JANGAN MENGHAKIMI

Renungan Kamis, 17 September 2020

Menghakimi dan melihat segala kesalahan atau kelemahan orang lain, meski itu sekecil kuman, adalah pekerjaan yang paling mudah dilakukan.  Sedangkan yang paling sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri meski kesalahan itu begitu besar.  Itulah sifat alamiah manusia.  Firman Tuhan mengingatkan kita dengan keras,  “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”  (Mat.7:1).  Dan  “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.”  (Gal.6:4).  Sikap membenarkan diri sendiri dan menganggap orang lain sebagai sumber kesalahan atau ketidakbenaran adalah tindakan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Siapakah sesungguhnya kita ini? Perhatikan apa yang disampaikan Yesus dalam perumpamaannya mengenai dua orang yang pergi ke rumah Tuhan untuk berdoa yaitu orang Farisi dan pemungut cukai (Luk.18:9-14).  Kita tahu orang Farisi mahir firman Tuhan, terkenal dengan keahlian dan pengajarannya tentang Kitab suci sehingga ia sangat disegani dan dihormati umat Israel.  Secara kasat mata orang melihatnya sebagai orang yang tekun menjalankan ibadahnya. Karena itu doa-doa yang dipanjatkan orang Farisi ini berisi seabrek laporan aktivitas rohaninya:  kesetiaannya beribadah, berpuasa 2x seminggu, memberikan persepuluhan dan semua hal yang Alkitabiah.  Ia menganggap diri sempurna, benar, suci, lebih hebat, merasa tidak sama dengan orang lain.  Dengan sombongnya ia berkata di hadapan Tuhan  “…aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;” . Jadi intinya, Jangan Menghakimi!

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” (Matius 7,1)

BE.249,4 “Ngot Ma Ho O Tondingki”

Dungo, jaga rohami Unang dililuhon/ Hisap ni dagingmu i, Jala ditaluhon /Ginjang ni Roha i, Do jumotjot ala, Pangalapan sala./

Doa

 Allah Bapa di Surga, ajarlah aku untuk memelihara hatiku untuk tetap rendah hati, didalam Yesus Kristus. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *