LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 05 AGUSTUS 2020

Bernyanyi BE.581:1-2 “Sangap di Jahowa”

♫  Sangap di jahowa na sun timbul i. Balga ni holongNa ndang tarasam i. Dilehon AnakNa na sasada i. Manobus hita jolma pardosa i. Puji ma Debata ale manisia, Las roham las roham somba ma Debata. Dapothon Jahowa na sun timbul i, Marhite AnakNa Tuhan Jesus i

♫   Tung so hasuhatan do basaNa i. Marhite AnakNa nilehonNa i. MudarNa durus do di hau silang i. Rara pe dosanta ias dibaen i. Puji ma …

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Marilah kita berdoa: Ya, Tuhan Allah, Bapa kami yang Maha Pengasih! Kami berkumpul ditempat ini memohon dari segenap hati kami: kuatkanlah iman kami agar dapat memiliki cara hidup yang baik sesuai dengan kehendakMu. Jaga dan peliharakah kami sampai pada akhir hidup kami, oleh karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.826:1-2 “Gohi Au Tuhan”

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi. Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi. Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Pembacaan Alkitab dan Renungan: AMSAL 6,6-11

P-   Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

K–   biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

P-   ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

K-   Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

P-   Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” —

K-   maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

“MENJADI RAJIN DENGAN BELAJAR DARI SEMUT”

Jemaat Terkasih,

Semut adalah serangga eusosial, yang berasal dari keluarga Formisidae. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Hewan ini adalah mahluk hidup dengan populasi terpadat di dunia. Salomo melukiskan kehidupan semut melalui tulisannya dalam firman Tuhan, supaya kita dapat belajar hal-hal yang baik dari semut tersebut.

Pertama, semut adalah binatang yang bergerak 24 jam sehari. Kecepatan berjalan semut 0,5 km/jam. Kecepatan semut jika diukurkan kepada manusia adalah 80 km/jam. Sungguh memperlihatkan kerajinan yang luar biasa. Fakta ini diangkat Salomo dalam Amsal 6:6, ia meminta kita harus belajar dari semut soal kerajinan. Kita perlu memiliki kerajinan yang lebih baik lagi dalam pekerjaan dan melayani Tuhan, sebab kerajinan pasti akan menghasilkan yang baik.

Kedua, semut adalah binatang yang lemah dan tidak tenar, namun ia mampu mengangkat beban 10 kali lebih besar dari dirinya. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa semut tidak pernah patah semangat dalam menghadapi apapun. Firman Allah dalam Amsal 17:22 menuliskan, semangat yang patah mengeringkan tulang. Jadi kita harus tetap bersemangat dan tidak boleh menyerah dalam perjuangan iman, meski di tengah-tengah tantangan atau menghadapi berbagai halangan.

Ketiga, semut menganggap musim panas sebagai persiapan menghadapi musim dingin. Semut-semut mengumpulkan makanan untuk musim dingin mereka di pertengahan msuim panas. Ini adalah cara pandang yang penting. Kita tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung lama apalagi sepanjang waktu. Sangat penting bagi kita untuk bersikap realistis, berpikir ke depan dan tidak tinggal diam dengan yang ada sekarang. Teruslah berupaya, teruslah tingkatkan dan teruslah persiapkan!

Jemaat Terkasih,

Raja Solomo memuji etos kerja mereka yang tekun (Ams. 6:6-11). Ia menunjukkan bawa semut adalah hewan yang dapat mengatur dirinya sendiri. Mereka “tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya” (ay.7), tetapi mereka sangat produktif. Semut-semut juga tetap sibuk, meski mereka tidak punya keperluan yang mendesak, mereka menumpuk persediaan di musim panas dan mengumpulkan makanan pada waktu panen (ay.8). Ketika musim dingin datang, mereka tidak perlu khawatir tentang apa yang akan mereka makan. Sedikit demi sedikit, para pekerja keras ini telah mengumpul-kan makanan yang cukup banyak untuk bertahan hidup. Kita dapat belajar dari semut. Ketika Allah memberi kita masa-masa kelimpahan, kita dapat menyiapkan diri untuk masa-masa di saat persediaan kita menipis. Allah menyediakan segala hal yang kita miliki, termasuk kemampuan kita untuk bekerja. Kita diharapkan untuk bekerja dengan giat, menjadi penatalayan yang bijak untuk mengelola semua yang disediakan-Nya, dan kemudian bersandar pada janji pemeliharaan-Nya (Mat. 6:25-34).

Bernyanyi BE.691:1-2 “Hupasahat Ma Tu Jesus”

   Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki. Roha nang pambaenanku saluhutna tingkingki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

♫    Pangkeonku ma tanganku, mangula lomoNa i. Langka nang simanjojakku mangihuthon Tuhanki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

 Doa Syafaat

Bernyanyi BE.811:1+4 “Di Ho Ma Au Tuhan” (Persembahan)

♫   Di au ma Ho Tuhan di ariaringki. Ai denggan ni basaM padame rohangki. Di sude partingkian, di sude inganan. Di au ma Ho O Tuhan asi rohaM

♫    Di au ma Ho Tuhan di ariaringki. Baen ma au nampunaM, pinasupasuMi. Di sude partingkian, di sude inganan. Di au ma Ho O Tuhan asi rohaM

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *