MENJADI PENCARI TUHAN

Renungan Senin, 21 September 2020

Saat ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu.  Kesempatan yang ada harus kita gunakan untuk terus menerus mencari Tuhan. Mencari Tuhan adalah sebuah keputusan penting bagi orang percaya, terlebih saat kita berada dalam situasi-situasi yang sulit. Ketika jalan yang kita tempuh terbentur tembok yang tebal atau jalan buntu, sedangkan berbagai upaya telah kita lakukan dan kesemuanya berujung kepada kegagalan, tiada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dan mencari wajahNya. Mencari Tuhan berarti menyadari akan keterbatasan dan ketidakberdayaan kita, lalu dengan penuh kerendahan hati mencariNya.  Mencari Tuhan juga berarti berharap dan mengandalkan Dia saja. Mengapa kita harus mencari Tuhan?  Karena Dia adalah sumber pertolongan sejati.  Sementara segala hal yang ada di dunia ini tak bisa memberikan jawaban dan jaminan yang pasti bagi kita. Karena itu jangan sekali-kali kita menggantungkan harapan pada uang, kekayaan, jabatan, pengalaman, kepintaran atau kemampuan, semuanya adalah sia-sia. Gantungkan harapan sepenuhnya kepada Tuhan sebab Dia selalu punya jalan ajaib untuk menolong kita.  Dia tidak pernah kehabisan cara melepaskan kita dari berbagai masalah.  “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”  (Yes.55:9).  Apa yang didapatkan bila bersungguh hati mencari Tuhan?  “…kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!”  (Yes.55:9).  Juga melalui nabi Amos Tuhan mengingatkan bangsa Israel agar mereka mencari Dia,  “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!”  (Am.5:4, 6a). Perjalanan hidup bangsa Israel hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita yang hidup di zaman sekarang ini. Ketika mereka mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh ada keamanan, perlindungan dan kemenangan.  Namun, ketika mereka meninggalkan Tuhan, berkompromi dengan dosa dan mencari pertolongan kepada ilah lain, kekalahan demi kekalahan harus mereka alami.

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55,6)

BE.789,1 “Lului Hamu Harajaon ni Debata”

Lului hamu harajaon ni Debata, Rap dohot hatigoranNa/ TambahononNa ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya. Haleluya, haleluya, haleluya, haleluya, haleluya, haleluya.

Doa

Bapa di Surga, arahkanlah hidupku untuk selalu mencariMu apapun yang terjadi dalam hidupku. Amin.

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *