YESUS ADALAH ROTI HIDUP

Renungan Jumat, 07 Agustus 2020

Kita semua membutuhkan makanan dalam hidup kita. Kalau tidak makan kita akan kelaparan dan tidak dapat bertahan hidup. Tuhan Yesus tidak mengabaikan kebutuhan ini. Ketika Ia melihat orang banyak yang sedang lapar, Ia memberi mereka makan ribuan orang. Ia memberi mereka makan dengan lima roti dan dua ikan yang dipersembahkan seorang anak-anak. Apakah cukup? Lebih dari cukup, bahkan ada sisa dua belas keranjang. Suatu mujizat telah terjadi. Kita perlu makan untuk hidup, tetapi tidak hidup untuk makan. “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Orang banyak tertarik pada roti, tetapi gagal melihat Sang Pemberinya. Inilah yang seringkali menjadi kegagalan manusia: Mendambakan berkat lebih dari pada Sang Pemberi Berkat. Masalah inilah yang menjadi awal bagi Tuhan Yesus Kristus untuk membicarakan tentang roti hidup.  Apa yang dimaksud dengan roti hidup itu? Tuhan Yesus berkata, “Akulah roti hidup”.  Roti hidup itu adalah diri Yesus Kristus sendiri, yaitu tubuh-Nya yang disalibkan di bukit Golgota untuk keselamatan dunia. Orang yang menerima roti hidup itu akan memiliki hidup yang kekal (Yoh. 6:39). Bagaimana cara menerima roti hidup itu? Caranya adalah percaya kepada-Nya (Yoh. 6:40). Roti hidup itu diperoleh bukan dengan usaha atau perbuatan, tetapi dengan iman. Untuk itu marilah kita menerima, membagikan, dan memberitakan-Nya! Ia telah mengerjakan bagian-Nya, marilah kita mengerjakan bagian kita! Sekarang!

“Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6,35)

BE.261,1  “Sai Pasiat Tuhan Jesus”

Sai pasiat Tuhan Jesus tu bagasan rohami. Sai maimaima Jesus, bege panuktukNa i. Sai pasiat Tuhan Jesus, jangkon i tu rohami, Nunga tingki parasian, sotung jolo salpu i

Doa

Ya Bapa di Surga, ajarlah aku untuk mengerjakan bagian dalam hidupku dan dapat membagikan ‘roti hidup’ itu kepada orang lain. Amin.

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *