LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 29 JULI 2020

Bernyanyi BE.565:1+4 “Las Rohangku Lao Mamuji”

♫  Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i. Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i. Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen asiMi, Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanki

♫   Rap ma hita mangendehon, sangap di GoarNa i. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. Sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i. I do pasadahon hita salelenglelengna i

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikianlah Firman Tuhan Allah: “ ….orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!”. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa Kami yang Maha Pengasih! Kami berkumpul ditempat ini memohon dari segenap hati kami: Kuatkanlah iman kami agar dapat memiliki cara hidup yang baik sesuai dengan kehendakMu. Jaga dan peliharalah kami sampai pada akhir hidup kami, oleh karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.25:1-2 “HataMi Ale Tuhanku”

♫  HataMi ale Tuhanku Arta na umarga i. Sai paian di rohangku Unang so hutiop i. Molo so be sitiopan Hata na badia i. Aha nama haojahan Ni haporseaon i?

♫  Ale Jesus sai matahon Sai ramoti ma au on. Asa hot haporseaon Di bagasan rohangkon. Sai paringgas ma rohangku Mangoloi di hataMi
Asa mauas di podaMu Songon si Maria i

Pembacaan Alkitab dan Renungan: KISAH PARA RASUL 5,1-11

P–   Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.

K–   Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

P–   Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

K–   Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

P–   Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

K–   Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

P–   Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

K–   Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”

P–   Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”

K–   Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

P–   Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

“HATI-HATI BUDAYA KORUPTIF DAN PELIT”

Jemaat Terkasih,

Jika memperhatikan cara hidup jemaat mula-mula, mungkin kita dibuat malu.  Mengapa?  Karena jemaat pada zaman rasul-rasul memiliki hati yang mau berbagi.  Mereka suka memberi persembahan, rela menjual harta kepunyaannya untuk dipersembahkan kepada rasul-rasul dan kemudian dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya sehingga “…tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka;”  (Kisah 4:34a). Bahkan dikisahkan ada seorang yang bernama Yusuf dan para rasul memanggilnya Barnabas, orang Lewi dari Siprus, jauh-jauh datang untuk memberikan persembahan hasil menjual ladang.  Jumlah uang yang dipersembahkan pasti sangatlah besar dan itu sangat berarti bagi orang-orang yang membutuhkan. Melihat ada orang asing yang sangat kaya membawa persembahan yang banyak dari hasil menjual tanah mendorong Ananias dan Safira untuk turut pula menjual sesuatu yang mereka miliki.  Tapi sayang, dengan sepengetahuan isterinya, Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lagi dibawa dan diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Ananias dan Safira mungkin berharap bahwa persembahan mereka mendapat perhatian dan juga pujian dari jemaat. Namun rasul Petrus tahu isi hati mereka: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?  Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu?  Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kisah 5:3-4). Ananias dan Safira telah melakukan penipuan.  Penipuan adalah dosa! Tidaklah salah menahan sebagian hasil penjualan dan uangnya mereka gunakan untuk kepentingan sendiri.  Namun, adalah bohong besar jika mereka mengatakan telah memberikan semua yang mereka miliki. Mereka lebih menginginkan pujian dari manusia daripada takut akan Tuhan. Bagi mereka reputasi diri sendiri sangatlah penting. Dan pada akhirnya Ananias dan Safira harus menanggung akibat dari kesalahannya sendiri.

Jemaat Terkasih,

Setelah memperhatikan dengan seksama kisah Ananias dan Safira, setidaknya ada Empat hal yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari, yaitu: Pertama: Pasangan suami dan istri boleh bersepakat (bahkan baik untuk bersepakat), tapi jangan salah dalam membuat kesepakatan. Jika suami istri ingin bersepakat, bersepakatlah dalam kebenaran (Matius 18:19-20). Kedua: Jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk memasuki hati kita Sebaliknya, kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9). Ketiga: Jangan berdusta, apalagi mendustai Roh Tuhan. Keempat, Jangan Pelit! Pelit adalah sifat buruk yang tidak boleh dimiliki oleh orang Kristen, karena kikir justru akan membawa seseorang kepada kekurangan, bahkan kemiskinan. Tuhan menghendaki agar kita memiliki sifat murah hati. Orang yang murah hati, yang suka menolong orang lain yang hidup dalam kekurangan atau kesusahan akan mengalami kelimpahan berkat dari Tuhan.  Tertulis:  “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,”  (Amsal 11:25a).  Kunci mengalami kelimpahan bukanlah dengan menghemat begitu rupa, tapi bermurah hati, sebab kapasitas untuk menerima dari Tuhan bergantung penuh dari kapasitas untuk memberi.  Jadi kita baru dapat mengalami kelimpahan apabila kita bermurah hati.  Orang yang murah hati akan menuai banyak  (baca 2 Korintus 9:6), sebab tidak mungkin ada tuaian apabila tidak ada benih yang ditabur. Orang yang murah hati menabur banyak.  Itulah sebabnya ia akan menuai banyak juga. Amin.

Bernyanyi BE.255:1 “Holan Sada Do Na Ringkot”

   Holan sada do na ringkot Jesus lehon i di au. Manang aha pe na dapot ndang tuk pasonanghon au. Nang arta nang sangap sude hamoraon
Ndang tau mangalehon di au hasonangan. Alai molo dapot na sasada i. Tongtong las rohangku hinorhon ni i

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.660:1-2 “Bege Ma Tuhan I” (Persembahan)

♫   Bege ma Tuhan i, na joujou i. Sai unang jua i, mansai sonang do i
Beta hita lao mangula tu ladang ni Tuhan i. Dijou Tuhanta ho tu gotilon i. Pelehon ma ngolumi mangoloi Tuhan i. Lao mangula di HarajaonNai

♫  Oloi ma Tuhan i mansai uli do i. Porsan ma silangmi, mansai sonang do i. Beta hita d.u …

 Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *