KASIH ITU BUKAN LIPS SERVICE

Renungan Jumat, 18 September 2020

Pembahasan tentang kasih bukan hal baru dalam kehidupan orang Kristen;  mungkin shaking seringnya, kita bosan dengan topik ini.  Perlu kita pahami, kasih ini tidak akan pernah berhenti untuk disampaikan dan digemakan karena kasih adalah ciri mutlak yang harus dimiliki dan melekat dalam diri seorang pengikut Kristus, sebab Tuhan Yesus mengatakan,  “…semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”  (Yoh.13:35).  Adalah mudah semua orang berkoar-koar tentang kasih atau membuat slogan-slogan yang bertemakan tentang kasih, tapi mempraktekkan kasih dalam sebuah tindakan nyata tidak semua orang mau melakukannya, apalagi mengasihi tanpa pamrih. Melalui suratnya rasul Yohanes mendorong kita agar mengasihi dengan tindakan, bukan dengan perkataan saja. Ucapan bibir itu sangat tidak akan berfaedah apabila tidak disertai dengan aksi. Kasih itu perlu tindakan nyata dan kerelaan untuk berkorban, bukan hanya lips service!  Karena itu penting sekali bagi kita untuk memahami betapa besar kasih Tuhan kepada kita.  Mengapa kita harus mengasihi dengan tindakan?  Karena Bapa mengasihi kita juga melalui tindakan nyata yaitu  “…mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”  (Yoh.3:16).  Bapa mengasihi kita dengan  “…mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”  (1Yoh.4:10-11) dan hari ini kita diingatkan bahwa Wujud sederhana mengasihi dalam tindakan adalah ketika melihat orang lain dalam kekurangan atau masalah, kita tergerak hati untuk memberikan bantuan, terlebih ketikan kita memiliki harta duniawi. Harta duniawi kita tidak akan berkurang ketika membantu orang lain, bahkan semakin untung karena harta sorgawi ada pada kita. Jadilah Pengasih! Amin.

“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1Yohanes 3,17)

BE.716,3 “Di na Mamolus Sandok Ngolu On”

Ula na denggan tu halak sude, songon binaenNa tu ho/ Ingot urupi luhut na gale, gabe parholong ma ho./ Bahen ma ahu parhiteanMu, pasupasuM mabaor ma i /Ale Tuhan hu patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude.

Doa

Ya Allah Bapa, bukankan pintu hatiku untuk membantu orang lain dengan apa yang sudah Engkau berikan kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *