LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 12 AGUSTU 2020

Bernyanyi BE.557:1+3 “Dao Dumenggan”

♫   Dao dumenggan asi ni rohaM. Dao umarga sian ngolungkon. Sai pujionku ma Ho Tuhanku. Dao umarga asi ni rohaM

♫    Dao dumenggan holong ni rohaM. Dao umarga sian ngolungkon. Sai pujionku ma Ho Tuhanku. Sandok ngolungku do mamuji Ho

 Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa. Bangunlah hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! Aku mau bersyukur kepadaMu diantara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagiMu di antara suku-suku bangsa. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami, bimbing dan kuatkanlah kami dengan RohMu agar kami mendengar dan menerima FirmanMu. Teguhkanlah FirmanMu di dalam hati kami supaya kami menjadi baru dan Kudus. Tolonglah kami agar kami semakin percaya kepada AnakMu Tuhan Yesus Kristus, dan memperoleh hidup yang kekal. Amin.

Bernyanyi BE.256:4+7 “Jesus Kristus i Do Raja”

♫  Holan Jesus patupahon. Na malua hajolmaon. Ala ni mudarNa i, Ala ni mudarNa i. Nunga sahat hangoluan, Sai tongtong do partuaon Di bagasan Jesus i, Di bagasan Jesus i

♫  Dohot au pe di na rodop, Naeng porsea naeng marolop. Naeng mamuji Tuhanki, Naeng mamuji Tuhanki. Jesus Kristus i do raja, Ingkon tunduk saluhutna, Mangoloi Rajanta i. Mangoloi Rajanta i

Pembacaan Alkitab dan Renungan: 1PETRUS 2,13-17

P- Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,

Kmaupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.

P– Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

KHiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

P– Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

“MILIKILAH CARA HIDUP YANG BAIK”

Jemaat Terkasih,

Sekitar tahun 65, agama Kristen telah berkembang begitu pesat sampai menjadi sebuah ancaman bagi kekaisaran Romawi. Orang percaya merasakan gelombang penganiayaan terhadap iman mereka ini, yang menjadi lebih besar di kemudian hari. Surat Petrus yang pertama ini ditulis untuk menguatkan orang Kristen dalam masa-masa pencobaan ini. Surat ini ditulis oleh Rasul Petrus, murid Yesus yang menjadi pemimpin gerakan awal Kristen di Yerusalem (Kis.2,14-41). Petrus akhirnya pergi ke Roma, ibukota kekaisaran Romawi. Dari Roma, ia menunjukkan suratnya kepada orang percaya yang sudah tersebar di Pontus, Galatia, Kapodikia, Asia Kecil dan Bitinia (1,1-2). Barangkali penindasan para pejabat Romawi sudah memaksa orang Kristen kabur ke wilayah-wilayah yang jauh ini. Petrus mendorong orang percaya yang menderita ini untuk mengikut teladan Kristus. Penganiayaan dan kematianNya memberi jaminan dan harapan untuk masa depan.

Jemaat Terkasih,

Teladan Kristus yang dimintakan Rasul Petrus untuk diikuti, inilah yang menjadi tekanan dari renungan pada saat ini, karena itu mari kita telaah lebih dalam lagi:

Hidup Dalam Ketaatan. (Ay.13-14). Petrus mengatakan bahwa orang Kristen harus tunduk kepada pemerintah, tak peduli pemerintah itu Yahudi atau non Yahudi. Alasan ketundukan kita adalah karena Allah memerintahkan kita untuk tunduk kepada pemerintah, bandingkan Roma 13:1, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya”. Karena ketaatan kepada pemerintah itu harus dilakukan karena/demi Allah, maka jelas bahwa kita harus taat kepadanya kecuali pemerintah itu menyuruh/melarang kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Dalam hal seperti ini kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia/pemerintah (Kis 4:19; 5:29).

Hidup Takut Akan Allah (Ay.15-17). Selain kesucian hidup dan ketaatan, hal yang juga dapat membuat orang Kristen dapat menjadi saksi Tuhan yang baik ialah hidup takut akan Allah. Di sini tentu sesuai dengan ajaran Alkitab. Bagaimana kita dapat hidup takut akan Allah? (1) Berbuat Baik (Ay.15)
Alexander Nisbet, seorang ahli Alkitab mengatakan: “Sekalipun kadang-kadang cocok bagi umat Tuhan untuk menggunakan pembelaan diri dengan kata-kata untuk membersihkan diri mereka sendiri, dan cara-cara pembelaan yang sah lainnya terhadap fitnahan palsu (Kis 24:10-dst, 25:8) tetapi sikap yang kudus dan kristiani merupakan cara yang paling kuat, untuk membantah fitnahan dari orang-orang jahat; dan untuk membungkam mulut mereka, dari berbicara menentang orang-orang saleh.(2). Hidup sebagai Orang Merdeka (ay.16). Orang Kristen memang adalah orang merdeka. Namun kita harus memahami bahwa Yesus Kristuslah yang memerdekakan kita. Ketika Yesus Kristus memerdekakan kita, maka kita benar-benar merdeka. Mereka merdeka dari setan dan dosa, tetapi mereka adalah hamba-hamba Allah, dan karena itu harus taat kepada Allah, dan karena Allah menyuruh mereka taat kepada pemerintah, maka mereka harus taat kepada pemerintah. (3). Menghormati dan Mengasihi (ay.17). Menghormatinya dengan hati yang tulus, bukan dengan motivasi yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Kita juga harus mengasihi orang yang tidak seiman (Mat 22:39), dan bahkan musuh (Mat 5:44), tetapi untuk sesama orang Kristen, hal ini harus lebih ditekankan! Bandingkan Gal 6:10 – “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”. Alkitab atau Firman Tuhan melalui teks ini telah menyatakan cara hidup baik yang harus dimiliki oleh orang Kristen jika mau mengalami pertumbuhan iman yang sehat, yaitu: hidup dalam kesucian, hidup dalam ketaatan, dan hidup takut akan Allah. Kalau ada di antara kita sebagai umat Tuhan yang belum memiliki cara hidup yang baik, melalui renungan saat ini kita ditantang untuk bertindak mengambil keputusan untuk hidup sebagai umat Tuhan yang setia melaksanakan peritah-Nya. Amin

Bernyanyi BE.720:3-4 “Naeng Marsinondang Ngolungku”

♫   Tuhan urupi ma ahu, sai jaga rohangki, Asa marsinondang ahu, Ho naeng tiruonki. (Reff.) Tiur marsinondang, i do ni igil ni Jesus, tongtong marsinondang panondang do au tutu.

♫   Naeng oloanku Tuhanku, saleleng ngolungki, Sogot di surgo, endengku pasangap Tuhan i. (Reff.) Tiur marsinondang …

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.697:3-4 “Molo Ho Do Huihuthon” (Persembahan)

♫   Hupelehon ma diringku mangihuthon lomoMi. Ndada be na olo salpu na manggohi rohangki. Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au
Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au

♫    Marparange na badia ma au di adopanMi. Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi. Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au
Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *