AKU INI, JANGAN TAKUT!

Renungan Rabu, 12 Agustus 2020

Tuhan Yesus mendesak para murid agar menjauhi orang banyak yang ingin menjadikan Dia raja, karena Yesus tidak ingin para murid-Nya terpengaruh. Para murid sudah berada di dalam perahu dan sedang dalam perjalanan menyeberang ketika Yesus selesai berdoa. Maka cuma ada satu jalan bagi Yesus untuk mencapai Kapernaum, yaitu berjalan mengelilingi Danau Galilea. Masalahnya, ini membuat Yesus bertemu dengan orang banyak. Jika saja ada sebuah perahu lain, tentu Yesus bisa menyeberangi danau tanpa perlu bertemu dengan mereka.Namun Yesus menyelesaikan masalah itu dengan mudah saja. Ia menyeberang dengan berjalan di atas air! Di tengah danau, para murid menghadapi danau bergelora yang disebabkan oleh angin kencang. Di dalam situasi yang demikian, mereka melihat sesosok manusia berjalan di atas air dan mendekati mereka. Maka wajar saja rasanya jika mereka jadi ketakutan. Lalu Yesus datang dan menyatakan diri-Nya. Ia seolah mengingatkan bahwa Ia ada, berkuasa, dan menyertai mereka. Ketaatan pada perintah Tuhan tidak lantas menjamin bahwa mereka akan menghadapi jalan mulus tanpa kesulitan. Namun yang terindah dari datangnya situasi sulit, Yesus tidak tinggal diam. Ia selalu menyertai kita. Meskipun Ia terasa jauh, Ia berdoa untuk kita. Ia tahu apa yang terjadi karena Ia selalu memperhatikan kita. Di tengah segala pergumulan, alangkah terhibur hati kita mengetahui bahwa dalam segala situasi sulit, Allah yang berdaulat peduli pada setiap pergumulan kita.

“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!”(Yohanes 6,20)

BE.238,5 “Ihuthon Au Sude Hamu”

Ndang tarpatupa hami i Dipingkir rohamuna. Unang mabiar ala ni Ai Au do donganmuna. TaluhononKu musu i Sai pos ma rohamu disi

Doa

Ya Allah, berilah aku kemampuan menyadari bahwa Engkau ada didalam perjalanan hidupku, sehingga dengan rasa takut hilang daripadaku. Amin.

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *