DIANGGAP BODOH

Renungan Kamis, 24 September 2020

Kalau mau jujur, ketika memandang sesuatu, acap kali kita terfokus kepada penampilan luar seseorang.  Orang kaya diperhatikan; orang miskin dikesampingkan. Orang cantik diprioritaskan, orang lemah diabaikan. Dan, betapa memprihatinkan jika penilaian seperti itu terjadi dalam gereja! Allah kita tidak memandang muka atau penampilan kita. Allah tidak pernah tertipu oleh penampilan seseorang sebab Dia melihat hati. Dia justru memilih orang yang tidak terpandang, dianggap hina, yang tidak berarti bagi dunia, untuk meniadakan apa yang berarti. Paulus mengungkapkan kesadaran yang amat dalam bahwa orang ‘bodoh dan lemah’ justru dipilih Allah. Orang yang merasa dirinya tidak berdaya, lemah, dan bodoh cenderung membutuhkan bantuan dan mendambakan kehadiran serta persahabatan. Demikian pula dalam ketergantungannya pada Allah, mereka benar-benar mengakui kebutuhan mereka akan kehadiran-Nya. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap Allah. Sebaliknya, orang yang mencari pengaruh, pujian, dan kekayaan untuk diri sendiri sering tampak tertutup terhadap Allah karena merasa sudah mampu memperolehnya dengan kekuatan sendiri. Orang cenderung lebih tertarik mendandani penampilan luar dengan ‘balutan rohani’ demi membangun reputasi di depan manusia. Allah tidak tertarik dengan topeng semacam itu. Hati-Nya terpikat pada orang yang menyadari ketidakberdayaan mereka dan bersedia mengandalkan kehadiran dan kekuatan-Nya. Merekalah yang dipilih Allah sehingga tidak ada seorang pun yang dapat memegahkan diri di hadapan-Nya. Jadi jangan melihat tampilan luar saja.

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1Korintus 1,27)

BE.187,3 “Denggan Do PanoguM”

Dialo Ho sude na jungkat roha, Na timbo i dipatutoru Ho/ Alai sude na serep i marroha, I do na sai diasiasi Ho/ Parhata na gogo di tano on, Di hagigihon rohami sude/ Na dangol i ditatap Ho, hape Naeng urupanMu angka i tongtong./

Doa

Ya Allah Bapa ajar aku untuk melihat hati tidak terjebak dengan penampilan saja. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *