MENYADARI SIAPA KITA

Renungan Kamis, 16 Juli 2020

Adalah sangat penting bagi kita untuk menyadari siapa sesungguhnya kita di dalam Tuhan. Sesungguhnya, siapa kita? Setiap kita pastilah memiliki latar belakang yang berbeda:  siapa orang tua kita, asal usul kita dari mana, dan sebagainya. Sebagai orang Kristen kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah karena kita dituntut untuk hidup menurut Firman Tuhan. Karena itu kita harus berhati-hati dalam berperilaku. Dalam kondisi tersebut Tuhan menghendaki kita tidak kehilangan identitas kita sebagai orang percaya, dimanapun kita berinteraksi. Renungan hari ini menyatakan bahwa kita ini adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri.  Luar biasa!  Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena kita sudah memperoleh anugerah dan kemurahanNya.  Dikatakan: “…kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”  (1 Pet.1:18-19).  Jadi,  “…kamu bukan lagi hamba, melainkan anak;  jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”  (Galatia 4:7).  Identitas baru ini kita dapatkan melalui pengorbanan Yesus di atas Kalvari;  Dia telah mengangkat kita dari gelap kepada terangNya yang ajaib sehingga kita  “…memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.”  (Kisah 26:18). Jadi, siapa kita? Bangsa terpilih, Imamat rajani!

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1Petrus 2,9)

BE.697:4  ”Molo Ho Do Huihuthon”

Marparange na badia ma au di adopanMi. Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi. Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au. Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au

Doa

Ya Allah Bapa, bimbinglah aku didalam RohMu agar berperilaku sebagai bangsa pilihanMu dan mampu menjalankan tugas keimaman dalam hidupku. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *