DAFTAR YANG BERULANG TAHUN 1-7 NOVEMBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN

  1. Panus Lubis, 01-11-1956, 64Th, KP.POLRI
  2. Rauly Januarti, 01-11-1975, 45Th, KP.POLRI
  3. Wasinton Lontung Soaduon Aritonang, 01-11-1985, 35Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  4. Brando Tambunan, 01-11-1996, 24Th, PARLUASAN
  5. Dewi Fortuna Sihite, 01-11-2001, 19Th, PARLUASAN
  6. Novriyanti Dormian Hasibuan, 01-11-2011, 9Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  7. Duma Sihombing, 02-11-1972, 48Th, ALAB DAME
  8. Tonggo Martanova Manurung, 02-11-1983, 37Th, KP.KRISTEN
  9. Armando Sipahutar, 02-11-1986, 34Th, TELADAN/WON.1
  10. Mardiana Simangunsong, 02-11-1998, 22Th, TELADAN/WON.1
  11. St.Dra Sonta Pakpahan, 03-11-1964, 56Th, TELADAN/WON.1
  12. Parlindungan Napitupulu,SE, 03-11-1968, 52Th, KP.POLRI
  13. Hanna br Sitorus, 03-11-1990, 30Th, KP.KRISTEN
  14. Sandy Andika Lumbantoruan, 03-11-1994, 26Th, PARLUASAN
  15. Parlin Bagegia Simanjuntak, 03-11-1996, 24Th, PARLUASAN
  16. Sarah Noviolita Sihombing, 03-11-1997, 23Th, WON.3
  17. Enjelita Hutagalung, 03-11-2000, 20Th, PARLUASAN
  18. Nia Angelina Pakpahan, 03-11-2000, 20Th, TELADAN/WON.1
  19. Laras Setiawati Sinaga, 03-11-2011, 9Th, KP.KRISTEN
  20. Raslido Sihaloho, 03-11-2012, 8Th, ALAB DAME
  21. Floria Elia Pangaribuan, 03-11-2018, 2Th, TELADAN/WON.1
  22. Rosdiana Tampubolon S.Pd, 04-11-1964, 56Th, WON.2
  23. Espina Purba, 04-11-1970, 50Th, ALAB DAME
  24. Arlina Simangunsong, 04-11-1971, 49Th, TELADAN/WON.1
  25. Gladly Angelica Siadari Am. Keb, 04-11-1992, 28Th, WON.2
  26. Rudi Hariono Sagala, 04-11-1995, 25Th, KP.KRISTEN
  27. Kayla Maria Britania Napitupulu, 04-11-2006, 14Th, KP.POLRI
  28. Kezia Magdalena Brenda Napitupulu, 04-11-2006, 14Th, KP.POLRI
  29. Nurmi Simarmata, 05-11-1955, 65Th, PARLUASAN
  30. Uli Arta br Simanjuntak, 05-11-1957, 63Th, WON.3
  31. Nuriati Lumbangaol, 05-11-1978, 42Th, PARLUASAN
  32. Wesly Ganda M Siagian, 05-11-1979, 41Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  33. Holmes Manurung, 05-11-1980, 40Th, WON.2
  34. Daniel Febrio Simanjuntak, 05-11-2001, 19Th, ALAB DAME
  35. Dimas Sihombing, 05-11-2008, 12Th, PARLUASAN
  36. Janto Harun Lubis, 06-11-1987, 33Th, WON.3
  37. Andreaz Alvaro Jose Simanjuntak, 06-11-2014, 6Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  38. St.Midian Marpaung, 07-11-1940, 80Th, KP.POLRI
  39. Tulus Silaban, 07-11-1991, 29Th, TELADAN/WON.1
  40. Indra Dohara, 07-11-1995, 25Th, ALAB DAME
  41. Novita Winda Panggabean, 07-11-2010, 10Th, ALAB DAME

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Maringan Sihombing / Mega Manik, 01-11-1986, 34Th, PARLUASAN
  2. Pransius Sohkianto Maharaja / Agnes Astuti Tarihoran 03-11-2018, 2Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  3. Samwhan Siahaan / Dines Riris br Siadari, 04-11-2015, 5Th, KP.KRISTEN
  4. Jhonson Simanjuntak / Farida Mariani Aritonang, 05-11-1997, 23Th, ALAB DAME
  5. Albine br Sihombing, 06-11-1960, 60Th, PARLUASAN
  6. Sahat Parasian Turnip / Hanna br Sitorus, 06-11-2015, 5Th, KP.KRISTEN
  7. St Jakob Maharaja S.Pd / Nurmaida Naipospos, 07-11-1988, 32Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  8. Sintong Bangun Silaban / Maria Krismas Sidauruk, 07-11-2002, 18Th, M.MUDA
  9. Kalammer Sihombing / Lidyana Limbong Spd.SD, 07-11-2005, 15Th, TELADAN/WON.1

BERHARAPLAH KEPADA TUHAN

Renungan Harian Sabtu,31 oktober 2020

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Mazmur 43:5

Karena tekanan hidup yang kian berat dan permasalahan yang dialami, banyak orang menjadi putus asa dan frustasi. Mengapa bisa terjadi? Rasa putus asa muncul ketika seseorang mengalami jalan buntu. Celah inilah yang digunakan Iblis untuk menanamkan rasa putus asa dalam diri seseorang, sehingga dalam dirinya timbul rasa mengasihani diri sendiri dan merasa sudah tidak ada pertolongan lagi. Kita tidak lagi mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan mulai meragukan kuasaNya. Dengan kata lain kita putus asa dan menjadi tawar, merasa bahwa Tuhan tidak sanggup melakukan perkara besar dalam kehidupan kita, padahal firman Tuhan menegaskan bahwa “…semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dalam kitab Amsal dikatakan Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.(Amsal 24:10).Rasa putus asa bukanlah karakter anak-anak Tuhan! Kita adalah lebih dari pemenang karena Tuhan selalu ada di pihak orang percaya. Daud, ketika berhadapan dengan Goliat, tak sedikit pun merasa takut dan gentar, apalagi putus asa. Dengan penuh iman Daud siap berperang melawannya. Bahkan kemenangan itu sudah ada di hati Daud sebelum peperangan itu terjadi. Hal ini bisa terlihat dari perkataan Daud di hadapan Goliat, orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu;” (1 Samuel 17:45-46a). Seberat apa pun masalah yang kita hadapi, jangan putus asa, serahkan semuanya kepada Tuhan. Jangan buang waktu dan tenaga pada hal-hal yang membuat kita putus asa dan lemah. Mari kita lebih lagi melekat kepada Tuhan.Jika Tuhan ada di hati kita, kita tidak akan takut dan putus asa dalam keadaan apa pun, karena tidak pernah ditinggalkanNya orang-orang benar!

DOA
Kasihanilah kami yang selalu berharap kepadaMu. Janganlah biarkan kami dalam ketakutan,hiburkanlah kami dalam penantian akan pertolongan yang dari padaMu saja.Amin

BE.No.758:1
Jahowa pangurupi disiulaonmi,dilehon pos ni roha di ganup tingki i. Nangpe sipata ganggu haporseaonmi,jamot tongtong Tuhanmu manjaga ngolumi.

SELAMAT HARI SABTU
Bvr.Relita Simangunsong
TUHAN MEMBERKATI KITA

BELAJAR KASIH DARI ALLAH

RENUNGAN HARIAN Jumat, 30 Okt 2020

Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu,karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.” (1Tessalonika 4:9).

Allah adalah kasih, dan kasih-Nya begitu murni dan tulus kepada kita, tidak ada satupun kasih yang dapat menyamai kasih dari Allah itu. Dia mau membayar dosa-dosa yang telah kita lakukan secara lunas melalui Kristus Yesus. Dia mau menerima kita, sekali pun kita kotor dan penuh kekurangan. Kasih-Nya sempurna bagi kita. Jemaat Tesalonika yang menjadi alamat awal surat dari Rasul Paulus ini memang luar biasa.  Mereka sudah mengamalkan hidup dalam kasih di antara jemaat (kasih persaudaraan). Apa rahasianya?  Rupanya jemaat Tesalonika belajar mengasihi dari Allah yang telah mereka pelajari.
Orang yang mengalami kasih Allah pasti akan mengasihi sesama secara luar biasa, hidup dalam persaudaran yang benar. Itulah kenapa Paulus mengatakan bahwa tentang persaudaraan mereka tidak diraukan lagi, sebab telah belajar langsung dari kasih Allah.  Kalau mau menjadi pribadi yang luar biasa dalam kasih, belajarlah dari bagaimana cara Allah mengasihi kita. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, supaya kita belajar mengasihi sesama saudara seperti yang telah Kristus ajarkan secara langsung kepada masing-masing anda dan saya. Memang kita tidak akan pernah dapat memberikan kasih yang sempurna seperti kasih Kristus kepada kita, namun setidaknya kita telah belajar bagaimana cara mengasihi dengan benar dan tulus.
Luaskan kasih anda hingga orang banyak merasakan dan melihat kasih Allah dalam diri anda

DOA
Ya Tuhan,kami tak henti-hentinya belajar kasih dariMu, sebab Engkau adalah kasih,dan Engkau teladan bagi kami untuk mengasihi Engkau dan mengasihi sesama kami.Amin

BE.NO.122:1
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i,parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

SELAMAT HARI JUMAT
Bvr.Relita Simangunsong
Tuhan Memberkati Kita

BERSYUKUR ATAS BERKAT TUHAN

Rabu,28 Oktober 2020
Selamat pagi saudara- saudari sekalian, dan selamat hari sumpah pemuda.

Kisah Para Rasul 5:9a, “Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?”.
Pada masa gereja mula-mula dahulu, persekutuan jemaat sangatlah kuat. Mereka menanggung beban secara bersama-sama, milik pribadi termasuk harta, menjadi milik bersama. Para jemaat mula-mula selalu berlomba-lomba untuk mempersembahkan apa yang dia miliki untuk membantu pelayanan di gereja, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah. Jemaat Tuhan tidak segan-segan mempersembahkan seluruh harta bendanya untuk kebutuhan pelayanan gereja.Begitu juga yang terjadi disatu gereja mula-mula di Yerusalem yang dipimpin oleh Rasul Petrus. Sepasang suami istri anggota jemaat yang bernama Annanias dan Safira, mempersembahkan hasil penjualan tanah mereka. Namun sebelum mempersembahkannya ke gereja, Annanias dan Safira bersepakat untuk membohongi Rasul Petrus tentang jumlah penjualan tanah mereka. Ternyata mereka berdua tidak memberikan seluruh hasil penjualan tanah mereka kepada gereja.Rasul Petrus mempertanyakan loyalitas iman Annanias dan Safira dalam ayat ini “mengapa bersepakat mencobai Roh Tuhan?” Pikiran Annanias dan Safira sangat dangkal mereka pikir kebohongan mereka tidak akan diketahui, mereka tidak menyadari bahwa mereka berhadapan dengan Allah Yang Maha Tahu. Ketika mereka membohongi hambaNya, maka mereka sama saja dengan membohongi Allah (ayat 4c).
Sebenarnya kemurkaan Allah atas kebohongan mereka bukan karena tidak memberikan semua hasil penjualan tanahnya kepada gereja, tetapi karena mereka telah berbohong didepan jemaat bahwa hasil tanahnya hanyalah sejumlah uang yang mereka bawa saat itu. Dihadapan jemaat lain mereka terlihat seperti anggota jemaat yang baik, jemaat penyumbang, sampai merelakan tanah mereka dijual untuk persembahan ke gereja, padahal uang hasil penjualannya tidak semua mereka persembahkan. Inilah yang membuat Allah murka terhadap mereka.Akibat dari kebohongan yang dilakukan oleh Annanias dan Safira adalah kematian. Kematian mereka langsung dipertontonkan didepan semua orang. Ini merupakan shock therapy yang langsung Allah lakukan didepan para jemaat, sehingga membuat mereka semakin bersungguh-sungguh dalam iman mereka. Dan tentu saja melihat kejadian itu, mereka harus berpikir 1000 kali lagi untuk membohongi Allah.Kisah Annanias dan Safira mengingatkan kita bahwa hukuman Allah tidak akan terlepas bagi setiap orang, langsung maupun tidak langsung, secepatnya maupun lambat, anggota jemaat biasa maupun hamba Tuhan, dalam Roma 2:11 dikatakan: “Sebab Allah tidak memandang bulu”. Penghakiman dari Allah berlaku untuk setiap orang yang melakukan dosa.
Oleh karena itu bersikaplah jujur atas berkat yang kita terima dari Tuhan. Kita harus menyadari bahwa apapun yang kita miliki saat ini, bukan semata-mata karena kemampuan dan kekuatan kita, tapi karena anugerah Allah, yang bisa saja Dia ambil kapan pun Dia mau. Tidak seharusnya kita enggan untuk memberikan persembahan dalam mendukung pelayanan di gereja Tuhan. Sebab tidak pernah ada orang menjadi miskin saat dengan tulus dan ikhlas memberikan persembahan kepada Tuhan di gerejanya.Marilah selalu jujur atas berkat yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, terlebih rela mempergunakan berkat Tuhan yang telah kita terima itu untuk mendukung pelayanan di gereja. Kiranya Tuhan memberikan kita kekuatan untuk melakukan FirmanNya. Amin.

Doa
Biarlah kami mengucap syukur dengan semakin bergiat dan bersungguh-sungguh untuk mempersembahkan milik kami bagi pelayanan digerejaMu. Amin.

BE.no.437:1
Tung na muba rohangku dibahen Tuhanki,dung Jesus maringan di au.Nunga sinang au on tung dame rohangki,dung Jesus maringan di au.dung Jesus maringan di au,dung Jesus maringan di au,tung na sonang do au,dung tu Jesus au lao dung Jesus maringan di au.

Selamat Hari Rabu
Bvr.Relita Simngunsong
Tuhan Memberkati Kita

VITAMIN PENYEGAR JIWA Lain di Dalam, Lain di Luar

Penginjil terkenal DL Moody pada suatu hari pernah berkhotbah di kota Chicago, Amerika Serikat. Didalam gedung kebaktian tersebut ia membuat sesuatu yang aneh. Ia menyuruh orang memotong sebuah batang kayu yang besar. Batang kayu itu sudah kering dan mati. Lalu Moody mengupas kulit sebatang pohon besar yang lain yang masih segar dan basah. Dengan kulit segar, ia membungkus batang kering tadi, meletakkannya di tengah-tengah ruang kebaktian, sehingga orang yang datang harus meloncati batang tadi. Mereka semua heran dan tidak mengerti maksudnya. Pada waktu berkhotbah, Moody bertanya: “apakah saudara-saudara melihat batang kayu yang besar? Semua menjawab: Ya! Ditegaskan lagi, “nah saudara perhatikan bahwa kulitnya basah, tetapi dalamnya kering. Banyak orang Kristen seperti batang kayu tadi. Diluarnya kelihatan hidup, dibungkus dengan agama Kristen yang bagus. Tetapi di dalamnya mati, belum mempunyai kehidupan rohani. Masih mati di dalam dosa, belum memiliki kemenangan atas dosa”.

Sumber:

Spirit Motivator

MENJADI SAHABAT TUHAN

Renungan harian Selasa, 27 oktober 2020

“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.Yohanes 15:14

Memiliki teman karib atau sahabat adalah mudah bagi orang yang berpangkat, terkenal dan juga kaya seperti tertulis: “Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya” (Amsal 19:4). Sebaliknya bagi kita yang susah, miskin, gagal dan terpuruk, sangat mudah ditinggalkan atau diabaikan teman dan sahabat. Kita merasa sangat rendah dan membayangkan betapa sulitnya orang mau menjadi sahabat kita, terlebih di zaman sekarang ini susah sekali menemukan sahabat, apalagi sahabat yang “…menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17). Banyak orang berprinsip: “Asal dia menguntungkan, saya mau jadi sahabatnya.
Mencari sahabat di antara sesama manusia saja begitu sulit, mana mungkin kita bisa mempercayai bahwa Tuhan Yesus, yang adalah Raja di atas segala raja, Tuhan di atas segala tuhan, mau memilih kita untuk menjadi sahabatNya. Siapakah kita ini? Tapi dari pembacaan firman hari ini Ia berkata, “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (Yohanes 15:15). Tuhan menggambarkan hubunganNya dengan kita dalam tingkatan yang intim yaitu sebagai sahabat. Lagi-lagi, Dialah yang lebih dulu memilih kita sebagai sahabatNya, bukan kita. Suatu anugerah yang tak terkira, di mana Yesus Kristus telah memilih kita untuk menjadi sahabatNya.
Persahabataan akan terjalin karena di dalamnya ada kasih di antara dua pihak, ada take and give. Tuhan pun memiliki standar untuk menjalin persahabatan dengan kita. Itulah sebabnya Tuhan memberikan firmanNya dan hukum-hukumNya itu untuk kita. Syarat utama persahabaan dengan Tuhan adalah ketaatan kita terhadap firmanNya. Bersahabat dengan Tuhan berarti mau berjalan dalam terangNya senantiasa karena Ia adalah terang dunia, yang berarti langkah kita seiring dengan langkah Tuhan, berjalan ke mana pun Tuhan menuntun kita.Sebaliknya jika kita tidak taat melakukan firmanNya, tidak karib dengan Dia dan tetap berjalan dalam kegelapan, kita tidak layak disebut sahabat Tuhan.

BE.829:1
Patik na imbaru,hulehon tu hamu asa masihaholongan hamu sama hamu,songon holong ni rohangku maradophon hamu.sian on do ditanda halak hamu siseanHu,molo hamu masihaholongan.sian on do ditanda halak hamu siseanHu,molo hamu masihaholongan.

Doa
Ya Tuhan terimakasih untuk kasih setiaMu kepada kami,ajarlah kami juga untuk saling mengasihi.Amin.

Selamat hari Selasa
Bvr.Relita Simangunsong
Tuhan Memberkati Kita

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 28 OKTOBER 2020

Bernyanyi BE.125:1-2 “Marlas ni Roha Hita On”

♫  Marlasniroha hita on, mamuji Debata/ Ai asi ni rohaNa i, do bongot tu rohanta i/ Umbaen nuaeng mardomu i, dison sadari on
Dison sadari on.

♫   Dibahen i manggogo be, ma hita on sude/ Mamuji Tuhan Jesus i, Parasiroha godang i/ Sibaen las ni rohanta i, nuaeng nang sogot pe, Nuaeng nang sogot pe.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa. Bangunlah hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! Aku mau bersyukur kepadaMu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagiMu di antara suku-suku bangsa. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami, bimbing dan kuatkanlah kami dengan RohMu agar kami mendengar dan menerima FirmanMu. Teguhkanlah FirmanMu di dalam hati kami supaya kami menjadi baru dan Kudus. Tolonglah kami agar kami semakin percaya kepada AnakMu Tuhan Yesus Kristus, dan memperoleh hidup yang kekal. Amin.

Bernyanyi BE.473:1-2 “Tung Na Muba Rohangku”

♫    Tung na muba rohangku dibaen Tuhanki, Dung Jesus maringan di au/ Nunga sonang au on, tung dame rohangki, Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au, Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao,
Dung Jesus maringan di au.

♫   Au na lilu hian dapot sambulongki, Dung Jesus maringan di au/
Nunga sae dosangki dibaen mudarNa i, Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au, Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: 1KORINTUS 3,10-17

P-    Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

K–   Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

P-    Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

K–   sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

P-    Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

K–   Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

P-    Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

S–    Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

“REFORMASI SPIRITUALITAS”

Jemaat Terkasih,

Permasalahan jemaat di Korintus memang sangatlah kompleks.  Tidak saja perpecahan yang disebut Paulus sebagai biang keladi, tapi juga sesuatu yang jauh lebih penting dari itu.  Pelbagai tekanan pun bermunculan untuk merongrong, baik dari dalam maupun luar, iman mereka.  Tidak sedikit penginjil-penginjil palsu berkeliaran di sana.  Tentu saja hal ini tidak bisa dianggap sepele, pasalnya beberapa penginjil palsu itu hendak menggantikan Dasar yang Teguh itu yakni Tuhan Yesus Kristus dengan  dasar lain. Kondisi ini jelas betul terlihat dalam surat Paulus pada pasal ini. Dasar  yang dulu telah Paulus letakkan (iman kepada Kristus) terancam diganti oleh dasar-dasar dan hikmat-hikmat lain. Oleh karena itu, dengan tegas Paulus kembali mengingatkan jemaat Korintus.

Jemaat Terkasih, Jika sebelumnya Paulus meminjam beberapa istilah dari dunia pertanian, dengan mengidentifikasisikan diri dan rekannya sebagai “penanam dan penyiram”, kini Paulus menggunakan istilah-istilah dari dunia pertukangan sebagai ilustrasi untuk menghadapi para penyesat itu.   Menunjukkan diri sebagai “ahli bangunan” yang cakap digunakkannya untuk menunjukkan keseriusan, kematangan, dan keberhikmatan sebagai seorang “pelayan Tuhan” yang telah meletakkan dasar penting, yakni Yesus Kristus itu sendiri.  Tidak satupun niat diri Paulus untuk bersombong diri, tidak! sebab dalam ayat 10, ia juga menyebut, bahwa apa yang dilakukannya itu pun atas karunia Allah semata.  Dengan demikian, tidak seorang pun boleh mengganti “fondasi” dari sebuah keberimanan. Dasar iman kristen, dasar jemaat, atau dasar gereja, bagi Paulus satu-satunya adalah Kristus itu sendiri.  Bukan suatu sistem hikmat manusia, dan bukan juga injil yang dimodifikasi agar sesuai dengan penalaran atau logika.  Hanya Kristus Dasarnya! Jika orang hendak membangun, maka silahkan saja meneruskan membangun diatasnya, tanpa menggeser, atau menggantikan sama sekali pondasi yang telah dijejakkan.  Tentang proses meneruskan pembangunan di atas dasar, kelak, di hari yang tepat akan dibuat jelas oleh Allah sendiri. Seperti apapun material yang digunakan untuk membangun, baik itu material dengan kualitas tinggi dan tahan lama seperti emas, perak, batu permata, atau justru material yang mudah hancur seperti kayu, rumput kering atau jerami, yang terpenting dibangun di atas dasar yang telah ditentukan. Dan Paulus pun tidak bermaksud menilainya atau menghakiminya secara frontal.  Namun ada beberapa hal yang tersirat dibalik pernyataan Paulus yang perlu betul-betul disikapi.  Pergeseran kualitas dari material yang bertahan lama, kepada material yang mudah rusak, dari bahan unggul ke bahan rapuh mengindikasikan sebuah ketidakpuasaan Paulus pada apa dia perumpamakan sebagai materi tadi.  Hal ini kemungkinan besar menunjukkan kegelisahan sekaligus keprihatinan Paulus terhadap pemberitaan yang tidak sepenuhnya dilakukan dengan maksud yang murni.  Pewartaan Injil yang dikerjakan dengan motivasi rendah, seperti kesombongan atau ambisi pribadi dari pewartanya. Tapi apapun dan bagaimanapun itu di hari akhir nanti Allah akan menunjukkan kemurnian dari setiap karya pelayanan yang dikerjakan. Dia akan menguji sejauh apa nilai kekekalan (materi yang bertahan lama) dari segala sesuatu, termasuk menguji motif-motif yang tersembunyi dari mereka yang telah menjadi pelayan-pelayan Allah.  Dengan apa mengujinya?  Ya, dengan api.  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji (memiliki kualitas/nilai kekal), maka akan mendapat upah. Akan tetapi, apabila dalam pengujian dengan api pekerjaannya itu terbakar (tidak memiliki nilai kekekalan), maka orang itu sendiri yang akan menderita kerugian.  Meskipun si pelayan akan tetap diselamatkan, namun Alkitab mencatat, dia akan diselamatkan layaknya diangkat dari dalam api. Suatu ungkapan untuk menunjukkan kondisi yang “hampir tidak diselamatkan”.

Jemaat Terkasih, Bagaimana kita menghubungkan Nas renungan saat ini ke dalam hidup kita? Fakta membuktikan bahwa semakin tinggi suatu bangunan atau gedung, semakin dalam dan semakin kokoh fondasi yang harus ditanam.  Jika tidak, saat badai atau goncangan datang menyerang, bangunan tersebut pasti tidak akan mampu berdiri tegak atau bakalan roboh.  Begitu pula tak seorang pun dapat menduga dan mengira kapan datangnya angin, badai atau goncangan dalam kehidupan ini.  Oleh karena itu penting sekali memiliki fondasi hidup yang kuat dan kokoh, supaya ketika angin, badai, gelombang atau goncangan melanda kehidupan ini kita tetap mampu berdiri tegak dan tak tergoyahkan! Dengan apakah kita membangun fondasi hidup ini?  “Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak.”  (1Kor.3:10b-13a).  Tuhan Yesus berkata,  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Mat.7:24-25).  Jika kita membangun fondasi hidup kita di atas Batu Karang yang teguh yaitu Tuhan Yesus dan firman-Nya, kita akan menjadi kuat, sekalipun harus melewati angin, badai, goncangan dan gelombang kehidupan.  Rasul Paulus menasihati,  “…hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”  (Ef.6:10). Saat ini banyak orang tak berdaya dan akhirnya tenggelam dalam badai dan gelombang kehidupan karena mereka membangun fondasi hidupnya di atas perkara-perkara yang ada di dunia ini atau hal-hal yang sifatnya jasmaniah, sedangkan hatinya menjauh dari Tuhan.  Sayangnya apa yang selama ini mereka andalkan, harapkan dan bangga-banggakan, tak mampu menolongnya, karena itu kita mesti melakukan pembaharuan (Reformasi) Spiritualitas kita, mari membangun hubungan yang baik dan tidak terputus dengan dasar iman dan sumber air hidup kita. Jika hubungan kita terputus dengan Tuhan, maka kita akan menjadi, seperti “mata air yang kering” (2Ptr.2:17). Usahakanlah hubungan kita dengan TUHAN tidak pernah putus walau banyak rintangan dan permasalahan hidup yang kita hadapi. Amin.

Bernyanyi BE.184,1+6 “Nunga Tung Jumpang Au Ojahan”

♫ Nunga tung jumpang au ojahan, Ni tondingki na mago i/ Mudar ni Jesus do manahan, Saleleng ni lelengna i/Nang mago pe portibi on, Tongtong do hot ojahan on.

♫ Ojahan on do ingananku, Saleleng au di tano on/Sai i ma hangoluhononku, Saleleng so tos hosangkon/Tongtong do sipujionki, Tuhanku Sipangolu i.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.697:3-4 “Molo Ho Do Huihuthon” (Persembahan)

♫  Hupelehon ma diringku, mangihuthon lomoMi/Ndada be na olo salpu, na manggohi rohangki/Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au/Ho sambing do oloanhu, ala ni~i martua au.

♫  Marparange na badia, ma au di adopanMi/Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi/Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au/Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alkitab dan Pohon sebagai lambang pertumbuhan Iman Kristen yang harus  terpelihara dengan baik.

TUNTUNAN TUHAN

Renungan harian, Senin,26 oktober 2020

Di setiap perjalanan hidup kita, pasti kita pernah mengingat kembali masa lalu yang sudah kita lalui,dan setelah kita mengingatnya pasti kita punya rencana atau mulai menuliskan atau setidaknya memikirkan apa yang ingin kita capai dan lakukan di hari berikutnya. Beberapa dari kita bahkan mempunyai daftar yang cukup panjang, baik dalam aspek keluarga, dalam hal pekerjaan, maupun dari segi pelayanan. Namun, seberapa sering ketika kita menuliskan sederet daftar resolusi, hati kecil kita merasakan kekuatiran akan masa depan? Kita bertanya-tanya apakah daftar yang kita tulis sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Bagaimana kita dapat mencapainya? Akankah Tuhan menuntun kita? Apabila kita merasa seperti itu, ketahui dan percayalah bahwa Tuhan mau menuntun Sama seperti ketika bangsa Israel berjalan di padang gurun, Tuhan sendiri yang menuntun setiap langkah mereka dengan tiang awan yang juga melindungi mereka dari panas terik matahari di kala siang, dan tiang api ketika malam hari untuk menerangi jalan mereka serta menjaga bangsa Israel itu agar tetap hangat. Ya, di luar apa yang dapat kita pikirkan, Tuhan sendirilah yang turun tangan menuntun kita dengan cara-Nya yang sungguh sangat ajaib. Janganlah kita membatasi kuasa keajaiban Allah, sebab rancangan-Nya melampaui akal dan pikiran kita (Yes. 55:8-9). Kita tidak akan pernah bisa menyelami jalan pikiran Tuhan. Hanya karena kita tidak bisa merasakan pimpinan Tuhan, bukan berarti Tuhan tidak menuntun kita. Karena, sering kali bukan Tuhan yang tidak berbicara, tetapi kitalah yang tidak bisa mendengar suara-Nya, sebab hati kita tertutupi oleh kekuatiran duniawi. Mari perbaharuilah iman kita. Percayalah bahwa tuntunan Tuhan itu selalu ada bagi kita. Yang menjadi bagian kita adalah membuka pintu hati dan telinga roh kita lebar-lebar. Janganlah keraskan hati. Apabila hati kita lembut dan terbuka untuk-Nya, kita pun akan dapat menangkap dan merasakan ajaibnya tuntunan Tuhan yang tidak pernah mengecewakan.
percayalah bahwa TUHAN PUNYA CARA YANG AJAIB untuk MENUNTUN kita

Yesaya 58:11
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”

BE.No.501:1
Sai ditogutogu Jesus tondingki na gale i Asa unang be au ganggu,di panoguonNai. Maradian do rohangku,molo hu haposi i nang sitaonon dipasonggop sai jonok do Tuhanki,nang sitaonon dipasonggop sai jonok do Tuhanki

DOA
Tuhan, terima kasih untuk tuntunan-Mu yang ajaib dalam hidup kami. Ampuni kami kalau selama ini kami sering kali membatasi kuasa tuntunan-Mu dengan keterbatasan kami. Kami tahu bahwa pertolongan-Mu tidak pernah terlambat dan tidak pernah mengecewakan. Kami mau belajar membuka hati dan telinga kami agar kami lebih lagi dapat mendengar suara dan kehendak-Mu dalam hidup kami. Amin.

Selamat hari senin
Bvr.Relita simangunsong
Tuhan menberkati kita

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 24-31 OKTOBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN

  1. Ulima Endah Lestari, 25-10-1976, 44Th, TELADAN/WON.1
  2. Deddy Valentino Siahaan, 25-10-1987, 33Th, PARLUASAN
  3. Kristan Lodewik Hutagaol, 25-10-1988, 32Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  4. Oktavia Manurung, 25-10-1997, 23Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  5. Wesly Maruli Marpaung, 25-10-1998, 22Th, PARLUASAN
  6. Hans Pardamean Lumban Tobing, 25-10-2009, 11Th, WON.3
  7. Hara Intan Samosir, 25-10-2016, 4Th, ALAB DAME
  8. Rusmia Tamba, 26-10-1948, 72Th, TELADAN/WON.1
  9. Freddy Boy Sandi, 26-10-1991, 29Th, ALAB DAME
  10. Tiurlan Ade Olivia Br Gultom, 26-10-1992, 28Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  11. Roseni Mewa Sari br Limbong, 26-10-1993, 27Th, KP.KRISTEN
  12. Garaga Siagian, 27-10-1937, 83Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  13. Mual Halomoan Sitompul, 28-10-1968, 52Th, WON.3
  14. Oberman Silalahi, 28-10-1971, 49Th, KP.POLRI
  15. Elfrida Simanjuntak, 28-10-1973, 47Th, ALAB DAME
  16. Riyan Jaya Julio Maruli Tua Pane, 28-10-1994, 26Th, WON.3
  17. Velmas Siagian, 28-10-2003, 17Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  18. Maghda Putri br.Marpaung, 28-10-2008, 12Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  19. Arga Putra Sinaga, 28-10-2010, 10Th, KP.KRISTEN
  20. Reguel Nadapdap, 29-10-1957, 63Th, WON.3
  21. Andry Ker O Hutabarat, 29-10-1976, 44Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  22. Ardus Leon Marpaung, 29-10-1978, 42Th, PARLUASAN
  23. Anita br.Sitorus, 29-10-1988, 32Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  24. Benny Lubis, 29-10-1996, 24Th, WON.3
  25. Cahaya Maria Nainggolan S.Pd, 29-10-1996, 24Th, WON.3
  26. Beatrice Mesyah Saragih, 29-10-2012, 8Th, PARLUASAN
  27. Florence Sirait, 29-10-2017, 3Th, PARLUASAN
  28. St Saut Marudut Hutagalung, 30-10-1957, 63Th, ALAB DAME
  29. Fitri Ayu Ningsih Marpaung, 30-10-1995, 25Th, KP.KRISTEN
  30. Nurhaida Floriana br Lubis, 31-10-1962, 58Th, WON.3
  31. Rachel Theresia Nababan, 31-10-1995, 25Th, PSR HITAM / KP.TOBA

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Muliater pangaribuan / Sinur Siagian, 25-10-1999, 21Th, TELADAN/WON.1
  2. Marnaek Albedo Simbolon / Juita Risulina Situmeang, 25-10-2013, 7Th, ALAB DAME
  3. Welsing Parulian Marpaung / St. Reslina Simbolon, 26-10-1998, 22Th, PARLUASAN
  4. Rudi Panjaitan / Rosmawati Venansia Sinaga,S.Pd, 26-10-2012, 8Th, PARLUASAN
  5. Nasibnar Siringoringo / Debora Ihut Marito Munthe, 27-10-2018, 2Th, WON.3
  6. Askot Maruli Pasaribu / Sutra Riani Siagian, 28-10-2005, 15Th, KP.POLRI
  7. St Saut Siburian / Lincaria br Rajagukguk, 29-10-1990, 30Th, KP.KRISTEN
  8. Supriadi Simbolon / Melda br Sibarani, 29-10-2010, 10Th, WON.3
  9. Ferlin Herianto Purba / Hottua Friska Daniati br Sinaga, 29-10-2016, 4Th, WON.3
  10. Parningotan Pakpahan / St. Sarina Asni br Simanjuntak, 30-10-2002, 18Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  11. Gomal Pasada Tua Silaen / Juniarti Sirait, 30-10-2015, 5Th, KP.KRISTEN
  12. Reston Panahatan Manurung / Bintang Rosalina Tamba, 31-10-1987, 33Th, KP.KRISTEN

MENCINTAI FIRMAN TUHAN

Renungan Harian, Sabtu, 24 Oktober 2020

Apa resep kebahagiaan? Mazmur 1 menyatakan pertama-tama tentang menjauhi pergaulan yang salah. Kedua adalah menyukai Firman Tuhan dan terus menerus merenungkannya. Renungan kita Mazmur 1:2 menyatakan bahwa orang yang berbahagia (atau diberkati) itu adalah orang yang merenungkan Taurat siang dan malam. Kita harus melakukan yang di inginkan Tuhan sepanjang hari dan setiap hari. Ini berarti kita harus terus menerus mengingat pesan Firman Tuhan sambil kita melakukan aktivitas kita sehari-hari. Ini juga berarti kita harus mengingat ayat yang kita renungkan. Dengan kita terus menerus mengingat Firman Tuhan, kita akan lebih cenderung untuk melakukannya.
Sekarang, Apakah kita sudah merenungkan Firman Tuhan siang dan malam setiap hari? apakah Firman Tuhan sudah menjadi kesukaan hati kita?

“tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:2)”

BE. 25 : 1 HATAMI ALE TUHANKU
HataMi ale Tuhanku, arta na ummarga i, sai paian dirohangku unang so hu tiop i Molo so be sitiopan, hata na badia i, aha nama haojahan ni haporseaon i.

DOA
Ya Tuhan, bimbinglah aku untuk tetap mencintai firmanMu didalam hidupku dan merenungkannya siang dan malam. Amin

Selamat hari Sabtu
Bvr.Lambok Parapat
Tuhan Memberkati