SUDAH SELAYAKNYA

Renungan Rabu, 14 Oktober 2020

Pemazmur mengatakan bahwa orang yang setia menyembah TUHAN gembira dan bersorak serta bersukacita karena mendengar bahwa para penyembah patung dan yang memegahkan berhala akan mendapat malu. Mereka perhitungkan itu sebagai hukuman dari TUHAN kepada mereka. Sebenarnya justru penyembahan mereka dan pemegahan mereka yang membuat mereka malu. Tentu saja kalau perbuatan itu sampai di hadapan TUHAN, mereka akan dipermalukan. Dan karena TUHAN mereka juga bersukacita. Memang sudah selayaknya kita bersukacita dan bersorak-sorai karena masih ada Allah yang benar-benar peduli atas kemaslahatan hidup kita, dan menginginkan agar kejahatan atas nama apapun dihapus dari muka bumi. Manusia sudah sepantasnya bersukacita, bahwa masih ada Allah, sebagai Allah yang benar-benar “penentu dalam segala hal”. Kita sudah sepantasnya bersukacita dan bersorak sorai, karena  masih ada Allah, yang berkuasa atas segalanya dan yang berotoritas memberikan berkat bagi kita semua. Kita pantas bersukacita dan bersorak-sorak karena masih ada Allah satu-satunya penentu keadilan dan hukum yang menghidupkan seluruh umat manusia. Sesungguhnya, mengikut TUHAN tidak ada beban, hanya tanggungjawab yang ada.

“Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.” (Mazmur 97,9)

BE.17,1  “Raja Na Tumimbul”

Raja na tumimbul, Sigomgomi hami, Jalo ma pujiannami/Denggan ni basaM do, Pangoluhon hami, Atik pe mardosa hami/ Sai apoi, pargogoi, hami mangendehon, SangapMi o Tuhan.

Doa

Ya Allah, namaMu kupuji setiap saat, karena Engkau layak menerimanya karena kuasaMu yang nyata dalam hidupku dan berkatMu yang tetap menyertaiku. Amin

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *