10 SAJA YANG BENAR, ADA?

Renungan Senin, 14 September 2020

Nas hari ini berisikan percayakan antara Abraham dengan Allah. Karena keberdosaanya, Sodom dan Gomora akan dihukum. Pertanyaannya, apakah Allah akan menghukum orang benar bersama dengan orang fasik? Abraham kemudian “tawar-menawar” kepada Tuhan dengan menyodorkan 50 orang benar. Jawaban Tuhan adalah Ia tidak akan membinasakan kota Sodom. “Tawar-menawar” itu berlangsung sampai batas 10 orang benar. Namun, jawaban Tuhan tetap sama. itu berarti Tuhan tidak menjumpai ada 10 benar di kota itu! Karenanya kota itu layak dihukum. Saudara terkasih, penghukuman Sodom merupakan peringatan dan contoh konkret bagi kita agar hidup yang menyenangkan Tuhan. Percakapan antara Abraham dan Allah cukup serius karena menyangkut rasa keadilan. Abraham terang-terangan mencoba memperkecil jumlah orang benar yang diperlukan guna menyelamatkan penduduk Sodom. Di sinilah perjuangan Abraham untuk mendesak Allah membatalkan hukuman-Nya demi orang benar walaupun jumlahnya relatif sedikit. Sering kali kita memakai istilah minoritas untuk tidak berani memperjuangkan kebenaran. Tuhan justru menghargai minoritas yang berani memperjuangkan kebenaran-Nya. Jumlah 10 orang benar jika dibanding dengan penduduk Sodom yang demikian banyaknya sangatlah tidak sebanding, namun Tuhan siap menyelamatkan Sodom jikalau ada 10 orang benar. Karena itu, marilah kita menjadi sarana kesaksian-Nya dalam memperjuangkan kebenaran. Jangan merasa minder dengan jumlah yang sedikit! Laksana garam dalam sayuran, sedikit jumlah bisa sangat menentukan rasa. Tentu Tuhan akan menyelamatkan bangsa kita dari hukuman-Nya jikalau setiap orang Kristen berani memperjuangkan kebenaran Allah.

“Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” (Kejadian 18,32)

BE.68,3-4 “Masilelean Angka Taon”

  • Ra naung tarrimas Debata, Marnida pambaenanku/ Ra naung didok tinaba ma, Hau on na so dihangKu/ Ndang olo marparbue i, Tu aha be hasea i.
  • Alai na niondihonMi, do au umbaen mangolu/ Ho do mandok tu Ama i, sai loas ma mangolu/ Hau on, asi ma rohaMi, taon i pe lalu uhumMi.

Doa

Ya Allah Bapa, terima kasih atas perlindunganMu kepadaku hingga pada saat ini. Ajarlah aku di dalam RohMu untuk hidup dalam kebenaran. Didalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *