GEMETAR DI HADAPANNYA

Renungan Sabtu, 17 Oktober 2020

Orang yang memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan pasti tidak akan memuji Tuhan dengan sembarangan atau sesuka hati;  ia tidak akan memuji Tuhan hanya saat beribadah atau menghadiri persekutuan doa saja, atau saat mengalami hal-hal yang baik saja, tetapi puji-pujian itu akan selalu keluar dari hati di segala keadaan.  Kapan pun dan di mana pun ia takkan menahan bibirnya untuk terus memuji-muji Tuhan.  “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.”  (Mzm 119:164).  Daud memuji Tuhan tujuh kali dalam sehari karena ia tahu bahwa nama Tuhan adalah nama yang indah dan di dalam nama itu ada kuasa yang dahsyat dan ajaib. Pemazmur adalah sosok yang patut kita teladani dalam hal memuji dan memuliakan nama Tuhan, karena hampir seluruh isi kitab Mazmur berisikan puji-pujian bagi Tuhan.  Puji-pujian yang keluar dari sikap hati yang benar akan sangat menyenangkan Tuhan;  dan ketika Tuhan disenangkan, kasih-Nya pasti akan dicurahkan atas hidup kita.  Bagian kita adalah memuji dan memuliakan Tuhan, Ia pun akan bekerja dengan bagian-Nya sendiri.

“Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!” (Mazmur 96,9)

 BE.292,5  “Girgir Ma Hamu”

O Jesus tu Ho, marsomba au on/ Sude ma di Ho, hulehon au on /So olo be sirang, naung domu tu Ho/ martua nang sonang, na ro i tu Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, ‘ku kan selalu memuji namaMu sepanjang masa dan sepanjang hidupku. Amin

 Selamat hari Sabtu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *