LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 26 AGUSTUS 2020

Bernyanyi BE.15:1+3 “Aut na Saribu Hali Ganda”

♫  Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonhu mamuji Debatanta i. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i.

♫    Unang ma modom ho tondingku, sai ngot ma ho sai hehe ma. Radot ma ho di ulaonmu sai puji Tuhan Debata. Sai pangke nasa malomi mamujimuji Tuhan i.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  “Hai Manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan AllahMu?” Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Maha Pengasih! Kami berterima kasih kepadaMu karena Engkau memanggil kami ke dalam pengharapan yang kekal. Karuniakanlah kepada kami Roh Kudus, supaya kami kuat dalam perlawanan mengalahkan keinginan – keinginan duniawi, dan supaya kami mencari hal-hal yang ada di surga. Kuatkanlah kami mengalahkan segala kuat kuasa kegelapan yang sanggup menghalangi perjalanan kami menuju kebahagiaan yang kekal. Teguhkan iman dan pengharapan kami, dan tumbuhkanlah dalam diri kami penguasaan diri, supaya kami menang pada akhirnya, pada saat mana kami akan menerima mahkota kemuliaan, karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.247:1+3 “Sai Hehe ma Hamuna”

♫  Sai hehe ma hamuna Hamu parangan ni. Tuhanta Jesus Kristus Tu paraloan i. Ai ndang tarbaen ho monang Nda na mangalo ho. Ai musu ni Tuhanta Tung ingkon talu do.

♫ Ndang jadi haposanmu Gogom sandiri da. Ai tung na so hasea Do i di Debata. Sai naeng basahononNa Di ho sinjatami. Ai ndang tarbaen so talu MusuNa baenon ni

Pembacaan Alkitab dan Renungan: KISAH PARA RASUL 19,13-20

P- Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

K- Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

P- Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

K- Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

P- Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.

K- Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.

P- Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

K- Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

“MENANG ATAS OKULTISME (KUASA KEGELAPAN)”

Jemaat Tuhan Terkasih, Saat ini kita diajak mempelajari pelayanan Rasul Paulus di Efesus. Pada waktu itu ada 7 anak Skewa yang berprofesi sebagai “tukang jampi” (dukun) yang dimintai tolong apabila ada orang yang sakit atau kerasukan roh jahat. Mereka adalah anak-anak seorang imam kepala Yahudi di Efesus. Kisah ini dimulai dengan hal yang tidak menyenangkan namun diakhiri dengan pertobatan sejumlah besar penduduk Efesus. Dari episode pelayanan Paulus di Efesus ini kita memperoleh empat pelajaran penting:

Selalu ada orang yang hatinya bercabang.

Dalam ayat 14 dituliskan “mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa”. Ayat ini menjelaskan latar belakang tujuh tukang jampi ini. Ayah tujuh pria ini adalah pimpinan Sinagoge atau rumah sembahyang Yahudi di kota Efesus, salah satu kedudukan yang sangat terhormat dalam Yudaisme yang berpegang teguh pada kitab PL. Seharusnya mereka tahu dan memahami bahwa Tuhan dalam PL tegas menolak berbagai macam bentuk klenik, sihir, dan segala sesuatu yang sejenis itu (Ul.18:9–13). Ayah mereka sebagai imam Kepala pastilah sering mengajarkan hal ini dari mimbar sinagoge. Namun kenyataan sungguh sangat ironis, mereka menjadi tokoh okultisme, mereka semua mempunyai hati yang bercabang. Gejala memprihatinkan macam ini dapat kita lihat dari zaman dahulu hingga saat ini, satu sisi Percaya Tuhan Yesus, disisi lain juga percaya praktek-praktek perdukunan. Tentu saja sikap seperti ini sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan karena menggambarkan ketidak-setiaan orang Kristen harus mempunyai hati yang lurus tertuju hanya kepada Kristus saja.

Menyebut nama Yesus sangat berbeda dengan mengenal Nama Yesus

Tujuh anak Skewa ini dengan tidak berpikir panjang menyebut nama Yesus ketika mereka mempraktekkan Okultisme-nya (Ay.3), namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. Bukannya roh jahat keluar, malah mereka dihajar habis-habisan sampai-sampai telajang babak belur (Ay.15–16). Dari bagian ini kita tahu satu hal, Ada beda besar sekali antara sekedar menyebut nama Yesus dengan mengenal nama Yesus. Dalam Matius 7,21-23 Tuhan Yesus sendirinya sudah menerangkannya.

TUHAN punya 1001 cara untuk membawa orang percaya kepada-Nya

Dari peristiwa ini kita menjumpai satu kenyataan, kebangunan rohani besar terjadi di kota Efesus melalui aktivitas roh jahat. Ketika roh jahat menyerang 7 anak Skewa, siapa yang menyangka bahwa hal ini dipakai TUHAN untuk memicu suatu kegerakan rohani besar di kota Efesus? Kenyataannya: Peristiwa yang menghebohkan masyarakat Efesus ini menyebabkan banyak orang terbuka hatinya dan mereka mau menerima berita keselamatan (Ay.17-18). Kesimpulannya: Jangan sekali-kali membatasi kuasa TUHAN, karena TUHAN mempunyai seribu satu macam cara untuk membawa orang yang belum percaya datang kepadaNya.

Pertobatan sejati menuntut adanya bukti

Dalam ayat 17 – 19 menunjukkan kepada kita empat bukti yang harus ada dalam pertobatan sejati : Perubahan sikap terhadap Yesus: Dulu tak merasa perlu kenal Yesus, sekarang membuka hati untuk Yesus. Perubahan sikap akan terhadap dosa: Dulu suka berbuat dosa, sekarang benci dosa. Bukan Cuma itu, mereka bahkan berani mengaku dosa di depan umum (ay.18). Perubahan sikap terhadap setan: Dulu rajin bersentuhan dengan kuasa gelap, jampi-jampi dan dukun, sekarang tegas menolak dan jijik dengan praktek seperti itu. Perubahan sikap terhadap dunia: dulu ikut saja apa yang dunia tawarkan, sekarang mereka melihat dunia dengan kerinduan untuk membawa orang-orang yang masih dibelenggu kuasa gelap untuk bertobat dibawah kaki Yesus. Dengan berani mereka bersaksi sehingga makin tersiarlah firman TUHAN dan makin berkuasa (ay.20).

Jemaat Tuhan Terkasih, Melalui nas renungan saat ini, kita diajak dan diingatkan (1). Semakin takut serta kasih kepada Allah dengan tidak bersembah sujud kepada ilah lain atau meminta kehidupan dari padanya, tidak memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin dengan benda-benda sakti; (2). Menjadi Kristal atau Kristen Total! Jangan beriman ganda atau double believer. Percaya kepada Yesus tetapi kerap melakukan praktek okultisme (perdukunan). Purinitas (kemurnian) iman kepada Yesus harus tetap dipertahankan. Kiranya Tuhan menyertai kita menjadi Kristen seutuhnya. Amin

Bernyanyi BE.453:1+3 “Sada Goar Na Umuli”

♫     Sada goar na umuli sian nasa goar i. Goar ni Tuhanta Jesus, i do na umuli i. GoarMi Tuhanki, holan i do endengki. GoarMi Jesuski do pamalum rohangki

♫    Sipalua do goarMu, saut malua tondingki. Nasa rante ni sibolis ingkon sega baenon ni~i. GoarMi Tuhanki, holan i do endengki GoarMi Jesuski do pamalum rohangki

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.404:1-2 “Unang Ho Sai Di na Holom” (Persembahan)

♫    Unang ho sai di na holom, tu na tiur ho antong. Sulusulu i ma golom, ai holom portibi on. Naeng ma pasesahononmu dosa tu Tuhan Jesus i Ipe asa hangoluhononmu na niomohonNa i.

♫     Unang ho di hagangguon, sai pasada rohami. Asa bali haliluon baenon ni sondangNa i. Sai ungkapi ma rohamu, sai pasiat Tuhanmi Pagomgomhon saluhut langkamu tu parholong roha i.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *