VITAMIN PENYEGAR JIWA: Anggaplah Bahwa Besok Itu Tidak Datang

Seorang pria putus asa datang kepada seorang konselor dan berkata, “aku ingin mati”. Konselor tersebut berusaha memberikan motivasi agar semangat hidupnya kembali bangkit. Tapi segala ucapannya nampaknya tidak digubris dan pria itu tetap ingin mati. Lalu si konselor memberikan sebutir obat dan berpesan, “nanti sore jam 6 makanlah separuh pil ini. Sisanya makanlah keesokan harinya pukul 6 sore.” Pria itu pulang dan makan separuh pil “racun” itu. Saat makan malam, dia banyak ngobrol dengan anak-anak dan istrinya. Setidaknya di hari terakhir dia ingin memberikan kenangan yang indah kepada keluarganya. Paginya saat berangkat kerja, diciumnya kening istrinya dan di antarnya anak-anak ke sekolah. Di kantor ia menyapa orang-orang yang ditemuinya, mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah bekerja sama denggannya selama ini karena hari ini adalah kesempatan terakhir dia bisa melakukannya. Pulangnya istrinya sudah menunggu di teras rumah, menyambut dan memeluknya dengan mesra. Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 dan pria ini kini merasa bingung. Apa yang harus dilakukannya karena ternyata dia belum ingin mati. Segera ditelponnya sang konselor bisakah efek separuh obat itu dihilangkan dan rencananya dibatalkan. “Tenang saja, pil itu hanya vitamin biasa, anda tidak akan mati.” Jawab Konselor bijaksana itu.

Sumber:

Renungan Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *