LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 30 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.4:1+3 “Sai Puji Debata”

♫  Sai puji Debata Dibaen asi rohaNa/Huhut tongtong basa Di nasa tinompaNa/ Ria ma hita be Mamuji Debata/ Ai sesa do nuaeng Dosanta i dibaen.

♫  Dibahen i tama Pujion ni rohanta/ Tuhanta Debata Nang Jesus pe AnakNa/ Nang pangondian i Naung ro tu hita on/Manggonti Jesus i Pujion do tongtong.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K-  Amin

P-  Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaku kepadamu”. Marilah kita berdoa: Ya Allah Bapa kami yang di Surga! Berikanlah bagi kami Roh kedamaian dan kebenaran supaya kami mengerti kehendakMu, dan dengan segenap kekuatan kami dapat melakukan kedamaian dan kebenaran itu oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.719:1-2 “Hubege SoaraM O Jesus”

♫    Hubege soaraM O Jesus, Hubege soaraM O Jesus/ Hubege soaraM O Jesus, Na manjouhon “ihuthon ma au”/Togu au Jesus Tuhanku, Iringiring ma langkangku/ Patuduhon ma dalanMu,Asa unang unang lilu au.

♫    Hupasahat ma diringku Hupasahat ma diringku Hupasahat ma diringku  Mangihuthon Jesus Tuhanki/ Togu au Jesus Tuhanku, Iringiring ma langkangku, Patuduhon ma dalanMu, Asa unang unang lilu au.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: 1KORINTUS 11,8-12

P-    Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

K-   Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

P-    Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

K–   Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.

P-    Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

“KITA SETARA DIHADAPAN TUHAN”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Dalam tradisi orang Yahudi, perempuan tidak memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan laki-laki. Namun, dalam perikop ini, Paulus memberikan kebebasan kepada perempuan di dalam gereja. Hal ini tampak dari diperbolehkannya mereka melayani – berdoa dan bernubuat – dalam gereja. Namun, di samping kebebasan itu, Paulus memberikan persyaratan yaitu bahwa dalam kebebasan untuk melayani, perempuan harus mengenakan tudung. Mengapa? Pertama, bagi mereka yang sudah menikah, jika tidak menudungi kepalanya itu menandakan ketidaksetiaannya kepada suaminya, dan sedang mencari laki-laki lain. Mereka akan menjadi sama para perempuan tunasusila yang memang sedang mencari laki-laki. Kedua, dalam dunia Yunani dan Yahudi, suami adalah kepala dari istri. Ketika istri tidak menudungi kepalanya, ia menghina suaminya. Itulah sebabnya Paulus menginginkan suatu perbedaan yang sangat hakiki bagi perempuan yang melayani, yaitu bahwa dia adalah perempuan yang setia terhadap suami, dan menghormati suaminya. Meskipun demikian, Paulus perlu menegaskan bahwa keharusan wanita memakai tudung ini tidak berarti menunjukkan wanita lebih rendah daripada pria, karena baik pria maupun wanita sama berharga di mata Tuhan dan saling memerlukan satu dengan yang lain. Demikian juga, di masa kini, wanita tidak boleh direndahkan atau diperlakukan sewenang-wenang hanya karena ia adalah kaum yang lebih lemah. Justru Alkitab mencatat demikian supaya para pria melindungi, mengayomi dan mengasihi wanita. Wanita juga harus mendapatkan kesempatan yang sama dengan pria dalam bidang apa pun, termasuk dalam pelayanan di rumah Tuhan, tanpa melupakan peran dan fungsinya yang unik sebagai wanita.

Jemaat Tuhan Terkasih, teks kita saat ini sering disalahpahami sebagai teks yang berbicara tentang sikap dan penampilan wanita dalam berliturgi. Hal ini kurang tepat. Lebih tepat apabila teks ini dipahami sebagai komentar Paulus mengenai penampilan yang tepat bagi pria dan wanita dalam berdoa dan bernubuat. Banyak problem dalam kehidupan jemaat di Korintus muncul sebagai akibat dari sikap meremehkan dan acuh tak acuh terhadap hal-hal fisik dan kelakuan yang baik, padahal sikap remeh dan acuh tak acuh terhadap hal-hal fisik ini dapat mengantar kepada pelecehan yang lebih serius atas kewibawaan dan kebebasan Kristen, serta merusak tujuan sesungguhnya dari tindakan liturgi dan ibadah. Paulus juga mendorong umat Korintus untuk menghargai perbedaan gender. Tindakan menolak perbedaan ini oleh Paulus dianggap sebagai tindakan menolak tatanan yang dimaksudkan Allah dalam menciptakan pria dan wanita. Rasul Paulus dalam ayat 7-12 menggunakan cerita penciptaan dari Kejadian pasal 2. Laki-laki diciptakan oleh Allah, dan perempuan berasal dari laki-laki, laki-laki (bukan perempuan) secara langsung adalah “sinar dan gambaran Allah”. Urutan tatanannya adalah; wanita, laki-laki, Allah. Dalam ayat 8-9 Paulus mengelaborasi gagasan ini, dan pada ay.10 ia menerapkannya pada kerudung. Akan tetapi pada ayat 11-12 koreksi dimasukkan: wanita dan pria adalah sama; mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Jemaat Tuhan Terkasih, Tindakan umat Korintus yang kelihatannya sepele ternyata ditanggapi secara serius oleh Paulus, bukan karena tingkah laku jemaat wanita di Korintus menimbulkan kekacauan di dalam komunitas jemaat, melainkan karena mereka melecehkan tatanan ciptaan Allah. Kepada para wanita yang tidak menutupi kepalanya Paulus tidak memberikan perintah khusus untuk melakukan sesuatu, tetapi Paulus mengajarkan bahwa wanita disalahkan apabila dalam beberapa hal mengabaikan perbedaan mereka dengan para pria, termasuk perbedaan di dalam Gereja. Teguran ini tepat untuk segala keadaan, bahkan apabila seseorang mengklaim jika apa yang disampaikan Paulus ini tidak merujuk pada perilaku publik, melainkan perihal pelayanan di rumah. Dalam kekristenan, khususnya Alkitab, laki-laki dan perempuan pada dasarnya memiliki status dan peran yang sama. Mereka diciptakan segambar dengan Allah dan berasal dari satu sumber. Laki-laki berasal dari Allah dan perempuan berasal dari laki-laki. Laki-laki dan perempuan ditempat di dunia ini secara bersama-sama dalam satu kesatuan, dalam sebuah relasi baik personal/pribadi maupun kerja. Mereka berfungsi untuk mengelola, memanfaatkan dan memelihara dunia ciptaan Tuhan dan sekaligus berreproduksi untuk melanjutkan keturunan/manusia. Namun dalam lingkungan umat Kristen sejak awal maupun hingga saat ini, ada saja pandangan dan sikap yang membeda-bedakan kedua jenis kelamin itu. Ini memang dipengaruhi oleh budaya atau adat istiadat di mana umat itu berada. Ini yang perlu dipahami oleh kita sebagai orang Kristen pada masa kini dan dengan begitu kita tidak menerima dan menerapkan begitu saja ajaran dan praktek yang merendahkan salah satu pihak, terutama perempuan. Melihat status dan peran laki-laki dan perempuan sebagaimana diciptakan oleh Tuhan, ada persamaan atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ini yang perlu diperjuangkan oleh setiap orang percaya. Amin.

Bernyanyi BE.730,1+3 “Sai Patau Ma Diringku Ale Tuhan”

♫  Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon hinauliMi Tuhan/ Suru ma tondiMi, saor tu rohangki/ Lao papatar HolongMu tu donganki.

♫  Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon hinauliMi Tuhan/ Suru ma TondiMi, saor tu rohangki/ Lao patandahon diriM tu donganki.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.123:1+3 “Ale Dongan na Saroha” (Persembahan)

Ale dongan na saroha, manjalahi dame i/ Dompak Jesus tapasada, holong ni rohanta i/ Ai Ibana do ulunta, hita do ruasNa i/ Tuhan Jesus do gurunta, hita siseanNa i.

Sai pasada ale Tuhan, angka na porsea i/ Asa masihaholongan, songon na pinatikMi/ Di bagasan hasintongan, i do pinangidoMi/ Sai padomu angka dongan, na tutu sinondangMi.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *