MENULIS FIRMAN TUHAN

Renungan Senin, 12 Oktober 2020

Tuhan berfirman kepada Musa untuk pergi menghadap-Nya. Harun, Nadab, Abihu, dan 70 orang dari para tua-tua Israel juga diajak serta. Namun, mereka hanya dari kejauhan. Hanya Musa yang dilayakkan Allah untuk naik dan datang mendekat. Pada momen itu, Tuhan memberikan Musa firman-Nya yang berisi tentang peraturan dan kesepuluh firman-Nya. Sebagai respons, Israel berjanji akan melakukan segala firman Tuhan. Bukan sekedar kata, tetapi mereka juga harus membuktikannya lewat aksi nyata. Perilaku ini merupakan pembeda Israel dari bangsa- bangsa lain dan menjadi identitas mereka sebagai umat pilihan Allah. Sebagai wujud janji, mereka mengadakan upacara perjanjian. Mereka mempersembahkan kurban bakaran. Lembu-lembu jantan disembelih sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan di mana darahnya disiramkan ke atas mazbah. Perjanjian itu tidaklah main- main. Allah dan umat-Nya mengadakan perjanjian yang dimeteraikan. Dengan demikian, bangsa Israel mengikatkan diri mereka pada firman-Nya. Penyelamatan Allah atas umat-Nya digenapi lewat pengorbanan Yesus. Ia rela disalib sebagai kurban terakhir menggantikan dosa kita. Ia menebus dan menyelamatkan kita dengan curahan darah-Nya di Golgata. Allah menjanjikan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup kekal. Ikatan perjanjian (meterai) antara kita dengan Tuhan adalah darah Yesus. Ketika menerima Yesus sebagai Juru Selamat, kita mengakui bahwa Ia adalah Tuhan. Sekarang tinggal bagaimana respons kita menerima keselamatan itu. Setelah menerimanya, apakah kita bertekad melakukan firman-Nya setiap hari? Apakah kita konsisten berpegang pada janji-Nya atau tidak? Tentu, hanya waktu yang dapat menguji. Waktu adalah alat uji paling sempurna dari sebuah komitmen. Mari kita memohon pimpinan Roh Kudus agar diberi kemampuan untuk taat kepada-Nya.

“Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.” (Keluaran 24,4)

BE.28,1  “Hata ni Jahowa”

Hata ni Jahowa, Sipadame jolma, Hangoluan I/ Halalas ni roha, Siapuli roha, Ni na marsak I/ Gogo ni Debatangki, Paluahon na porsea, Sian nasa jea.

Doa

Ya Allah Bapa, sertai aku selalu untuk melakukan yang sesuai dengan firmanMu. Amin

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *