LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 09 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.789:1+4 “Lului Hamu Harajaon ni Debata”

♫   Lului hamu harajaon ni Debata, Rap dohot hatigoranNa/ TambahononNa ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya/ Haleluya, Haleluya, Haleluya Haleluya, Haleluya

♫   Dua manang tolu halak pe hamu. Pungu marhite goarNa/ Tuhanta Jesus di tongatongamu, Haleluya, Haleluya/ Haleluya, Haleluya, Haleluya
Haleluya, Haleluya

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan, Allah Bapa Kami! Kuatkanlah kami supaya jangan berputus asa apabila kami jatuh ke dalam kemelaratan, sehingga kami tidak menyianyiakan berkatMu. Ajarlah kami supaya kami jangan menggantungkan pengharapan kami kepada hal-hal yang duniawi. Perlengkapilah kami dengan iman yang teguh, agar kami, bersama-sama dengan seluruh orang percaya, menjadi pewaris kehidupan kekal. Dengarlah doa kami karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.470:1-3 “Jesus Ho Nampuna Au”

♫  Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au/ Gogo dohot hosangki sahat ma tu tanganMi

♫ Sai rajai ma matangki, manangkasi dalanMi/Sai patinggil pinggolhi, tumangihon hataMi

♫ Dohot tanganki tahe, naeng manjama na ture/ Dohot pat sai naeng tongtong mandalani dalanMon

Pembacaan Alkitab dan Renungan: GALATIA 5,19-21

P-  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

K- penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

P- kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

“MENGALAHKAN KEINGINAN DAGING”

Jemaat Tuhan yang Terkasih,

Apa yang disebutkan nas Alkitab saat ini, sekilas hendak menggambarkan suasana dan pola hidup masyarakat kita di kebanyakan tempat saat ini. Pelakunya bisa pejabat tinggi, bisa juga pegawai biasa. Bisa orang kaya dan bisa juga orang miskin. Hal tersebut dapat di saksikan di sekitar kita dan terjadi juga di tempat lain yang dapat kita lihat di televisi, baca di koran atau dengar di radio atau di media sosial. Penyebabnya sangat kompleks dan mengandung efek domino. Di antaranya mulai dari kegagalan membangun hubungan antar sesama, kegagalan membina keluarga dan anak, kegagalan membentuk keluarga yang mempunyai prinsip-prinsip hidup dalam Tuhan secara sungguh-sungguh dan kemudian melahirkan generasi yang rapuh dasar hidupnya dan sangat rentan terhadap godaan hidup menurut kedagingan.

Jemaat Tuhan Terkasih, Rasul Paulus mendengar bahwa beberapa guru Yahudi mengacaukan kehidupan berjemaat di Galatia dengan memaksa mereka disunatkan dan menerima kuk Taurat Musa sebagai syarat-syarat yang harus dipenuhi agar diselamatkan dan diterima dalam gereja. Karena kondisi inilah Paulus menuliskan surat ini dengan tujuan (1) menegaskan bahwa syarat-syarat yang dituntut hukum Perjanjian Lama, seperti sunat, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kasih karunia Allah dalam Kristus, (2) menegaskan kembali dengan jelas bahwa kita menerima Roh Kudus dan benar-benar hidup dalam kemerdekaan Kristus dan tidak hidup dalam perhambaan dan kedagingan. GALATIA 5:19-21, renungan saat ini, membantu kita memahami secara konkret tentang DOSA. Pertama, dosa bersifat nyata (ay.19a). Kata nyata menunjuk pada sesuatu yang sangat jelas atau diketahui oleh publik. Paulus ingin menyampaikan satu pesan: “tidak sulit menemukan berbagai kejahatan”. Keprihatinan Paulus seharusnya menjadi keprihatinan kita juga. Apa yang sudah terbiasa seringkali dipandang tidak apa-apa. Apa yang normal seringkali dinilai sebagai apa yang normatif. Beberapa orang yang tidak melakukan hal-hal yang biasa semacam itu bahkan dapat dipandang sebagai orang aneh. Kedua, dosa bersifat jamak (ay.19-21a). Masih berhubungan dengan poin di atas, dosa menjadi terbiasa di mata kita karena jumlahnya sangat banyak: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora. Shaking banyak dan beragamnya dosa itu, Rasul Paulus tidak dapat menyelesaikan daftar tersebut, dia menutup daftar itu dengan perkataan dan sebagainya”. Dosa sudah menjadi terlalu terbiasa untuk disangkal dan menjadi terlalu beragam untuk disebutkan. Ketiga, dosa bersumber dari kedagingan (ay.19a). Kata daging dalam tulisan Paulus dapat berarti macam-macam, misalnya tubuh, kesementaraan, maupun natur yang dirusak oleh dosa. Penggunaan kata daging dalam renungan ini merujuk pada arti natur yang dirusak oleh dosa. Dalam konsep Alkitab, persoalan dosa lebih ke arah natur yang berdosa. Godaan dunia maupun tipu daya Iblis hanyalah daya tarik dari luar. Selama yang di dalam berhasil dikendalikan dengan baik, semua yang dari luar tidak akan menentukan. Pengendalian ini bukan dari upaya manusia, melainkan dari kuasa Roh Kudus. Terakhir, dosa membawa pada kebinasaan (ay.21b). Dalam teks ini Paulus secara tegas mengatakan bahwa siapa saja yang melakukan perbuatan-perbuatan daging tidak akan masuk ke dalam kerajaan Allah. Paulus tentu saja tidak sedang mengajarkan bahwa keselamatan seseorang ditentukan oleh perbuatan orang itu. Keselamatan adalah pemberian secara cuma-cuma dari Allah melalui Yesus Kristus, namun walaupun demikian, kita juga perlu menandaskan bahwa perbuatan-perbuatan seseorang merefleksikan keadaan rohani orang tersebut. Siapa saja yang sudah menjadi milik Kristus berarti ia sudah menyalibkan hawa nafsunya. Ia tidak akan menuruti  keinginan daging.

Jemaat Tuhan Terkasih, Di antara berbagai dosa yang disebutkan Paulus di atas, manakah yang masih ada pada anda? Sambil merenungkan jawaban tersebut di atas, mari kita bergeser ke pertanyaan selanjutnya, Bagaimana caranya agar kedagingan tidak menguasai hidup kita? Kuncinya adalah dengan hidup oleh Roh. “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Gal.5:16) sehingga menghasilkan buah, . “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Gal.5:22-23). Hanya hidup yang memiliki buah Roh-lah yang dapat mengalahkan segala keinginan daging yang timbul. Rasa amarah akan dikalahkan oleh kesabaran. Segala percabulan, kecemaran dan hawa nafsu akan dikalahkan oleh penguasaan diri. Kejahatan, perselisihan, iri hati, percideraan dan lainnya akan dikalahkan oleh kebaikan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin!

Bernyanyi BE.485:1+4 “Dongani Au Tuhan”

♫     Dongani au Tuhan sondangi rohangki/ Pangiring ni mataM patongon langkangki/ Sandok sude gogongku, padohot pingkiranku/ Huboan peleanku, mangula ulaonMu/ Ai i hinalomohonMi, urupi rohangki

♫   Ho siapuli au, sai pargogoi ma au/ Tarunjun au tongtong, dibaen portibi on/ Ajari au maniru, Tuhanku Sipangolu/ Ringkot naeng botoonku, pasauthon pingkiranMu/ Ho do na mangapuli au, sai pargogoi ma au.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.437:1-2 “Tung Na Muba Rohangku” (Persembahan)

♫    Tung na muba rohangku dibaen Tuhanki, Dung Jesus maringan di au/ Nunga sonang au on, tung dame rohangki Dung Jesus maringan di au/ Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au/ Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au

♫    Au na lilu hian dapot sambulongki, Dung Jesus maringan di au/ Nunga sae dosangki dibaen mudarNa i, Dung Jesus maringan di au/ Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au/ Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *