KASIHILAH MUSUHMU

Renungan Selasa, 08 September 2020

Ada kenyataan di tengah masyarakat kita seperti ini: orang yang bersikap baik kepada kita, maka kita perlakukan dengan baik, sedang yang berbuat jahat dan menganiaya, kita akan membalasnya dengan hal yang serupa. Bahkan sekarang ini banyak orang yang bertindak semena-mena terhadap orang lain, yang kuat menekan yang lemah, yang kaya menindas yang miskin.  Hanya karena berbeda seseorang dimusuhi, diserang, dianiaya, diintimidasi, bahkan dibunuh! Hal ini berbanding terbalik dengan nilai hidup orang Kristen. Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi musuh kita. Tuhan Yesus adalah patron atau teladan yang luar biasa bagi kita.  Ia sanggup mengalahkan yang jahat dengan kebaikan;  diejek, diludahi, dimusuhi, dianiaya, bahkan sampai mati di kayu salib, Dia tidak pernah membalas perbuatan jahat mereka, tapi berdoa bagi mereka. Kejahatan tidak akan dapat ditaklukkan oleh kejahatan, tetapi kebaikanlah yang mampu mengalahkan kejahatan!  Saat ini mungkin kita berkata,  “Saya adalah manusia biasa, mustahil bisa mengasihi musuh.”  Mustahilkah?  Tentu tidak, karena status kita adalah anak-anak Allah, mewarisi sifat dan karakterNya.  Dikatakan, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”  (1Yoh.4:8).  Pastilah Allah tidak pernah memberi perintah yang mustahil untuk kita lakukan. Menjadi sempurna bukan tergantung pada usaha kita, tetapi tergantung pada siapakah kita, asalkan kita terus bertumbuh di dalam Dia.  Mengasihi musuh adalah bentuk dari penyangkalan diri.  Ini adalah salah satu ujian untuk membuktikan status kita sebagai anak Allah,  “…dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,”  (Mat.5:45). Karena itu saat ini Tuhan menghendaki kita memiliki hidup yang berbeda dari dunia, untuk itulah kita dipanggil supaya hidup kita menjadi berkat, salah satunya adalah mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka!

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5,44)

BE.481,2 “Godang Dope”

Tuhanta Jesus tiruanmu do, Na holong roha di au nang di ho/ Ai diseahon do diriNa i, singkatta lao tu hamatean i/ Ndang na dialang holong roha i, Ai naeng di hita hangoluan i.

Doa

Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi pribadi yang mengasihi orang lain dengan tulus dengan tidak memuntut balas atas perlakuannya kepadaku. Amin.

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *