MENGIKUT YESUS

Renungan Selasa, 01 September 2020

Diceritakan dalam Injil Lukas pasal 5, Simon dan kawan-kawannya sedang membersihkan jala ketika Yesus datang, lalu menaiki salah satu perahu untuk mengajar orang banyak. Usai mengajar, Yesus meminta Petrus pergi ke bagian danau yang dalam untuk menangkap ikan. Jawaban Petrus menggambarkan kelelahan dan keputusasaan. Ia dan kawan-kawannya telah bekerja keras sepanjang malam, tetapi hasilnya nihil. Lalu bagaimana mungkin menjala ikan di siang hari, jika malam sebagai waktu terbaik tidak memberikan hasil apapun? Lagi pula, bagaimana mungkin seorang tukang kayu dan guru paham soal jala-menjala melebihi nelayan? Namun Petrus mengalah. Yesus adalah Guru dan perkataan-Nya harus dipatuhi, walaupun akan terbukti salah nanti. Namun Petruslah yang kemudian terbukti salah. Ia dan teman-temannya berhasil menjala ikan dalam jumlah yang luar biasa banyak! Jala mereka penuh dan hampir robek, hingga datang satu perahu lagi untuk menolong. Kedua perahu itu hampir tenggelam karena sarat ikan. Ini merupakan lompatan besar bagi Petrus dalam pemahamannya akan  Kebesaran Yesus. Ia mengakui kesalahannya karena telah enggan mematuhi perintah Sang Guru. Ia mengira dirinyalah yang ahli menjala ikan, tetapi saat itu ia melihat Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas danau dan isinya. Peristiwa ini menjadi titik balik dalam kehidupan para murid. Inilah yang membuat mereka mengikut Yesus tanpa ragu saat Dia. Ketika kita tahu siapa yang memanggil kita, niscaya kita akan mengikuti Dia sepenuh hati. Bila kita masih belum berserah sepenuh hati, kita perlu bertanya, sudah seberapa jauh kita mengenal Dia?

“Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus..” (Lukas 5,11)

KJ.375,1 “Saya Mau Ikut Yesus”

Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

Doa

Ya Allah, jadikan aku pengikutMu yang setia dan menjalankan perintahMu. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 02 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.9:1+3 “Hupuji Holong ni RohaMu”

♫  Hupuji holong ni rohaMu O Tuhan Jesus Rajangki Tu Ho hulehon ma tondingku Ai i do pinangidoMi Huhalupahon ma diringku Mamingkir holong ni rohaMu

 ♫    Huhilala ingkon martuhan Ingkon mangolu au di Ho Ndang jumpang au be hangoluan Aut unang dipatupa Ho Sai Ho do paradiananhu
Sai gok di Ho nama langkangku

 Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling  mengasihi. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Mahabenar dan Kudus! Engkau melawan dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak, tetapi memohon kepadaMu: Tolonglah kami menjauhi kesombongan, supaya kami jangan tinggi hati, tetapi bimbinglah kami dengan Roh Kudus, supaya kami rendah hati, lemah lembut, penuh cinta kasih, jujur dan sopan terhadap sesama manusia, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Bernyanyi BE.28:1+4 “Hata ni Jahowa”

♫  Hata ni Jahowa Sipadame jolma Hangoluan i Halalas ni roha Siapuli roha Ni na marsak i Gogo ni Debatangki Paluahon na porsea Sian nasa jea

♫ Hata hangoluan Do nuaeng diboan Parjamita i Na lambok begeon I nuaeng dilehon Tu rohanta i Hita on dijamitai Ai didokkon be do hita Paubahon roha

 Pembacaan Alkitab dan Renungan: KITAB KEJADIAN 37,23-30

P–  Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.

KDan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

P–  Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

KLalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?

P–  Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

KKetika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

P–  Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,

S–  dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”

“MANUSIA TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN!”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Yusuf adalah putra pertama Yakub dari istrinya, Rahel. Yakub sangat menyayangi Yusuf lebih dari saudara-saudaranya yang lain sehingga dia membuatkan Yusuf jubah maha indah. Namun kondisi ini berbanding terbalik dengan saudara-saudaranya yang lain. Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya karena mimpinya yang dirasa merendahkan mereka. Ada dua mimpi Yusuf. Yang pertama tentang berkas-berkas gandum Yusuf yang tegak berdiri, lalu datanglah berkas-berkas gandum saudaranya yang lain dan sujud menyembah berkas-berkas gandum Yusuf. Kedua, mimpi tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang yang menyembah Yusuf. Puncak dari kebencian saudara-saudara Yusuf adalah pada saat Yusuf diminta ayahnya untuk melihat saudara-saudaranya yang sedang berada di padang untuk menggembalakan kambing domba. Setelah bertemu dengan saudara2nya, Yusuf dimasukkan ke dalam sumur yang kering, lalu dijual kepada orang Ismael dan dibawa ke Mesir untuk dijual sebagai budak dengan kata lain saudara-saudara Yusuf sudah melakukan human Trafficking.

 Jemaat Tuhan Terkasih, Sesungguhnya bagaimana kekristenan menanggapi ini? Human trafficking atau perdagangan manusia merupakan masalah global yang masih cukup sulit untuk diatasi. Data statistik perdagangan manusia cukup memprihatinkan. Meski data sebenarnya sulit untuk diperoleh, namun diperkirakan setiap tahunnya sekitar 600.000 – 800.000 wanita dan anak-anak menjadi korbannya diseluruh dunia. Dari jumlah diatas, korban di Asia mencapai total terbanyak yaitu sekitar 375 ribu, dimana 200.000-225.000 diantaranya berasal dari Asia Tenggara. Indonesia merupakan kontributor terbesar di Asia Tenggara. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, kesulitan hidup yang membuat banyak keluarga berantakan, rendahnya tingkat pendidikan sehingga mudah terbuai bujuk rayu dan tertipu menjadi alasan utama mengapa kasus perdagangan manusia banyak terjadi di Indonesia. Di sisi lain, tingginya permintaan di beberapa negara, umumnya permintaan untuk dijadikan objek seksual membuat banyak orang jahat yang melihatnya sebagai sebuah peluang usaha. Tidak heran begitu banyak wanita dan anak-anak dibawah umur yang tertipu dengan iming-iming kerja di luar negeri, kemudian mengalami pelecehan seksual dan dijadikan pekerja di lokalisasi. Sungguh keterlaluan bukan? Memang berapa sebenarnya harga seorang manusia? apakah harga manusia itu hanya sesuatu yang relatif dan bisa dinilai dengan segepok uang saja? Apa yang mendasari penetapan harga manusia? Rasanya keterlaluan ketika orang merasa berhak untuk memperdagangkan manusia, karena manusia bukan diciptakan oleh manusia, tapi oleh Tuhan. Di mata Tuhan, manusia punya nilai sangat tinggi. Yang mau diingatkan melalui renungan ini adalah Manusia bukan untuk diperjualbelikan! Kita semua begitu berharga di mata Tuhan. Kita bukan ditebus dengan barang fana, harta kekayaan atau benda-benda yang sifatnya sementara, tapi oleh darah Kristus, yang tak bernoda dan bercacat. Bukankah ini bukti nyata bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan? Kita semua dilukis pada telapak tanganNya, dan tetap ada dalam ruang mataNya (Yes,49:16). Tuhan begitu mengasihi kita, maka Dia mengorbankan anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yoh.3:16), merancang masa depan penuh harapan dalam damai sejahtera bagi kita semua (Yer.29:11), dan menyediakan kita semua hingga berkelimpahan (Mat.13:12). Ini semua fakta bahwa kita bernilai sangat tinggi, sangat istimewa, sangat berharga di mata Tuhan. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Ef.1:7). Kita memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan oleh darah Kristus sendiri. Bukan hanya ditebus, tapi malah kita dibenarkan oleh darahNya,dan karenanya kita diselamatkan dari murka Allah. (Rom.5:9). Inilah harga manusia di mata penciptanya. Hanya orang yang tidak menghargai ciptaan Tuhan-lah yang tega menjual manusia. Karena kita semua telah dibayar lunas langsung dengan darah Kristus di atas kayu salib,kita tidak boleh lagi menjadi hamba manusia. (1Kor.6:20). Kita semua harus menjaga diri kita baik-baik, hidup penuh kekudusan, bukan karena kita punya sejumlah harga di mata manusia, tapi karena kita sungguh berharga di mata Tuhan.
Hargailah diri sendiri dan sesama, karena kita semua sangat bernilai bagi Tuhan, Pencipta kita. Amin!

Bernyanyi BE.481:2-3 “Godang Dope”

♫     Tuhanta Jesus tiruanmu do Na holong roha di au nang di ho Ai diseahon  do diriNa i Singkatta lao tu hamatean i Ndang na dialang holong roha i Ai naeng di hita hangoluan i

♫    Tatiru holong ni rohaNa i Pinatuduhon ni Tuhanta i Tahaholongi ma donganta i Ai ruas ni Tuhanta do nang i Mardame ma, marsijalangan ma Tatuju ma solhot tu Debata

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.656:1+3 “Parhahamaranggion” (Persembahan)

♫    Parhahamaranggion i, lam hot jala togu Singkop ma hasadaon i, di Jesus i burju Rap sauduran hita be marholong na tutu Mardame, marlas roha ma di Jesus i tutu

♫     Ai disagihon do ganup asiasiNa i Asa ringgas huhut burju, di ulaonna i Sai lam serep ma rohamu hombar tu Hata i Parholong roha ma hamu maniru Tuhan i

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

BELAJAR TAAT

Renungan Senin, 31 Agustus 2020

Tokoh Alkitab yang paling diidentikkan dengan ketaatan adalah Abram atau Abraham. Karena ketaatan tersebut, keturunannya dijanjikan oleh Allah menjadi bangsa yang besar, membuat namanya masyur dan menjadi berkat. Dan janji Allah tersebut  digenapinya karena “Janji Tuhan adalah janji yang murni bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.  Engkau, Tuhan, yang akan menepatinya,”  (Mzm 12:7-8a).  Kehidupan Abraham sampai pada masa tuanya diberkati Tuhan secara luar biasa.  Sungguh nyata benar apa yang tertulis dalam Yesaya 46:4 bahwa,  “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.  Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus;  Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”  Mengapa Abraham mengalami dan menikmati berkat-berkat yang luar biasa dari Tuhan? Apa yang telah diperbuat olehnya?  Ketika diperintahkan Tuhan untuk pergi dari negerinya dan juga dari sanak saudaranya ke suatu negeri yang belum diketahui secara pasti, Abraham taat. Setiap kita yang rindu masuk ke dalam rencana Tuhan, baik dalam hidup di dunia ini maupun untuk yang akan datang, biarlah kita mau belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Abraham.  Mari kita belajar taat karena ketaatan adalah kunci mengalami terobosan baru!

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12,2)

BE.36,1 “Pasupasu Hami”

Pasu pasu hami O Debata name Sai sondang hon bohiMi tu na pungu on sude

Doa

Jadikan aku ya Tuhan menjadi pribadi yang selalu taat akan perintahMu dan menjalankan segala firmanMu. Amin

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 30 AGUSTUS – 05 SEPTEMBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN 

1          Sartina Simanjuntak     P          30-08-1971        49Th         PARLUASAN

2          Guswanli Nababan       L          30-08-1992        28Th         PARLUASAN

3          Fivi Fransisca Simamora         P          30-08-1997        23Th         MEMBANG MUDA

4          Andre Tambunan         L          30-08-1998        22Th         WONOSARI 3

5          Kristover Situmorang   L          30-08-2000        20Th         WONOSARI 2

6          Sanggam Andreas Siregar       L          30-08-2002        18Th         KAMPUNG POLRI

7          Florida Roulina  Manihuruk     P          30-08-2006        14Th        WONOSARI 3

8          Tina Hosiana Siallagan            P          30-08-2009        11Th         KAMPUNG KRISTEN

9          Calista Earline Siahaan            P          30-08-2014        6Th          ALAB DAME

10         Rosario Indah Napitupulu        P          31-08-1977        43Th         PARLUASAN

11         Martha Theresia Simarmata      P          31-08-1989        31Th         TELADAN/WONOSARI 1

12         Sri Nita Sari Saragi      P          31-08-1995        25Th         WONOSARI 2

13         Immanuel Lubis           L          31-08-1998        22Th         WONOSARI 3

14         Tessa Monika Sihombing         P          31-08-2007        13Th         TELADAN/WONOSARI 1

15         Indah Swilina  Br Hutabarat     P          31-08-2008        12Th         WONOSARI 2

16         Tiofany Anggelita Hutagaol      P          31-08-2010        10Th         PSR HITAM / KAMPUNG TOBA

17         Guswijon Pernando Nababan   L          31-08-2014        6Th          PARLUASAN

18         Lorita Siringoringo      P          01-09-1972        48Th         TELADAN/WONOSARI 1

19         Septyn H. D Sihombing           P          01-09-2003        17Th         TELADAN/WONOSARI 1

20         Irene Gultom    P          01-09-2009        11Th         PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

21         Gressia Wahyu Panjaitan         P          01-09-2013        7Th          PARLUASAN

22         Rayhan Adrian  Simbolon        L          01-09-2016        4Th          WONOSARI 2

23         Oloan Saut Naibaho     L          02-09-1972        48Th         WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

24         Dina Kristina Sihombing Am.K           P          02-09-1980        40Th         KAMPUNG POLRI

25         Ramses Saragih           L          02-09-1983        37Th         PARLUASAN

26         Lambok Elviana br Manullang P          02-09-1987        33Th         MEMBANG MUDA

27         Rosa Amaliah Aritonang          P          02-09-2003        17Th         ALAB DAME

28         Stepyeni Magdalena Sitorus     P          02-09-2003        17Th         ALAB DAME

29         D Panggabean P          03-09-1972        48Th         PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

30         Henry  Butarbutar S.Pd            L          03-09-1973        47Th         TELADAN/WONOSARI 1

31         Nurhayati Sianipar       P          03-09-1978        42Th         WONOSARI 2

32         Wida Royanti Pardosi P          03-09-1992        28Th         KAMPUNG POLRI

33         Jhonson  Hutajulu SE L          04-09-1968        52Th         ALAB DAME

34         Oberlin Sarimuda Sitorus        L          04-09-1974        46Th         KAMPUNG POLRI

35         Nurida Mutiara Siahaan S.Pd   P          04-09-1975        45Th         TELADAN/WONOSARI 1

36         Pascha Pangaribuan    L          04-09-1989        31Th         TELADAN/WONOSARI 1

37         Gabrielle Septania Napitupulu P          04-09-2005        15Th         WON.4 KAMPUNG TARUTUNG

38         Saira Septiani Pardede             P          04-09-2007        13Th         KAMPUNG POLRI

39         Lambok Dallas Samosir           L          04-09-2008        12Th         KAMPUNG KRISTEN

40         Evo Jeheskiel  Sinaga L          04-09-2011        9Th          PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

41         Rumba S.Pd    P          05-09-1965        55Th         TELADAN/WONOSARI 1

42         Intan Zenima Anugrah Hutabarat         P          05-09-2003        17Th         WONOSARI 2

43         Jeheskiel Simanjuntak             L          05-09-2004        16Th         PARLUASAN

44         Joseph GM Sipahutar   L          05-09-2014        6Th          TELADAN/WONOSARI 1

ULANG TAHUN PERKAWINAN

1          Sahat Siagian / Sarma Sitorus 30-08-1982        38Th         PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

2          Budiman Panjaitan Se Ak / Dameria Hesti Oktavia Simanjuntak          30-08-2008        12Th         ALAB DAME

3          Friensip Orlando Siahaan / Lamtarida Pasaribu           30-08-2013        7Th          ALAB DAME

5          Manangar  Tampubolon / Tionggar Napitupulu            04-09-1974        46Th         KP.POLRI

6          Jesmin Hutajulu / Mariana Gultom       05-09-1991        29Th         PARLUASAN

MATA YANG TERTUJU KEPADA ALLAH

Renungan Sabtu, 29 Agustus 2020

Menjadi setia itu tidak mudah. Ada begitu banyak godaan untuk mengalihkan mata, hati serta pikiran kita yg telah difokuskan pada tujuan semula. Banyak orang yang gagal dalam hidupnya sebab mereka tak bisa menjadi pribadi yang setia, gagal berkomitmen baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kesetiaan tidak melulu soal kekasih dan pasangan hidup. Kesetiaan juga bisa ditujukan pada pekerjaan kita. Bukan berarti dengan pekerjaan kita yang sekarang ini, kita kurang beruntung sebab tidak mendapatkan hasil yang besar lalu kita meninggalkannya. Kita begitu tergiur mimpi-mimpi yang hebat tanpa mau setia dengan pekerjaan yang kecil. Selama apa yang kita kerjakan saat ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan, maka kerjakanlah dengan sepenuh hati. Jangan pernah iri hati dengan hasil atau kesuksean yang telah diraih oleh orang lain. Iri hati tidak akan pernah membuahkan hal baik. Iri hati hanya akan merusak kehidupan juga hubungan kita dengan orang lain. Ketika kita mencoba untuk setia dengan semua mimpi juga harapan-harapan kita, jangan pernah lupakan Tuhan. Oleh sebab kasih dan anugerah-Nyalah kita bisa ada sampai detik ini. Dan oleh kesetiaan Tuhan kepada kita, kita masih dipelihara dan selalu menemukan jalan keluar dalam setiap persoalan. Karena itu. Mari tujukan mata kepada Allah.

“Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (Psalmen 26,3)

BE.697,4 “Molo Ho Do Huihuthon”

Marparange na badia ma au di adopanMi, Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi, Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au, Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au

Doa

Ya Tuhan, saat ini pandanganku hendak tertuju pada kasih setiaMu saja, ajarlah aku melalui Roh KudusMu untuk mewujudkannya. Amin

Selamat hari Sabtu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MEMBUANG SEGALA KEJAHATAN

Renungan Jumat, 28 Agustus 2020

Kata kunci yang perlu kita renungkan hari ini adalah kata SEGALA. Ingat kah kita akan perkataan ini ? ”Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. ” (Matius 6:24). Kita gagal dalam menjalankan iman kita, KADANG bukan karena kita MASIH KEKURANGAN pengetahuan akan Firman Tuhan. Tapi karena kita masih sering mendua hati. Kita masih sering memijakkan kaki kita ditengah-tengah antara Ya dan Tidak. Sehingga kadang kita terbuai oleh godaan YA dan kadang terbuai oleh godaan TIDAK. Kadang kita berjalan di jalan yang benar dan kadang di jalan yang salah. Bahkan terkadang kita membawa yang benar dan yang salah bersama-sama. Ingat, Tuhan ingin yang sepenuhnya. Tuhan ingin kita bertindak yang tuntas, dan bukan setengah-setengah. Itulah artinya SEGALA. Tuntas tanpa sisa. Sepenuhnya tanpa ada yang tertinggal. ”Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.” – 1 Petrus 2:1. Ibarat Virus, maka jika tidak dibuang SEGALA nya, maka virus yang tertinggal itu akan bergerak kembali menguasai diri kita. Sehingga kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya mendekat kepada Tuhan.

“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.” (1Petrus 2,1)

BE.248.1+4 “Saleleng Ho di Tano On”

Saleleng ho di tano on, patigor ma roham, Paingotingot ma tongtong, nidok ni Debatam

Bolongkon sian rohami, luhut na so ture, Alai na sian Tuhan i, ramoti ma sude.

Doa

Berilah kekuatan bagiku ya Tuhan untuk membuat segala yang jahat dalam hidupku. Amin

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

PERTOLONGAN ALLAH

Renungan Kamis, 27 Agustus 2020

Satu hal yang harus kita sadari, hidup yang kita terima sekarang adalah hanya karena anugerah TUHAN saja. Tanpa pertolongan TUHAN sebenarnya hidup kita tidak ada gunanya. Tubuh kita begitu rentan terhadap berbagai ancaman bahaya, penyakit, dan resiko lain yang mengancam jiwa, sehingga bila kita dapat hidup sampai tua, itu merupakan pertolongan Allah yang luar biasa. Bukan semata hanya karena makanan atau olahraga, bukan karena hal ini atau itu. Banyak orang mengungkapkan penyebab ia bisa sehat dan umur panjang namun agak melupakan pertolongan Allah dalam keseluruhan inti hidupnya. Hari ini biarlah kita menyadari dengan sungguh bahwa hidup kita ini semata hanya oleh karena pertolongan Tuhan Yesus. Dialah sumber kehidupan dan sumber segala-galanya bagi kita. Tidak seharusnya ada kesombongan dalam hati kita, sebab semuanya hanya karena Tuhan. Hanya oleh pertolongan Tuhan saja, kita boleh hidup sampai hari ini. Dan untuk seterusnya, Tuhan Yesus akan selalu menolong kita. Jika hidup kita merupakan hasil pertolongan TUHAN, maka mari gunakan hidup kita ini untuk memberikan kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar agar mereka juga menyadari bahwa hidup ini hanyalah karena pertolongan TUHAN semata. Sisa hidup kita kita gunakan untuk memuliakan TUHAN melalui setiap pola laku, tingkah dan kata kita yang baik kepada sesama manusia dan terlebih kepada TUHAN. Karena itu, hargailah hidup pemberian TUHAN ini dengan melakukan segala Firman dan ketetapan TUHAN.

“Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa” (Kisah Para Rasul 26,22)

 “Pertolongan Kita” oleh: Bonar Gultom (1994)

Pertolongan kita, adalah didalam nama Tuhan. Ya pertolongan kita, hanyalah didalam nama Tuhan. Yang menjadikan langit, yang menciptakan bumi. Yang slalu setia dan tak pernah meninggalkan ciptaanNya. Abadi setia tak pernah melupakan ciptaanNya. Walau amarah manusia menyala-nyala hendak menelan kita. Walau air bah meluapluap ‘kan melingkupi kita. Jangan takut, jangan gentar karena Tuhanmu penolong yang besar.

Doa

Terima kasih ya Tuhan atas pertolongan dan kesetiaanMu yang kami rasakan hingga saat ini. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TAAT KEPADA ALLAH

Renungan Rabu, 26 Agustus 2020

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “taat” dimaknai sebagai kepatuhan, kesetiaan, dan kesalehan. Memang harus diakui bahwa untuk mencapai suatu tujuan seseorang membutuhkan ketaatan. Bahkan perusahan, organisasi, atau yayasan membutuhkan kesetiaan para pendiri, pengurus, dan staf agar tujuan yang ingin dicapai dapat teraih. Kita dipanggil Kristus untuk menjadi saksi-Nya di dunia. Untuk menjadi saksi Kristus yang baik dibutuhkan komitmen dan ketaatan terhadap perintah Allah. Istilah “taat” dalam renungan ini berkaitan dengan berpegang pada kebenaran Allah. Saat para rasul ditangkap dan diadili, mereka memiliki patokan hidup yang jelas, yaitu berdiri teguh pada kebenaran Allah. Hal itulah yang membuat mereka memilih untuk menaati Allah daripada manusia. Di sini kita dapat melihat ketaatan kepada Allah telah menjadi komitmen para rasul. Walau nyawa mereka menjadi taruhannya, mereka tidak merasa takut. Ancaman tidak mematahkan tekad dan semangat mereka untuk melanjutkan pewartaan tentang Injil Kristus. Dalam ketaatan para rasul, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihi-Nya. Sering kali dalam perjalanan hidup, kita suka meragukan penyertaan Allah, apalagi ketika berhadapan dengan ancaman. Mungkin saja kita memilih taat kepada manusia dengan cara bungkam sebagai bentuk kompromi. Satu hal yang perlu diketahui dan diingat adalah orang yang taat dan setia akan memperoleh keselamatan hidup. Tetapi, orang yang cari aman dan berkhianat akan binasa. Jadilah Pribadi yang Taat.

“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah Para Rasul 5,29)

KJ.446,1  “Setialah”

Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah, sokonganNya tentu di jalan yang berat.
‘Kan datang Raja yang berjaya menolong orang. yang percaya. Setialah!

Doa

Ya Tuhan, jadikan aku pribadi yang taat kepadaMu daripada kepada manusia. Amin.

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENYAKSIKAN KRISTUS

Renungan Selasa, 24 Agustus 2020

Kristus harus menjadi pusat pemberitaan gereja karena Dialah satu-satu-Nya utusan Allah untuk menyelamatkan manusia. Kesadaran akan sentralitas Kristus, akan menjaga pemberitaan gereja dari berbagai godaan untuk memegahkan diri. Yohanes Pembaptis sangat menyadari hal ini. Itu sebabnya, ketika para murid Yohanes protes karena orang banyak lebih memilih mengikut Tuhan Yesus daripada mengikutinya, Yohanes justru mensyukuri hal ini. Baginya, Tuhan Yesuslah yang diutus Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia, sedangkan dirinya hanyalah pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya. Maka ketika Tuhan Yesus semakin populer, Yohanes semakin bersukacita. Yesus harus makin besar, Yohanes harus surut ke belakang. Yohanes, penulis Injil ini menegaskan sikap Yohanes Pembaptis ini dengan menyatakan bahwa Tuhan Yesuslah satu-satu-Nya yang diutus Allah dan diurapi Roh Allah secara tak terbatas untuk menyaksikan Allah kepada dunia ini agar mereka percaya dan diselamatkan. Allah Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Kristus sehingga hanya melalui Dia semua orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan keselamatan. Melalui Kristus seseorang mengenal Allah dan memperoleh keselamatan. Namun, seringkali kesempatan mengenal Kristus justru dirusak oleh sifat manusia yang memegahkan diri. Teladani Yohanes Pembaptis, yang sadar peran dan fungsinya sebagai agen Allah untuk memperkenalkan Kristus kepada dunia, demikianlah kita saat ini mempersaksikan Kristus dalam hidup kita melalui pola hidup kita.

“Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” (Yohanes 3,27)

BE.149,1 “Ho Tongtong Ihuthonongku”

Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au. Tung na so tadingkononku Ho na paluahon au. Sian sasude dosangku Dohot sian uhum i. Na tongtong habiaranku Ala pardosaonki

Doa

Ajar aku ya Tuhan untuk mempersaksikanMu dalam hidupku. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 26 AGUSTUS 2020

Bernyanyi BE.15:1+3 “Aut na Saribu Hali Ganda”

♫  Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonhu mamuji Debatanta i. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i.

♫    Unang ma modom ho tondingku, sai ngot ma ho sai hehe ma. Radot ma ho di ulaonmu sai puji Tuhan Debata. Sai pangke nasa malomi mamujimuji Tuhan i.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  “Hai Manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan AllahMu?” Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Maha Pengasih! Kami berterima kasih kepadaMu karena Engkau memanggil kami ke dalam pengharapan yang kekal. Karuniakanlah kepada kami Roh Kudus, supaya kami kuat dalam perlawanan mengalahkan keinginan – keinginan duniawi, dan supaya kami mencari hal-hal yang ada di surga. Kuatkanlah kami mengalahkan segala kuat kuasa kegelapan yang sanggup menghalangi perjalanan kami menuju kebahagiaan yang kekal. Teguhkan iman dan pengharapan kami, dan tumbuhkanlah dalam diri kami penguasaan diri, supaya kami menang pada akhirnya, pada saat mana kami akan menerima mahkota kemuliaan, karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.247:1+3 “Sai Hehe ma Hamuna”

♫  Sai hehe ma hamuna Hamu parangan ni. Tuhanta Jesus Kristus Tu paraloan i. Ai ndang tarbaen ho monang Nda na mangalo ho. Ai musu ni Tuhanta Tung ingkon talu do.

♫ Ndang jadi haposanmu Gogom sandiri da. Ai tung na so hasea Do i di Debata. Sai naeng basahononNa Di ho sinjatami. Ai ndang tarbaen so talu MusuNa baenon ni

Pembacaan Alkitab dan Renungan: KISAH PARA RASUL 19,13-20

P- Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

K- Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

P- Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

K- Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

P- Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.

K- Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.

P- Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

K- Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

“MENANG ATAS OKULTISME (KUASA KEGELAPAN)”

Jemaat Tuhan Terkasih, Saat ini kita diajak mempelajari pelayanan Rasul Paulus di Efesus. Pada waktu itu ada 7 anak Skewa yang berprofesi sebagai “tukang jampi” (dukun) yang dimintai tolong apabila ada orang yang sakit atau kerasukan roh jahat. Mereka adalah anak-anak seorang imam kepala Yahudi di Efesus. Kisah ini dimulai dengan hal yang tidak menyenangkan namun diakhiri dengan pertobatan sejumlah besar penduduk Efesus. Dari episode pelayanan Paulus di Efesus ini kita memperoleh empat pelajaran penting:

Selalu ada orang yang hatinya bercabang.

Dalam ayat 14 dituliskan “mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa”. Ayat ini menjelaskan latar belakang tujuh tukang jampi ini. Ayah tujuh pria ini adalah pimpinan Sinagoge atau rumah sembahyang Yahudi di kota Efesus, salah satu kedudukan yang sangat terhormat dalam Yudaisme yang berpegang teguh pada kitab PL. Seharusnya mereka tahu dan memahami bahwa Tuhan dalam PL tegas menolak berbagai macam bentuk klenik, sihir, dan segala sesuatu yang sejenis itu (Ul.18:9–13). Ayah mereka sebagai imam Kepala pastilah sering mengajarkan hal ini dari mimbar sinagoge. Namun kenyataan sungguh sangat ironis, mereka menjadi tokoh okultisme, mereka semua mempunyai hati yang bercabang. Gejala memprihatinkan macam ini dapat kita lihat dari zaman dahulu hingga saat ini, satu sisi Percaya Tuhan Yesus, disisi lain juga percaya praktek-praktek perdukunan. Tentu saja sikap seperti ini sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan karena menggambarkan ketidak-setiaan orang Kristen harus mempunyai hati yang lurus tertuju hanya kepada Kristus saja.

Menyebut nama Yesus sangat berbeda dengan mengenal Nama Yesus

Tujuh anak Skewa ini dengan tidak berpikir panjang menyebut nama Yesus ketika mereka mempraktekkan Okultisme-nya (Ay.3), namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. Bukannya roh jahat keluar, malah mereka dihajar habis-habisan sampai-sampai telajang babak belur (Ay.15–16). Dari bagian ini kita tahu satu hal, Ada beda besar sekali antara sekedar menyebut nama Yesus dengan mengenal nama Yesus. Dalam Matius 7,21-23 Tuhan Yesus sendirinya sudah menerangkannya.

TUHAN punya 1001 cara untuk membawa orang percaya kepada-Nya

Dari peristiwa ini kita menjumpai satu kenyataan, kebangunan rohani besar terjadi di kota Efesus melalui aktivitas roh jahat. Ketika roh jahat menyerang 7 anak Skewa, siapa yang menyangka bahwa hal ini dipakai TUHAN untuk memicu suatu kegerakan rohani besar di kota Efesus? Kenyataannya: Peristiwa yang menghebohkan masyarakat Efesus ini menyebabkan banyak orang terbuka hatinya dan mereka mau menerima berita keselamatan (Ay.17-18). Kesimpulannya: Jangan sekali-kali membatasi kuasa TUHAN, karena TUHAN mempunyai seribu satu macam cara untuk membawa orang yang belum percaya datang kepadaNya.

Pertobatan sejati menuntut adanya bukti

Dalam ayat 17 – 19 menunjukkan kepada kita empat bukti yang harus ada dalam pertobatan sejati : Perubahan sikap terhadap Yesus: Dulu tak merasa perlu kenal Yesus, sekarang membuka hati untuk Yesus. Perubahan sikap akan terhadap dosa: Dulu suka berbuat dosa, sekarang benci dosa. Bukan Cuma itu, mereka bahkan berani mengaku dosa di depan umum (ay.18). Perubahan sikap terhadap setan: Dulu rajin bersentuhan dengan kuasa gelap, jampi-jampi dan dukun, sekarang tegas menolak dan jijik dengan praktek seperti itu. Perubahan sikap terhadap dunia: dulu ikut saja apa yang dunia tawarkan, sekarang mereka melihat dunia dengan kerinduan untuk membawa orang-orang yang masih dibelenggu kuasa gelap untuk bertobat dibawah kaki Yesus. Dengan berani mereka bersaksi sehingga makin tersiarlah firman TUHAN dan makin berkuasa (ay.20).

Jemaat Tuhan Terkasih, Melalui nas renungan saat ini, kita diajak dan diingatkan (1). Semakin takut serta kasih kepada Allah dengan tidak bersembah sujud kepada ilah lain atau meminta kehidupan dari padanya, tidak memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin dengan benda-benda sakti; (2). Menjadi Kristal atau Kristen Total! Jangan beriman ganda atau double believer. Percaya kepada Yesus tetapi kerap melakukan praktek okultisme (perdukunan). Purinitas (kemurnian) iman kepada Yesus harus tetap dipertahankan. Kiranya Tuhan menyertai kita menjadi Kristen seutuhnya. Amin

Bernyanyi BE.453:1+3 “Sada Goar Na Umuli”

♫     Sada goar na umuli sian nasa goar i. Goar ni Tuhanta Jesus, i do na umuli i. GoarMi Tuhanki, holan i do endengki. GoarMi Jesuski do pamalum rohangki

♫    Sipalua do goarMu, saut malua tondingki. Nasa rante ni sibolis ingkon sega baenon ni~i. GoarMi Tuhanki, holan i do endengki GoarMi Jesuski do pamalum rohangki

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.404:1-2 “Unang Ho Sai Di na Holom” (Persembahan)

♫    Unang ho sai di na holom, tu na tiur ho antong. Sulusulu i ma golom, ai holom portibi on. Naeng ma pasesahononmu dosa tu Tuhan Jesus i Ipe asa hangoluhononmu na niomohonNa i.

♫     Unang ho di hagangguon, sai pasada rohami. Asa bali haliluon baenon ni sondangNa i. Sai ungkapi ma rohamu, sai pasiat Tuhanmi Pagomgomhon saluhut langkamu tu parholong roha i.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.