LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 02 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.9:1+3 “Hupuji Holong ni RohaMu”

♫  Hupuji holong ni rohaMu O Tuhan Jesus Rajangki Tu Ho hulehon ma tondingku Ai i do pinangidoMi Huhalupahon ma diringku Mamingkir holong ni rohaMu

 ♫    Huhilala ingkon martuhan Ingkon mangolu au di Ho Ndang jumpang au be hangoluan Aut unang dipatupa Ho Sai Ho do paradiananhu
Sai gok di Ho nama langkangku

 Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling  mengasihi. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Mahabenar dan Kudus! Engkau melawan dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak, tetapi memohon kepadaMu: Tolonglah kami menjauhi kesombongan, supaya kami jangan tinggi hati, tetapi bimbinglah kami dengan Roh Kudus, supaya kami rendah hati, lemah lembut, penuh cinta kasih, jujur dan sopan terhadap sesama manusia, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Bernyanyi BE.28:1+4 “Hata ni Jahowa”

♫  Hata ni Jahowa Sipadame jolma Hangoluan i Halalas ni roha Siapuli roha Ni na marsak i Gogo ni Debatangki Paluahon na porsea Sian nasa jea

♫ Hata hangoluan Do nuaeng diboan Parjamita i Na lambok begeon I nuaeng dilehon Tu rohanta i Hita on dijamitai Ai didokkon be do hita Paubahon roha

 Pembacaan Alkitab dan Renungan: KITAB KEJADIAN 37,23-30

P–  Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.

KDan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

P–  Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

KLalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?

P–  Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

KKetika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

P–  Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,

S–  dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”

“MANUSIA TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN!”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Yusuf adalah putra pertama Yakub dari istrinya, Rahel. Yakub sangat menyayangi Yusuf lebih dari saudara-saudaranya yang lain sehingga dia membuatkan Yusuf jubah maha indah. Namun kondisi ini berbanding terbalik dengan saudara-saudaranya yang lain. Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya karena mimpinya yang dirasa merendahkan mereka. Ada dua mimpi Yusuf. Yang pertama tentang berkas-berkas gandum Yusuf yang tegak berdiri, lalu datanglah berkas-berkas gandum saudaranya yang lain dan sujud menyembah berkas-berkas gandum Yusuf. Kedua, mimpi tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang yang menyembah Yusuf. Puncak dari kebencian saudara-saudara Yusuf adalah pada saat Yusuf diminta ayahnya untuk melihat saudara-saudaranya yang sedang berada di padang untuk menggembalakan kambing domba. Setelah bertemu dengan saudara2nya, Yusuf dimasukkan ke dalam sumur yang kering, lalu dijual kepada orang Ismael dan dibawa ke Mesir untuk dijual sebagai budak dengan kata lain saudara-saudara Yusuf sudah melakukan human Trafficking.

 Jemaat Tuhan Terkasih, Sesungguhnya bagaimana kekristenan menanggapi ini? Human trafficking atau perdagangan manusia merupakan masalah global yang masih cukup sulit untuk diatasi. Data statistik perdagangan manusia cukup memprihatinkan. Meski data sebenarnya sulit untuk diperoleh, namun diperkirakan setiap tahunnya sekitar 600.000 – 800.000 wanita dan anak-anak menjadi korbannya diseluruh dunia. Dari jumlah diatas, korban di Asia mencapai total terbanyak yaitu sekitar 375 ribu, dimana 200.000-225.000 diantaranya berasal dari Asia Tenggara. Indonesia merupakan kontributor terbesar di Asia Tenggara. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, kesulitan hidup yang membuat banyak keluarga berantakan, rendahnya tingkat pendidikan sehingga mudah terbuai bujuk rayu dan tertipu menjadi alasan utama mengapa kasus perdagangan manusia banyak terjadi di Indonesia. Di sisi lain, tingginya permintaan di beberapa negara, umumnya permintaan untuk dijadikan objek seksual membuat banyak orang jahat yang melihatnya sebagai sebuah peluang usaha. Tidak heran begitu banyak wanita dan anak-anak dibawah umur yang tertipu dengan iming-iming kerja di luar negeri, kemudian mengalami pelecehan seksual dan dijadikan pekerja di lokalisasi. Sungguh keterlaluan bukan? Memang berapa sebenarnya harga seorang manusia? apakah harga manusia itu hanya sesuatu yang relatif dan bisa dinilai dengan segepok uang saja? Apa yang mendasari penetapan harga manusia? Rasanya keterlaluan ketika orang merasa berhak untuk memperdagangkan manusia, karena manusia bukan diciptakan oleh manusia, tapi oleh Tuhan. Di mata Tuhan, manusia punya nilai sangat tinggi. Yang mau diingatkan melalui renungan ini adalah Manusia bukan untuk diperjualbelikan! Kita semua begitu berharga di mata Tuhan. Kita bukan ditebus dengan barang fana, harta kekayaan atau benda-benda yang sifatnya sementara, tapi oleh darah Kristus, yang tak bernoda dan bercacat. Bukankah ini bukti nyata bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan? Kita semua dilukis pada telapak tanganNya, dan tetap ada dalam ruang mataNya (Yes,49:16). Tuhan begitu mengasihi kita, maka Dia mengorbankan anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yoh.3:16), merancang masa depan penuh harapan dalam damai sejahtera bagi kita semua (Yer.29:11), dan menyediakan kita semua hingga berkelimpahan (Mat.13:12). Ini semua fakta bahwa kita bernilai sangat tinggi, sangat istimewa, sangat berharga di mata Tuhan. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Ef.1:7). Kita memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan oleh darah Kristus sendiri. Bukan hanya ditebus, tapi malah kita dibenarkan oleh darahNya,dan karenanya kita diselamatkan dari murka Allah. (Rom.5:9). Inilah harga manusia di mata penciptanya. Hanya orang yang tidak menghargai ciptaan Tuhan-lah yang tega menjual manusia. Karena kita semua telah dibayar lunas langsung dengan darah Kristus di atas kayu salib,kita tidak boleh lagi menjadi hamba manusia. (1Kor.6:20). Kita semua harus menjaga diri kita baik-baik, hidup penuh kekudusan, bukan karena kita punya sejumlah harga di mata manusia, tapi karena kita sungguh berharga di mata Tuhan.
Hargailah diri sendiri dan sesama, karena kita semua sangat bernilai bagi Tuhan, Pencipta kita. Amin!

Bernyanyi BE.481:2-3 “Godang Dope”

♫     Tuhanta Jesus tiruanmu do Na holong roha di au nang di ho Ai diseahon  do diriNa i Singkatta lao tu hamatean i Ndang na dialang holong roha i Ai naeng di hita hangoluan i

♫    Tatiru holong ni rohaNa i Pinatuduhon ni Tuhanta i Tahaholongi ma donganta i Ai ruas ni Tuhanta do nang i Mardame ma, marsijalangan ma Tatuju ma solhot tu Debata

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.656:1+3 “Parhahamaranggion” (Persembahan)

♫    Parhahamaranggion i, lam hot jala togu Singkop ma hasadaon i, di Jesus i burju Rap sauduran hita be marholong na tutu Mardame, marlas roha ma di Jesus i tutu

♫     Ai disagihon do ganup asiasiNa i Asa ringgas huhut burju, di ulaonna i Sai lam serep ma rohamu hombar tu Hata i Parholong roha ma hamu maniru Tuhan i

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *