BERKAT ATAS KERUKUNAN

Renungan Kamis, 13 Agustus 2020

Seorang mantan Kaisar Rusia Peter Agung pernah berkata: saya dapat menaklukkan kekaisaran, tetapi saya tidak dapat menaklukkan diriku sendiri! Yang hendak dikatakan, ternyata bahwa diri sendiri adalah musuh yang paling kuat. Kita tidak bisa melampaui watak temperamen, seperti mengkritik orang lain, iri kepada orang lain, malas, ego sentris, sombong, egois, adalah musuh terbesar kita. Kita iri karena tidak ingin orang lain untuk menjadi lebih baik dari kita. Nilai keegoisan ini menjadi akar dari semua masalah sosial dan pribadi. TUHAN di Yerusalem, di pegunungan Sion, di tempat di mana para imam yang diurapi, tempat tujuan bersama ziarah bangsa Israel, telah ditetapkan berkat-Nya bagi manusia yang tetap mengusahakan kesatuan hati. Orang Kristen diminta mengupayakan kesatuan itu dengan menghilangka watak-watak sebagaimana disebutkan di atas. Kesatuan dan Kerukunan itu memerlukan kesabaran, penerimaan dan toleransi serta kasih. Namun ketika memberikan hati dan pikiran kita, tidak ada yang tak mungkin. Mari bersatu dan rukun agar berkat dilimpahkan Tuhan bagi kita.

“Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”(Mazmur 133,3)

 KJ.249,1 “Serikat Persatuan”

Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman, Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.

 Doa

Ajar aku ya Tuhan untuk selalu hidup dalam kebersamaan dan kesatuan serta kerukunan dalam hidupku, agar berkatMu melimpahiku. Amin!

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *