POKOK ANGGUR DAN RANTINGNYA

Renungan Kamis, 08 Oktober 2020

Dalam perikop  ‘Pokok anggur yang benar’ , yang menjadi fokus renungan kita saat ini, ada dua jenis ranting yaitu ranting yang berbuah dan yang tidak berbuah. Ranting yang berbuah pasti tidak luput dari proses pembersihan atau pemangkasan bagian-bagian yang kering dan tidak berguna supaya kesuburan pohon tersebut tidak terganggu.  Ini dilakukan untuk tujuan buahnya semakin lebat. Pembersihan atau pemangkasan pasti akan terasa menyakitkan, tapi ini mendatangkan kebaikan. Segala sesuatu yang selama ini menjadi penghalang bagi kita untuk bertumbuh harus dibersihkan secara tuntas, seperti karakter lama atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dalam kehidupan rohani alat pemangkas atau pemotongnya adalah firman Tuhan,  “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”  (Ibrani 4:12).  Jadi untuk mengalami pertumbuhan iman yang sehat selain harus tetap melekat kepada pokok anggur yang benar yaitu Tuhan Yesus, kita pun harus merelakan diri untuk dibentuk, diproses dan dibersihkan oleh Tuhan melalui firman-Nya!.

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15,5)

BE.66,2  “Debata Baen Dongami”

Debata baen donganmi, molo Debata donganmu/ Ndang tarbahen ho be lilu, sai ture do langkami/ Debata baen donganmi Debata baen donganmi

Doa

Ya Allah Bapa, jadikan aku “ranting” yang baik atas pokok anggurMu, agar berbuah baik dalam hidupku. Amin.

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *