SATU TAHUN LAGI

Renungan Rabu, 07 Oktober 2020

Jika seorang pemodal memberi kepercayaan pada anda untuk mengelola suatu bidang usaha, namun sudah tiga tahun berturut-turut bisnis itu rugi. Menurut Anda, apa yang akan dilakukan oleh pengusaha itu? Jika Anda adalah penerima modal, apa yang Anda harapkan akan dilakukan pemodal? Ternyata ia memberi Anda kesempatan satu tahun lagi untuk membuktikan bahwa Anda dapat berhasil. Anda mendapat sebuah anugerah. Apa yang akan Anda lakukan? Tidakkah Anda akan menggali segenap potensi diri Anda dan melakukan semua upaya agar berhasil sehingga kepercayaan yang diberikan kepada Anda tidak sia-sia? Jika ternyata Anda masih bekerja dengan setengah hati, Anda benar-benar tidak tahu bersyukur. Begitu juga dengan pohon ara dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus. Dari segi usia, sudah seharusnya ia berbuah sejak tiga tahun lalu. Akibatnya sang pemilik meminta agar pohon itu ditebang saja, karena tidak ada gunanya ia hidup. Lalu penjaga kebun memohon diberi waktu setahun lagi. Ia akan menggemburkan tanahnya dan memberinya pupuk. Jika tahun depan ia masih belum berbuah, maka pohon itu akan ditebang. Itulah gambaran hidup kita. Jika Allah datang dan memeriksa hidup kita saat ini, buah apa yang akan Dia temukan? Apakah kita akan bersukacita atau menjadi malu karenanya? Karena itu, di saat Dia masih memberi kita kesempatan untuk hidup, jalanilah sebuah kehidupan yang bermanfaat sehingga Anda dapat menghasilkan buah-buah yang memuliakan nama-Nya

“Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya” (Lukas 13,8)

BE.68,3-4  “Masilelan Angka Taon”

Ra naung tarrimas Debata, Marnida pambaenanku/ Ra naung didok tinaba ma, Hau on na so dihangKu /Ndang olo marparbue i Tu aha be hasea i.

Alai na niondihonMi, do au umbaen mangolu/ Ho do mandok tu Ama I, sai loas ma mangolu/ Hau on, asi ma rohaMi, taon i pe lalu uhumMi.

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku untuk menggunakan kesempatan yang Engkau beri untuk menghasilkan buah dalam hidupku. Amin.

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *