebih setelah mengakukan imannya di hadapan Tuhan dan jemaatNya.

Sepengetahuan penulis, hal ini tergolong baru di gereja HKBP. Dulu ketika akan Malua (Naik Sidi), tidak ada kegiatan pembasuhan kaki, bagaimana saya dengan orang tua saya itu adalah area privat, gereja tidak menyentuh hal tersebut. Namun dalam perkembangan kekiniian, sepertinya memang gereja sudah bisa menyentuh bagian privat tersebut. Apa dasar Alkitabiah kegiatan ini?

Perintah untuk melakukan pembasuhan kaki ini hanya terdapat dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) lainnya. Pada Yohannes 13:1-17, kaki adalah bagian yang kotor dalam tubuh manusia. Kaki manusia menginjak debu tanah. Pembasuhan merupakan sebuah bentuk dari simbolisasi tata gerak. Kegiatan membasuh kaki adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang Yahudi pada zaman Yesus. Proses pembasuhan kaki itu biasanya dilakukan oleh bawahan terhadap atasan. Dalam dunia Yunani, pembasuhan kaki adalah hal yang hina, yang biasa dilakukan oleh budak. Namun yang istimewa di sini, pembasuhan kaki ini dilakukan oleh Yesus yang adalah Guru kepada murid-muridnya. Yesus melakukan sebuah ritual yang biasa dilakukan dengan cara yang tidak berbeda. Yesus melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang Guru. Membasuh kaki ini menyimbolkan suatu teladan untuk merendahkan diri dan melayani. Yesus melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang Guru kepada murid-Nya. Tindakan Yesus membasuh kaki merupakan tindakan simbolis yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah. Penyerahan diri yang dimaksudkan adalah penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk membersihkan orang lain. Pembasuhan kaki yang Yesus lakukan juga menyimbolkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi “hamba” yang mau melayani orang yang hina sekalipun.

Penulis,

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *