LITURGI IBADAH PARTANGIANGAN KELUARGA, 15 JULI 2020

Bernyanyi BE.559:1+4 “Debata na Songkal Jala na Badia”

♫   Debata na songkal Sitolu sada. Di sogot ni ari hupuji GoarMi. Debata na songkal Siparasi roha. Sitolu sada, Na badia i

♫   Debata na songkal, Sitolu sada. Nasa na tinompa, ingkon mamuji Ho. Debata na songkal, Siparholong roha. Sitolu sada, na badia Ho.          Amen

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikianlah firman Tuhan Allah; Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami! Kuatkanlah kami supaya jangan berputus asa apabila kami jatuh ke dalam kemelaratan, sehingga kami tidak menyianyiakan berkatMu. Ajarlah kami supaya kami jangan menggantungkan pengharapan kami  kepada hal-hal duniawi. perlengkapilah kami dengan iman yang teguh, agar kami, bersama-sama dengan seluruh orang percaya, menjadi pewaris kehidupan kekal. Dengarlah doa kami karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.719:1-2 “Hubege SoaraM O Jesus”

♫  Hubege soaraM O Jesus. Hubege soaraM O Jesus. Hubege soaraM O Jesus. Na manjouhon “ihuthon ma au”. Togu au Jesus Tuhanku,      Iringiring ma langkangku, Patuduhon ma dalanMu, Asa unang unang lilu au

♫  Hupasahat ma diringku. Hupasahat ma diringku. Hupasahat ma diringku Mangihuthon Jesus Tuhanki. Togu au Jesus Tuhanku. Iringiring ma langkangku. Patuduhon ma dalanMu. Asa unang unang lilu au

 Pembacaan Alkitab MARKUS 12:41-44 dan Keterangan

P–   Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

K-   Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

P–   Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

K–   Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.

“MEMBERI DARI KEKURANGAN”

Jemaat Terkasih,

Pada suatu kali Tuhan Yesus dengan sengaja duduk menghadap peti persembahan di Bait Allah untuk memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalamnya. Banyak orang kaya memberi dalam jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu uang receh yang terkecil nilainya. Anehnya, Tuhan Yesus tidak tertarik pada pemberian orang-orang kaya yang besar jumlahnya, melainkan justru pada persembahan janda miskin yang hanya dua peser itu. Ia malah memanggil murid-muridNya untuk memperhatikan pemberian janda miskin tersebut. Ia berkata kepada murid-muridNya bahwa janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Alasannya karena mereka semua memberikan dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberikan dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Tuhan bukan melihat hal yang lahiriah saja, tetapi Ia melihat hati.  Kendatipun janda itu memberikan uang yang sedikit, tetapi ia memberikan dengan cinta yang besar.  Janda miskin itu hidup dalam kekurangan, tetapi dia mau berkurban untuk Tuhan dengan ucapan syukur. Ia memberikan seluruh nafkahnya dengan penuh sukacita. Tuhan bukan melihat berapa banyak uang yang diberikan sebagai persembahan, tetapi berapa banyak  yang tertinggal di hati kita. Orang-orang lain memberikan dengan mudah dari apa yang  dapat  mereka sisihkan, sementara mereka masih memiliki banyak uang yang tersisa. Karena masih punya banyak, hati mereka lebih melekat dan bersandar kepada harta milik mereka. Janda miskin itu memberikan semuanya, dan selanjutnya ia hidup bersandar sepenuhnya kepadaNya.

Jemaat Terkasih,

Dari Keterangan di atas ada hal-hal yang perlu kita renungkan malam ini: Pertama, Tuhan bukan menginginkan uang kita. Ia menginginkan hati kita, seluruh keberadaan kita.  Ia tidak pernah berkekurangan, sebab langit dan bumi serta segala isinya adalah kepunyaanNya. Diri kita pun adalah milikNya. Tuhan mau agar kita, umat ciptaan yang telah ditebus olehNya, dengan hati yang mengasihi, bersyukur dan penuh sukacita mempersembahkan diri kita kepadaNya dan hidup bersandar  kepadaNya. Kedua,  Melalui kisah ini Tuhan hendak menekankan bahwa selain melihat sikap hati atau motivasi seseorang dalam memberi persembahan, Ia juga mengingatkan agar dalam hal memberi persembahan kepada Tuhan hendaknya kita memberi yang terbaik dari yang kita miliki, bukan asal-asalan atau sisa-sisa harta kita.  Janda miskin itu memberi dari seluruh nafkahnya, semua yang ia miliki dipersembahkan kepada Tuhan.  Inilah persembahan benar, sementara orang kaya itu memberi dari kelebihannya, bisa saja itu merupakan sisa-sisa kekayaannya yang berlimpah-limpah dan hal itu tidak membutuhkan pengorbanan apapun. Apa yang diperbuat oleh janda miskin itu menunjukkan betapa ia sangat mengasihi Tuhan sehingga rela memberi semua yang dimilikinya untuk Tuhan.

Jemaat Terkasih, Memberi yang terbaik dan terbanyak memang tidaklah mudah. Dan itu menyangkut persoalan hati kita. Dapat dimaklumi bila ada orang menganggap bahwa memberi itu rugi. Apalagi jika dilepaskan dengan percuma. Sebab, bukankah pada umumnya yang dilakukan orang adalah mencari untuk mendapatkan dan bukan untuk melepaskan dengan percuma? Di sinilah titik persoalannya. Makanya tidak heran apabila sering terjadi, orang hanya memberi dari sisa-sisa yang ia miliki, bukan yang terbaik dan terbanyak di kantong-kantong persembahan ibadahnya. Bagi orang-orang yang tidak memiliki ketulusan hati, istilah memberi apalagi dengan istilah terbaik dan terbanyak memang tidak terlalu disukai. Bagi mereka, sekecil apa pun yang namanya “memberi” pastilah dianggap terlalu berat dan sangat merugikan. Itulah yang terjadi bila keserakahan bertahta di hati. Hal semacam itu memang telah diisyaratkan oleh Yesus sendiri: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Luk.l2:24). Saudara, bagaimana cara dan sikap kita dalam hal memberi atau pun persembahan selama ini? Hanya orang-orang Kristen yang memiliki rasa kesungguhan hormat kepada Allah, dan memiliki ketulusan hati yang sungguh-sungguh saja yang dapat memberi dan menyampaikan persembahannya dengan baik dan benar. Sikap kita dalam soal memberi atau pun kerelaan kita dalam hal persembahan adalah cermin diri dan hati kita, cerminan benar tidaknya ketulusan, ketaatan, penghayatan iman dan kasih kita kepada Tuhan. Amin.

Bernyanyi BE.470:1+5 “Jesus Ho Nampuna Au”

    Jesus Ho nampuna au dohot na adong di au. Gogo dohot hosangki sahat ma tu tanganMi

♫    Sere, arta, hepeng pe, buat ma di Ho sude. Tondi nang pamatangki, ingkon Ho oloan ni~i

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.691:1-2 “Hupasahat Ma tu Jesus” (Persembahan)

Hupasahat ma tu Jesus, saluhutna ngolungki, Roha nang pambahenanku, saluhutna tingkingki. (Ref.) Hupasahat ma tu Jesus, saluhutna diringki, Hupasahat ma tu Jesus, saluhutna ngolungki.

Pangkeonku ma tanganku, mangula lomoNa i, Langka nang simanjojakku, mangihuthon Tuhanki. (Ref.) Hupasahat …

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

 Written by: Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *