LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 07 OKTOBER 2020

Bernyanyi BE.222:1+4 “Tu Jolo ni Tuhanku”

♫  Tu jolo ni Tuhanku, Huboan diringkon/ Ibana do Rajangku, Sigomgom rohangkon/ Sai guru di Ibana, Sudena langkangki/ Sai asi ni rohaNa, Pature bogashi.

♫  Ditiop do tanganku, Sai dihehei do au/ Sai tong jonok Tuhanku, Ndang dung Ibana dao/ TondiNa patorangkon, Tu au holongNa I /Sai lam huhadengganhon, hansit ni silang i.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K-  Amin

P-  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa dan Mahapengasih. Engkau menghendaki agar kami hidup dan berbahagia. Berungkali dan dalam pelbagai cara Tuhan berbicara kepada kami agar kami bangun dari kegelapan dan mengenal kebahagiaan yang dari Tuhan. Karena itu kami merendahkan diri dan memohon kepadaMu: Berikanlah kami Roh Kudus agar kami percaya akan kasihMu dan mendengar FirmanMu yang menjadi dasar pengharapan kami akan hidup yang kekal, yang Engkau sediakan di dalam Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.670:1+3 “Tarbege Soara na Joujou”

♫    Tarbege soara na joujou, Tongos ma sondangmi/ Tung torop parbegu di na holom I, Tongos ma sondangmi/ Tongos ma, Barita na uli Mandungoi na modom I/ Tongos ma Barita na uli, Mandungoi na modom i.

♫   Unang sai tarhinsu pintu ni roham, Tongos ma sondangmi/ Baritahon Hata Hangoluan I, Tongos ma sondangmi/ Tongos ma Barita na uli,
Mandungoi na modom I/ Tongos ma Barita na uli, Mandungoi na modom i.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: KELUARAN 18,17-23

P-    Tetapi mertua Musa menjawabnya: “Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.

J-    Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.

P-    Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.

J-    Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

P-    Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

J-    Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.

P-    Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.”

“MEMIMPIN DENGAN TEORI YITRO”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Musa adalah salah seorang pemimpin besar dan terhormat di kalangan bangsa Israel. Disebut demikian oleh karena sejarah Alkitab menampilkannya sebagai tokoh yang memimpim pembebasan bangsa Israel dari penjajahan Mesir. Tetapi sebelum Musa tampil sebagai pemimpin yang berwibawa dan disegani oleh masyarakat dan para penguasa Mesir, terlebih dahulu Musa mengalami berbagai macam peristiwa dan kondisi, baik yang menyenangkan maupun yang menakutkan. Ketika Musa menghadapi semua keadaan tersebut, tentu ia belum memahami maksud dan tujuannya, selain ia manghayatinya hanya sebagai keterpaksaan karena keadaan tidak memberinya pilihan lain, akan tetapi dari perspektif teologi kepemimpinan dapat dipahami bahwa semua peristiwa yang dialami Musa sebelumnya, memberikan kontribusi pada pembentukan karakter atau mentalitas pemimpin di dalam diri Musa. Selain itu, pengalaman-pengalaman masa lalu dalam mengatasi setiap persoalan juga merupakan proses pendidikan bagi Musa untuk meningkatkan keterampilannya dalam menangani berbagai masalah, akan tetapi setelah Musa berada pada posisi sebagai pemimpin bangsa Israel, ternyata pola kepemimpinannya belum cukup efektif. Dengan kata lain, proses pendidikan yang telah dilalui, baik secara formal maupun secara praktikal di Mesir dan di padang belum cukup untuk membuat Musa menjadi seorang pemimpin yang berhasil. Dalam situasi memimpin perjalanan umat Israel di padang gurun, Musa masih harus mempelajari pola kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Jemaat Tuhan Terkasih, Yitro, yang adalah mertua dari Musa, mengkritik dengan nada yang cukup keras terhadap sistem kepemimpinan Musa. Tetapi tentu saja kritik Yitro tersebut harus dilihat sebagai bagian penting dari proses pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kepemimpinan Musa, mengingat bahwa hubungan Yitro dengan Musa adalah hubungan antara orang tua dan anak, atau hubungan pendidik dan anak didik. Memang agak jangggal kelihatannya, sebab sejak mula tidak biasa kalau Musa mengerjakan sesuatu sendiri. Tatkala ia dipanggil Tuhan di semak belukar, ia mengaku tidak pandai berbicara, itu sebabnya Tuhan memberikan Harun sebagai pendampingnya. Namun herannya saat ini, ia menjalankan kerjanya sendiri. Melihat keadaan yang rumit ini maka Yitro memberikan saran dan ide yang cemerlang. Sungguh munculnya tidak terduga sama sekali. Zaman sekarang sering kali orang yang lebih tua dianggap kuno, kolot tidak berteknologi dan sebagainya. Namun beda dengan Musa, ia mau belajar dari mertuanya, sebab ia tahu paling sedikit ada pelajaran yang berharga yang dapat diperolehnya. Coba kita lihat jurus cemerlang apa saja yang diajarkan Yitro kepada Musa?

  1. Musa harus menjadi penengah, antara Allah dan rakyat. Dengan demikian maka kehidupan Musa sendiri harus membawa prioritas kepada Tuhan. Dengan demikian ia boleh mengerti dengan jelas apa yang diinginkan-Nya.
  2. Musa harus mengetahui Kehendak Alllah supaya penyampaiannya kepada rakyat Israel tidak salah
  3. Musa harus mendelegasikan tanggung-jawabnya kebeberapa orang Yitro menyerankan Musa mencari orang-orang yang cakap, takut akan Allah dan dapat dipercaya. Orang itu juga harus benci kepada pengejaran suap. Hanya merekalah yang boleh menjadi pemimpin (18:21) Cara kerja yang disaran Yitro ini yang dipakai hingga hari ini oleh para ahli management dan juga organisasi-organisasi resmi. Pendelegasian tugas, sehingga menciptakan sinergi yang lebih besar. Apa yang menjadi pelajaran kita hari ini? Sebagai seorang percaya kita harus menentukan prioritas dalam hidup kita. Terlalu banyak tuntutan yang harus dijalankan dalam kehidupan orang percaya. Tanpa pertolongan Tuhan kita tidak sanggup menjalaninya. Makanya prioritaskan hidup kita agar senantiasa berjalan di dalam kehendak Tuhan.

Jemaat Tuhan Terkasih, Apa yang menjadi pelajaran kepemimpinan mendasar kepada kita untuk dilaksanakan dalam Keluarga (Rumah Tangga), pekerjaan dan Masyarakat? Pertama, kita tidak boleh mengabaikan hubungan kita dengan Allah. Jadi demi menjaga agar hubungan kita semakin dewasa dihadapan Tuhan maka kita perlu pengalaman dengan Tuhan. Maka untuk mendapatkan pengalaman itu maka kita perlu sungguh-sungguh belajar firman Tuhan, setelah itu kita perlu juga mengalami hubungan yang intim dengan-Nya dengan demikian maka kita dapat menceritakan kepada orang lain. Kedua, kita tidak boleh mengabaikan keluarga. Hubungan dengan Allah tidak boleh menggantikan hubungan kita dnegan orang-orang beriman sekitarnya terutama keluarga. Lihatlah Musa, di saat sibuk dengan segala tugas, ia masih sempat bertemu dengan isteri dan anak-anak dan juga dengan mertuanya. Tetapi jika ada seorang yang tidak memelihara sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya. Orang itu murtad dan lebih buruk dari seorang beriman (1Tim.5:8). Ketiga, kita tidak boleh mengabaikan tanggung-jawab pekerjaan kita. Di dalam Kolose 3:23-24 rasul Paulus mengatakan, “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan baguimu sebagai upah” Jadi fokus memusatkan perhatian kepada segala tugas dengan penuh tanggung jawab sangat penting. Membaca Alkitab, melayani Tuhan itu penting bagi orang percaya, namun kalau pada saat jam kerja Anda membaca Alkitab dan melayani Tuhan; maka Anda telah melalaikan tanggung jawab sebagai orang percaya di tempat kerja. Keempat, tidak mengangap remeh siapapun, baik dia orang yang lebih muda, maupun yang lebih tua, mereka yang lebih lemah atau bawahan. Mungkin bagi banyak orang menganggap sang mertua itu orang kolot dan ketinggalan jaman, namun bagi Musa justru mertuanya sebagai sang penyelamat sebab idenya sangat cemerlang dan munculnya tanpa di duga. Jika tidak ada intervensi Tuhan, kita yakin semua ini tidak bakal terjadi. Lihatlah Tuhan Yesus, ia tetap menghargai semua orang, termasuk orang yang berdosa bahkan mereka yang memusuhi-Nya. Lalu sebagai pengikut-Nya kita melakukan kesalahan yang besar bila kita menganggap remeh orang lain. Tuhan menciptakan semua manusia unik, mereka memiliki kelebihan tersendiri. Mari kita ambil kesempatan untuk melihat kelebihan orang lain, tinggalkan kebiasaan yang selalu menganggap rendah seseorang. Mana tahu, mungkin Anda saat ini yang akan dipakai Tuhan memberi ide cemerlang pada orang lain?

Jemaat Tuhan Terkasih, Saat ini mari kita lihat dari posisi sebagai Pemimpin Rohani. Menjadi pemimpin rohani bukanlah mudah. Saat terpanggil menjadi pemimpin rohani, seseorang harus memikirkan pertumbuhan rohani yang dipimpinnya dan senantiasa memperbaiki diri, agar lebih optimal dalam melayani Tuhan dan gereja-Nya. Namun, kesibukan kerap membuatnya kelelahan secara fisik dan mental. Begitulah situasi Musa saat menjalani panggilan sebagai pemimpin Israel. Musa mesti menghadapi bangsa Israel yang tegar tengkuk. Namun, ia berusaha memimpin dan melayani bangsa Israel dengan sebaik mungkin. Ia menunjukkan sikap rendah hati dengan kesediaannya untuk belajar pada mertuanya. Imam Yitro mengerti beban dan kelelahan Musa saat itu. Ia menasihati Musa untuk mengangkat hakim-hakim guna mengurangi bebannya (ay.17-23). Musa mendengarkan nasihat mertuanya yang dapat mengoptimalkan pelayanannya (ay. 24)-suatu bukti akan kerendahan hatinya. Beban pelayanan begitu berat dan kadang-kadang kita tidak dapat memikulnya seorang diri. Jika kita kelelahan, akhirnya pelayanan kita malah tidak efektif atau kita bisa melupakan waktu teduh bersama Tuhan. Itu berbahaya sekali bagi kondisi kerohanian kita! Jika ada seseorang yang bersedia menasihati, cernalah baik-baik, siapa tahu nasihat itu berguna bagi kita. Saat kita hebat, kita perlu ingat bahwa kita perlu banyak penasihat yang dapat menolong kita bertumbuh baik secara pribadi maupun dalam pelayanan yang sudah Tuhan percayakan saat ini, karena itu, MINTALAH TUHAN MEMBERI TELINGA UNTUK KITA MAU MENDENGARKAN NASIHAT ORANG LAIN. Amin.

Bernyanyi BE.723,1-2 “Tu JoloM o Tuhan”

♫  Tu joloM O Tuhan, sahat ma diringkon, Pangke ma au hombar tu lomoM/ Molo ndang Ho Tuhan, maringanan di au, Diringkon ndang mararga be I/ (Ref.) tung pogos pe dison manang sonang tahe marsigantung tu Ho sasude Holan Ho huihuthon ndang be diringkon Togutogu ma tu na ture

Tu joloM O Tuhan, sai gara rohangkon, Tung unduk do mangoloi Ho/
TondiMi ma tongtong, margogoihon au on, Mangulahon lomo ni rohaM/ (Ref.) Tung pogos pe dison …

Doa Syafaat

Pokok-Pokok Doa: (1) Warga Jemaat yang sakit, yang terkait Covid-19 atau tidak, (2) Kedisiplinan dalam menjalankan Protokol Kesehatan; (3) Wabah Covid 19 dapat dikendalikan; (4)Proses Pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Rumah Pastori; dll …

Bernyanyi BE.690:1+4 “Hibul Rohangku” (Persembahan)

Hibul rohangku tu Tuhan Jesus, Sude ngolungku di Tuhan Jesus/ Ihuthononku do Tuhan Jesus, Ndang olo au sumurut be.

♫  Beta ihuthon ma Tuhan Jesus, Ho na dijou do, roham patulus/ Beta ihuthon ma Tuhan Jesus, Sai unang ho sumurut be.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *