IMAN YANG BESAR

Renungan Kamis, 01 Oktober 2020

Seorang anak merindukan ayahnya kembali pulang dari medan perang. Keluarga tidak memberi tahu kalau ayahnya dikabarkan telah gugur. Anak ini memberanikan diri datang ke pendeta dan bertanya, “Apakah Tuhan akan membawa ayahnya pulang?” Bukan menjawab pertanyaan, pendeta justru memintanya melakukan satu hal, yaitu mengampuni dan mengasihi orang yang sangat dibenci. Anak ini pun melakukan perintah itu agar ayahnya bisa kembali. Ketika keluarga hanya bersedih, anak ini terus mengerjakan apa yang ia yakini. Lalu seorang perwira datang dan memberi kabar ke keluarga, bahwa ayahnya telah ditemukan selamat dan kini berada di rumah sakit. Kisah di atas mengingatkan kita dengan seorang perwira yang datang ke Yesus untuk meminta kesembuhan hambanya. Ia mendengar Yesus bisa menyembuhkan orang sakit. Sebagai perwira sebenarnya dia bisa saja menyuruh bawahannya untuk memanggil Yesus datang ke rumahnya dan menyembuhkan hamba yang dikasihinya. Akan tetapi, ia memutuskan datang menemui Yesus dan memohon kepada-Nya secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa mujizat yang diinginkan terjadi pada hambanya harus diimani dan dikerjakan bukan sekadar dikatakan. Banyak orang menginginkan kesehatan, rezeki, kebahagiaan, dan kedamaian, tetapi mereka tidak mengerjakan apa yang diinginkan. Oleh karena itu, kita diingatkan firman Tuhan untuk belajar dari perwira yang mengerjakan apa yang diimani, yaitu kesembuhan hambanya. Caranya dengan datang kepada Yesus dan memohon. Kita juga demikian, bila menginginkan sehat, maka upayakan kesehatan dengan berolahraga, bila ingin rezeki teruslah bekerja dengan giat dan tekun. Kita pun meyakini bahwa setiap hal baik yang kita imani dan kerjakan, Tuhan akan memberkati.

“Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”(Lukas 7,9b)

KJ.40,1-2 “Ajaib Benar”

Ajaib benar anugerah Pembaru hidupku! ‘Ku hilang, buta, bercela; olehNya ‘ku sembuh.

Kudapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya dan Tuhanlah perisaiku tetap selamanya.

Doa

Bapa di Surga, ajar kami mengimani tidak ada yang mustahil bagiMu, ketika Engkau berfiman semuanya terjadi di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *