JANGAN MENGGESER BATAS TANAH

Renungan Senin, 07 September 2020

Mungkin kita pernah mendengar, melihat atau membaca berita tentang pertikaian antar sesama gara-gara tapal batas tanah (talutuk). Bahkan hubungan kekeluargaan bisa tidak akur lagi, gara-gara penggeseran batas tanah secara sepihak apalagi yang berkaitan dengan warisan. Bagaimana kita seharusnya melihat ini? Sesungguhnya Allah memahami sifat dasar manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, Allah mengatur sedemikian rupa supaya keadilan dan ketentraman umat tetap terjaga. Allah tidak menghendaki ketidakadilan, termasuk dalam kepemilikan tanah. Allah menghendaki agar umat-Nya menghargai hak milik orang lain tanpa memandang bulu. Sebagai umat Allah, kita perlu belajar menghargai hak milik orang lain. Perintah Allah sangat jelas, yaitu agar kita tidak berambisi untuk memiliki hak milik orang lain. Menginginkan milik orang lain tidak berbeda jauh dengan serakah. Bentuk mengingini milik orang lain yang mengarah pada keserakahan atau ketamakan, rasa tidak pernah puas ini bisa membawa kita ke dalam banyak bentuk dosa. Sebuah keinginan berlebihan untuk memiliki milik orang lain menunjukkan bahwa kita belumlah bisa mensyukuri segala yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Untuk mengendalikan keinginan seperti ini, kita harus bisa belajar untuk bersyukur. Untuk itu, hindarilah pikiran-pikiran yang mengingini milik orang lain, dan isilah selalu pikiran dan hati kita dengan ucapan syukur.

“Janganlah menggeser batas tanah sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu.” (Ulangan 19,14)

BE.695,1 “Jesus Tuhanku di Ho ma Au On”

Jesus Tuhanku di Ho ma au on Asa mangihut tu Ho au tongtong Gohi rohangku ingani au on Sonang di Ho tongtong O Tuhan togu ma au O Tuhan togutogu ma au Gohi rohangku ingani au on Sonang di Ho tongtong

Doa

Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi pribadi yang menghargai kepemilikan orang lain dan ajarlah aku untuk mensyukuri apa yang kumiliki saat ini. Amin.

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *