LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 14 OKTOBER 2020

Bernyanyi BE.205:1-2 “Ale Jesus Tuhannami”

♫  Ale Jesus Tuhannami, Bereng hami na dison/ PinarmahanMi do hami, Saluhutna na dison/ Sai asi rohaM di hami, Sai pangolu hami on.

♫  Ale Jesus, togu hami, Asa unang mago be/ Manang ise sian hami, Sai porsea ma sude/ Sai na hot di Ho ma hami, Dao ma jea sasude.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K-  Amin

P-  “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, hidup dengan rendah hati dihadapan AllahMu?” Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih! Kami merendahkan diri di hadapanMu dan memohon: Penuhi dan terangilah hati kami dengan RohMu, supaya kami semakin membenci dosa kami, dan mulai merindukan  FirmanMu yang Kudus. Biarlah FirmanMu yang Kudus tumbuh dalam hati kami, sehingga kami menghasilkan buah-buah yang baik. Kami mohon semuanya itu karena Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Kami. Amin

Bernyanyi BE.743:1-2 “O Tuhan Togotogu ma Au”

♫    O Tuhan togutogu ma au, Tu dalan lomo ni rohaMi/ Raphon Ho sonang mardalan au, Nang rahis maol sidalananki/ TondiMi baen manggohi au on, Margogoihon au naposoMon/ Pasangap Ho di ngolungkon, Paima sahat tu Surgo au on.

♫   Panghulingi ma au O Tuhan, Na rade tumangihon hataM/ Sai tumpahi ruasMu Tuhan, Na uasan nuaeng di hataM/ Sai patau ma au on naposoM, Manjou halak na dao sian Ho/ Ro di na so tumanda Ho, Muba gabe pangoloi di Ho.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: YOHANES 2,1-12

P-    Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

K–   Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

P-    Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

K–   Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

P-    Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

K–   Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

P-    Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.

K–   Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.

P-    Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,

K–   dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

P-    Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

S–    Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

“YANG MENGANDALKAN TUHAN, TIDAK AKAN MALU”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Cerita tentang Yesus merobah air menjadi anggur hanya terdapat dalam Injil Yohanes, tidak terdapat di kitab – kitab yang lain. Yohanes mencatat kejadian ini sebagai peristiwa mujizat pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di saat pesta perkawinan di kota Kana daerah Galilea. Dan hingga kini setiap orang berkunjung ke Kana selalu dibuat suatu Ibadah di Gereja Kana, mengingatkan peristiwa yang dahulu dilakukan Yesus dan sekaligus melakukan acara peneguhan keluarga (Suami–Istri) jikalau ada yang memintanya. Tuhan Yesus dan murid – muridNya diundang ke pesta perkawinan di Kana juga ibuNya, Maria. Tidak dijelaskan apa peranan Ibu Yesus dan Yesus, namun yang jelas Ibu Yesus punya peranan yang penting. Hal itu dapat dilihat pada ayat 3, dimana Maria cukup direpotkan oleh karena kehabisan anggur. Apapun peran dan kehadiran mereka disana pasti mereka tidak mengharapkan terjadinya kekacauan. Begitu jugalah kita hadir dimana – mana harus punya tanggung jawab untuk melancarkan acara–acara, bukan membuat kekacauan. Apapun ceritanya, yang jelas Yesus diundang dan hadir ditempat itu, dan pasti yang punya hajatan tidak pernah menduga hal kekurangan itu terjadi. Seringkali dalam kehidupan ini, kita menghadapi hal yang sama sebagaimana yang punya hajatan, muncul masalah tak terduga  namun kita tidak udah takut karna kita telah menghadirkan Yesus ke dalamnya. Undanglah Yesus pasti Ia hadir tepat pada waktuNya.

Jemaat Terkasih, Kerjasama didalam suatu kegiatan adalah hal yang terpenting, demikian juga di Gereja dan rumah tangga. Hal itu yang dilakukan oleh Ibu Yesus pada Yesus dan para pelayan. Petunjuk dan perintah dari sang Ibu yang penuh tanggung jawab. Dan para pelayan pun mendengarkan dan melaksanakan apa yang disuruh, walaupun agak merasa aneh dengan mengisi tempayan dengan air. Namun keanehan dimata kita menjadi sebuah keajaiban, Air menjadi anggur. Semakin aneh lagi Yesus menyuruh untuk membagi – bagikan “air” itu kepada tamu. Hal ini kan mengundang resiko lagi, bisa – bisa semakin runyam, namun mereka melaksanakan kehendak Yesus. Ternyata dengan kerjasama dan mendengar serta melakukan PerintahNya pasti ada jalan keluar, bagi Tuhan tiada mustahil (Luk.2:37), dan bagi orang yang percaya juga tidak ada yang mustahil (Mark.9:23). Air berubah menjadi anggur bahkan menjadi anggur terbaik sesuai dengan pengakuan tamu undangan yang hadir (ay.10). Luar biasa, bagi orang yang percaya dan mau melakukan kehendakNya maka pasti yang terbaik selalu hadir, dalam rumah tangga maupun di dalam kehidupan ini. Yesus tidak pernah mempermalukan setiap orang percaya padaNya, maka Ia akan tolong jikalau kita meminta kekuatan dan petunjuk padaNya. Namun masih ada juga yang mengakui dirinya Kristen, namun belum mengikut dan menjalankan kehendak Yesus. Jadi kita tidak heran masih ada orang-orang atau keluarga-keluarga yang mengeluhkan masalahnya. Jika hal itu masih ada, nyatakanlah itu pada Yesus dan hadirkanlah Yesus ditengah hidup dan keluarga.

Jemaat Tuhan Terkasih, Sekarang mari kita memetik pelajaran dari renungan saat iniPertama, apapun alasannya, hadirkan Yesus didalam hidup dan keluarga kita. Ketika Yesus hadir, damai sejahtera akan hadir sebagaimana pesta di Kana. Kedua, tidak selamanya jalan hidup kita mulus dan rata, namun terkadang ada mendaki dan bebatuan, artinya walaupun kita percaya akan keberadaan Yesus dalam hidup kita, kita tidak terlepas dari masalah, ada saja kendala yang kita dihadapi. Mari belajar dari para Murid yang berlayar bersama Yesus di Danau Galilea, ada angin dan gelombang (Mark.4:35–40). Ketiga, Ketika menghadapi masalah nyatakan itu pada Yesus, itulah kekuatan kita. Yang pasti Yesus menjadi tempat curahan hati dan doa kita, tempat mengungkapkan hal – hal yang menyakitkan dan beban berat (Mat.11:28). Semua kita punya beban, punya persoalan namun kita berterima kasih ada Yesus dalam hidup kita. Keempat, dengarkan dan lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Yesus. Dia tidak akan mempermalukan setiap orang percaya yang menuruti kehendakNya. Orang yang berharap pada Yesus tidak pernah dipermalukan sebagaimana Ibu Yesus dan para pelayan. Ingat Tuhan Yesus akan menjadi penolong bagi kita, orang yang percaya padaNya. Amin.

Bernyanyi BE.216,2+5 “Gargar Dolok”

♫  Na nidok ni Debatangku, Patut huundukkon I/ Sai mangolu do tondingku, Molo huihuthon I/ Asi ni rohangKu do, Ndang na munsat sian ho.

Sai patogu ma rohangku, O Tuhan di hataMi/ Unang pola au be ganggu, Paima bagabagaMi/ Asi ni rohangKu do, Ndang na munsat sian ho.

Doa Syafaat

Pokok-Pokok Doa: (1) Warga Jemaat yang sakit, yang terkait Covid-19 atau tidak, (2) Kedisiplinan dalam menjalankan Protokol Kesehatan; (3). Proses Pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Rumah Pastori; dll …

Bernyanyi BE.443:1-2 “Dung Tuhan Jesus” (Persembahan)

♫   Dung Tuhan Jesus nampuna au, Songgop dameNa, biarhu lao/ Taripar gogo ngoluNa I, Nasa dosangku naung sae do I/ Tabaritahon holongNa I, Didia Tuhan tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da/ Sasada Jesus pinuji ma.

♫  Di Ho ngolungku, las rohangki, Jumolo Jesus siluaMi. PangiringonMu, tolongMu I, Mangalo dosa nang rohangki/ Tabaritahon holongNa I,  Didia Tuhan, tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da Sasada Jesus pinuji ma.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *