MATA YANG TERTUJU KEPADA ALLAH

Renungan Sabtu, 29 Agustus 2020

Menjadi setia itu tidak mudah. Ada begitu banyak godaan untuk mengalihkan mata, hati serta pikiran kita yg telah difokuskan pada tujuan semula. Banyak orang yang gagal dalam hidupnya sebab mereka tak bisa menjadi pribadi yang setia, gagal berkomitmen baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kesetiaan tidak melulu soal kekasih dan pasangan hidup. Kesetiaan juga bisa ditujukan pada pekerjaan kita. Bukan berarti dengan pekerjaan kita yang sekarang ini, kita kurang beruntung sebab tidak mendapatkan hasil yang besar lalu kita meninggalkannya. Kita begitu tergiur mimpi-mimpi yang hebat tanpa mau setia dengan pekerjaan yang kecil. Selama apa yang kita kerjakan saat ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan, maka kerjakanlah dengan sepenuh hati. Jangan pernah iri hati dengan hasil atau kesuksean yang telah diraih oleh orang lain. Iri hati tidak akan pernah membuahkan hal baik. Iri hati hanya akan merusak kehidupan juga hubungan kita dengan orang lain. Ketika kita mencoba untuk setia dengan semua mimpi juga harapan-harapan kita, jangan pernah lupakan Tuhan. Oleh sebab kasih dan anugerah-Nyalah kita bisa ada sampai detik ini. Dan oleh kesetiaan Tuhan kepada kita, kita masih dipelihara dan selalu menemukan jalan keluar dalam setiap persoalan. Karena itu. Mari tujukan mata kepada Allah.

“Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (Psalmen 26,3)

BE.697,4 “Molo Ho Do Huihuthon”

Marparange na badia ma au di adopanMi, Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi, Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au, Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au

Doa

Ya Tuhan, saat ini pandanganku hendak tertuju pada kasih setiaMu saja, ajarlah aku melalui Roh KudusMu untuk mewujudkannya. Amin

Selamat hari Sabtu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *