LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 08 JULI 2020

Bernyanyi BE.4:1+3 “Sai Puji Debata”

♫  Sai puji Debata Dibaen asi rohaNa/ Huhut tongtong basa Di nasa tinompaNa/ Ria ma hita be Mamuji Debata/ Ai sesa do nuaeng Dosanta i dibaen

♫  Dibahen i tama Pujion ni rohanta/ Tuhanta Debata Nang Jesus pe AnakNa/ Nang pangondian i Naung ro tu hita on/ Manggonti Jesus i Pujion do tongtong

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepadaNya tetap untuk selama-lamanya. Marilah kita berdoa: Tuhan Allah Bapa kami. Kami telah berhimpun ditempat ini. Bukalah telinga dan hati kami, supaya kami dengan sukacita mendengarkan firmanMu yang kudus, dan agar kami memelihara dan menghayati di dalam hati kami serta penuh pengharapan berdoa kepadaMu: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Terimalah kami ke dalam hidup yang kekal di mana kami akan memuji Engkau, di dalam AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.232:1+3 “Sian Sude Parulian na Arga”

♫  Sian sude parulian na arga, Sada huboto hutiop tongtong/ Jesus Tuhanku Ho arta na arga, Na mangatasi sudena antong/ Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa, Sai pangasahon ma bagabagaNa

♫  Naeng ho pistar? Sai dapothon Tuhanmu, Nasa na hurang sai boan tusi/ Tu pamodaiNa paunduk rohamu, Asa tiur sasude bogasmi/ Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa, Sai pangasahon ma bagabagaNa

Pembacaan Alkitab AMSAL 4:1-9 dan Keterangan

P–   Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

K-   karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

P-   Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,

K-   aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

P-   Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

K-   Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

P-   Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.

K-   Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.

P-   Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.”

“JADILAH BIJAK!”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kitab Amsal adalah kitab yang dapat memberikan pencerahan kepada kita  sehingga dapat mengembangkan diri. Sebaimana kita tahu bahwa amsal ini adalah amsal Salomo anak Daud, Raja Israel, dimana Salomo mendapatkan didikan dari orangtuanya tentang bagaimana hidup yang seharusnya. Dari tema kita mengatakan : Jadilah bijak, artinya bukan saja dari segi Intelektual, tapi juga dari segi cerdas Spiritual, dan cerdas Emosional dan tentunya semua kecerdasan itu bersumber dari Tuhan. Cerdas secara Intelektual tapi tidak cerdas Spiritual dan Emosional akan menimbulkan kegagalan, oleh karena itu melalui kitab Amsal ini kita dibawa supaya bijak: yaitu 3C, Cerdas Intelektual, cerdas Spiritual dan Cerdas Emosional.

Jemaat Terkasih,

Ada dua pengertian mendengar dalam bahasa lnggris. Yang pertama to hear yang artinya mendengar tanpa perlu memberi perhatian, dan yang kedua adalah to listen atau mendengar dengan penuh perhatian. Arti lain dari to listen adalah menyimak. Mendengar dalam arti menyimak (to listen), berarti memberi perhatian dan mengapresiasi, juga mendengar untuk melakukan. Jadi, aktif untuk menyimak, tetapi juga aktif melakukan apa yang disimak. “Mendengar” sangatlah penting dalam pendidikan di Israel, baik dirumah atau keluarga maupun di sekolah. Ayah dan lbu di rumah keluarga, juga guru di sekolah, di sebut sebagai sang guru hikmat yang mendidik anak-anak atau murid-murid. Dalam kitab Amsal, “telinga” digunakan bukan saja untuk pendengaran, tetapi juga untuk kepatuhan. Karena itulah “mendengar” tidak hanya berarti mendengar, tetapi juga kepatuhan melakukan didikan. Anak atau murid memusatkan perhatian dan pendengaran pada hikmat termasuk menaati dan melakukan yang di dengar telinga. “Dengarkanlah dan perhatikanlah” menekankan agar anak-anak dalam keluarga atau murid-murid di sekolah menggunakan telinga mereka untuk memperhatikan dan menaati dengan sungguh-sungguh didikan sang guru hikmat. Anak-anak muda yang dianggap belum berpengalaman tentang suka duka kehidupan dan bagaimana menjalani kehidupan dengan baik, dididjk, diperlengkapi dengan nasihat-_nasihat, petunjuk-petunjuk agar mereka memperoleh pengertian bagaimana menjalani kehidupan dan berbagai masalah di dalamnya dengan baik. Ayah dan lbu mengingatkan agar jangan melupakan, meninggalkan dan menyimpang dari didikannya, karena dari setiap didikan, petunjuk dan nasihat, ada hikmat dan pengertian.

Jemaat Terkasih,

Semua kita pasti ingin menjadi bijak, pada zaman sekarang ini banyak tawaran-tawaran pendidikan kepada anak-anak kita mulai dari play group, TK sampai S3 dan seterusnya, dan orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin supaya menjadi anak yang pintar, namun pintar secara Intelektual namun tidak cerdas Spiritual dan Emosionalnya, tujuan tersebut tidak akan tercapai. Ilmu yang ditempuh oleh anak-anak kita harus terlebih dahulu disertai takut akan Tuhan dan saat ini kita akan telah mendengar dan memperhatikan banyak hal. Karena itu, marilah kita arahkan telinga dan perhatian kita pada didikan yang baik dan membangun. Mari kita menyimak dan melakukan berbagai petunjuk yang Tuhan berikan baik melalui firmanNya maupun didikan orang tua agar dalam pengertian yang benar kita hidup di dalam hikmat Tuhan. Amin!

Bernyanyi BE.747:1-2 “Sai Hunangkohi Dalan i”

  Sai hunangkohi dalan i, Dalan na marmulia i/ On do tongtong tangiangki, Tuhan patongtong langkangki/ Sai togutogu au Tuhan Baen lam solhot tu lambungMi, Tu ingananMu na tongam Sai lam patongtong langkangki

♫    Ndang olo au di na holom, Hot di ganggu ni roha i/ Sai tong masihol rohangkon, Tu inganan na timbo i. Sai togutogu au Tuhan Baen lam solhot tu lambungMi, Tu ingananMu na tongam Sai lam patongtong langkangki

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.669:1-2 “Ringgas Au Paboahon” (Persembahan)

♫   Ringgas au paboahon barita na uli, Barita haholongan ni Jesus Tuhanki/ Ringgas au paboahon ai na sintong do i/ Mambuat nasa holso soada tudos ni i/ Ringgas au paboahon barita na umuli, Barita haholongon ni Jesus Tuhanki

♫    Ringgas au paboahon barita na uli, Ai tung so tarpatudos tu na di tano i / Ringgas au paboahon tu sude donganki, Ai tung marhite i do malua tondingki/ Ringgas au paboahon barita na umuli, Barita haholongon ni Jesus Tuhanki

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *