FIRMAN DAN MUJIZAT

Renungan Jumat, 09 Oktober 2020

Paulus dan Barnabas dalam perjalanan penginjilannya banyak mengalami rintangan, penolakan, penganiayaan. Tetapi mereka tidak takut dan dengan berani tetap mengabarkan Injil. Bersamaan dengan pengabaran Injil yang mereka lakukan, Tuhan juga menganugerahkan kuasa untuk mereka mengadakan mujizat-mujizat. Sebelum nas hari ini kita akan membaca bahwa Paulus menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak dilahirkan. Mujizat-mujizat yang mereka lakukan menguatkan berita Injil keselamatan yang mereka bawa, menjadi sebuah pendukung dari firman yang mereka bawa. Pada saat sekarang ini kekristenan semakin berkembang. Namun kebanyakan menitikberatkan mengenai mujizat-mujizat dan melupakan pembahasan kebenaran firman Tuhan. Akibatnya, banyak orang pergi mencari Yesus, percaya, dibaptis menjadi orang Kristen karena mujizat-mujizat yang dijanjikan. Mereka lebih melihat mujizat-mujizat yang ada dibandingkan dengan pengajaran firman Tuhannya. Kita perlu sangat berhati-hati. Pada akhir zaman, yaitu saat-saat sekarang ini mujizat bukan hanya bisa dilakukan oleh pengikut Yesus, tapi para penyesat juga bisa melakukannya. Ketika kita mendengar atau mengenai mujizat yang diberitakan, kita perlu melihat apakah firman Tuhan yang diberitakan itu benar atau tidak. Ada mujizat bukan berarti/belum tentu ada kebenaran, tapi ada kebenaran pasti ada mujizat.

“Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.” (Kisah Para Rasul 14,3b)

BE.519,4  “Tarbege Do Panjou ni Kristus”

Ulahon ma manghatindangkon, Kristus nampuna hita on/ Asa torop dope barani, marsomba tu Rajanta on/ Hita sude, naeng ma rade Nang dilele da, Haposan ma di Debata.

Doa

Ya Allah Bapa ajar aku memahami bahwa sesungguhnya mujizatMu ada untuk menguatkan firmanMu. Amin.

Selamat hari Jumat

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *