AIR KEHIDUPAN

Renungan Sabtu, 01 Agustus 2020

Menurut ilmu kesehatan manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa air alias menahan haus maksimal 3-5 hari, namun ia bisa bertahan tidak makan sampai kurang lebih 8 minggu, dengan catatan masih mengonsumsi air.  Ini menunjukkan bahwa manusia dan semua makhluk tidak bisa hidup tanpa air. Jika manusia jasmani sangat membutuhkan air yang dapat memuaskan dahaga walau sifatnya hanya sementara, terlebih-lebih manusia rohani kita sangat memerlukan  ‘air hidup’  yang dapat memberikan kelegaan dan kepuasan sejati. Di masa sekarang ini banyak orang mengalami kekeringan, kegersangan dan kehausan rohani.  Beratnya pergumulan hidup dan berbagai kesibukan dunia membuat orang mudah sekali mengalami stres dan frustasi.  Dalam kondisi seperti itu orang sangat membutuhkan  ‘air hidup’;  dan Kristus adalah jawabannya. Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”  (Yoh.4:13-14). Kristus adalah air kehidupan yang sejati.  Ketika  ‘air hidup’  itu mengalir dan memenuhi hati kita maka kita akan mengalami kesegaran, kelegaan dan kepuasan yang sejati, bahkan hati kita pun akan dibersihkan-Nya dari segala bentuk kecemaran dunia. Amin.

“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.” (Yesaya 44,3)

Selamat hari Sabtu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *