LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 21 OKTOBER 2020

Bernyanyi BE.15:1+3 “Aut Na Saribu Hali Ganda”

♫   Aut na saribu hali ganda, saringar ni soarangki/ Naeng nasa gogo bahenonhu, mamuji Debatanta i/ Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i

♫   Unang ma modom ho tondingku, sai ngot ma ho sai hehe ma/ Radot ma ho di ulaonmu, sai puji Tuhan Debata/ Sai pangke nasa malomi, mamujimuji Tuhan i.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikian Firman Tuhan Yesus; AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendakNya, ia akan tahu entah ajaranKu ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air Hidup. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Bapa yang selama-lamanya. Kasih sayangMu sajalah yang menyertai kami dari mulanya sampai sekarang ini, dan hanya karena KasihMu, Engkau memberikan Kabar Kesukaan bagi kami dan berilah Roh Kudus, supaya kami mengerti pimpinan dan bimbinganMu yang Agung itu. Tetapkanlah FirmanMu di dalam hati kami, supaya hati kami damai, senang dan baharu oleh karena AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.218:2-3 “Tong Do Tau Haposan”

♫    Sai tong didongani Na porsea i, Jala ganup ari Ro basaNa i/ Tu na so marganggu Di gogoNa i, Na mandok Tuhanku, Na sun denggan i/ Tu na so marganggu, Di gogoNa i / Na mandok Tuhanku Na sun denggani.

♫   Guru di Ibana, Sude tano on, Sintong do hataNa Na tu hita on/ Asi ni rohaNa, Na sumurung i/ Dipatongontongon Tu lomoNa i, Asi ni rohaNa Na sumurung i Dipatongontongon Tu lomoNa i.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: 1RAJARAJA 17,1-6

P-    Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”

K–   Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:

P-    “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.

K–   Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

P-    Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.

S–    Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

“PEMELIHARAAN ALLAH SAAT MASA SULIT”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Dalam teks renungan kita saat ini, digambarkan terjadinya satu peristiwa yaitu kemarau panjang yang melanda Kerajaan  Israel. Pada masa itu yang menjadi raja adalah Ahab. Di dalam masa pemerintahannya bangsa Israel jatuh ke dalam berbagai macam dosa. Penyembahan berhala terjadi di mana-mana sehingga bangsa Israel semakin jauh dari Tuhan. Mereka terus melakukan perbuatan yang sangat dibenci Tuhan. Ahablah yang membawa mereka untuk menyembah berhala. Melihat dosa yang diperbuat bangsa Israel, maka Tuhan mengutus Elia untuk menemui Ahab untuk menyatakan penghukuman atas dosa yang mereka perbuat. Elia langsung menjatuhkan vonis bahwa tidak akan terjadi hujan kecuali Elia mengatakannya. Maka terjadi kemarau panjang yang lamanya kira-kira tiga tahun setengah dan sudah bisa ditebak terjadilah krisis air. Bagaimana kita memahami peristiwa ini dan menghubungkannya dalam hidup kita? Ternyata dalam peristiwa ini, Allah tidak pernah meninggalkan kita bahkan di saat situasi paling sulit sekalipun. Oleh karena itu kita akan merenungkan satu tema yaitu pemeliharaan Allah di saat sulit, yakni:

Menyediakan tempat berlindung (ayat 1-3).

Saat kemarau terjadi sudah pasti krisis air. Kita dapat membayangkan bagaimana situasi di Timur  Tengah yang sebagian besar adalah padang  pasir. Udara pasti sangat panas, tanaman layu dan akhirnya mati demikian juga dengan binatang karena tidak memperoleh makanan. Ini merupakan masa yang sangat sukar. Karena kemarau yang terjadi lamanya tiga tahun setengah, suatu masa yang cukup lama. Situasi seperti ini bukan hanya kekurangan air, tetapi juga bahan makanan. Kalaupun ada makanan bagaimana cara mengolahnya jika tidak ada air. Kita  mungkin mampu bertahan beberapa hari tanpa makan, tetapi sulit untuk bertahan jika tanpa air. Air adalah unsur yang vital bagi kehidupan manusia. Ketika terjadi kemarau, biasanya juga dibarengi dengan datangnya berbagai jenis penyakit. Di tengah situasi yang demikan Elia sang nabi Tuhan pasti sangat menderita. Apakah Tuhan  membiarkan Elia menderita? Tidak! Justru di tengah situasi yang demikian Allah menyuruh Elia untuk pergi ke tepi sungai Kerit (ay.3). Mengapa Tuhan menyuruh pergi ke tepi sungai? Jawaban sederhana yaitu supaya Elia tidak kesulitan air. Tetapi lebih dari itu Allah ingin menyatakan kuasa pemeliharaan-Nya. Singkat cerita Elia pun pergi ke tempat yang Tuhan suruh. Di tepi sungai Kerit untuk sementara Elia tidak kekurangan air karena tinggal di tepi sungai dan sudah pasti airnya cukup banyak. Apa kesulitan yang kita alami sekarang? Masih mampukah kita terus hidup di dalam Tuhan, beriman kepada Tuhan. Kita harus meyakini bahwa Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk menolong orang-orang yang Dia kasihi. Ingatlah selalu akan janji-Nya bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian. Dia Allah yang Immanuel, Allah yang selalu beserta dengan kita. Kapanpun dan dimanapun kita berada. Dia akan menuntun kita ke tempat perteduhan seperti yang sudah Ia lakukan terhadap Elia. Marilah kita menyerahkan hidup kepada Allah dan hidup mengandalkan Dia.

Mencukupkan segala kebutuhan (ayat 4).

Masa kemarau panjang yang dihadapi Elia tidak hanya menimbulkan kesulitan air tetapi juga makanan.  Jika kita baca ayat selanjutnya diceritakan bahwa saking lamanya kemarau air di sungai Kerit menjadi kering. Elia yang kini tinggal di tepi sungai kerit tentu membutuhkan makanan. Tetapi darimana ia harus mendapatkan makanan? Masalah makanan Elia itu menjadi urusan Tuhan. Pada akhirnya kita dapat melihat bagaimana cara Tuhan mencukupkan kebutuhan Elia. Sungguh sangat ajaib, yaitu dengan memakai burung gagak untuk membawa roti dan daging. Bagian ini kita lihat di pembahasan selanjutnya.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Mungkin kita pun seringkali mengalami berbagai macam tantangan dan kesulitan hidup. Mungkin sekarang kita bergumul dengan keluarga, ekonomi yang semakin susah, pekerjaan, atau pun tantangan lain yang datang silih berganti. Satu-satunya sandaran kita adalah hanya pada Tuhan saja. Jikalau dulu Elia mengalami masa yang cukup sukar ditolong Tuhan, maka Tuhan yang sama pun akan menolong kita dari berbagai macam beban dan pergumulan yang sekarang kita hadapi. Milikilah hubungan yang akrab dengan Tuhan sehingga kita dapat menemukan apa yang Tuhan mau  kita lakukan. Dia Allah yang kita sembah adalah Allah yang selalu senantiasa mencukupi kebutuhan hidup kita. Jika kita mempunyai dosa yang belum dibereskan segera bereskan supaya tidak menjadi penghalang berkat Tuhan bagi hidup kita. Pernahkah kita merasa kekurangan di dalam hidup kita?Atau pernahkah kita mengalami kesulitan hidup tetapi justru Allah berkarya secara nyata. Sehingga kita terlepas dari kesulitan hidup yang kita alami. Mari kita terus bersandar kepada Allah dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Menolong dengan cara yang ajaib (ayat 5-6)

Di depan kita sudah membahas bahwa di dalam kondisi kemarau panjang Elia tidak kekurangan air. Sekarang kita akanm melihat bagaimana cara Tuhan mencukupkan makanannya. Sebagai Allah yang mahakuasa, Allah menolong Elia dengan cara yang sangat ajaib yaitu melalui burung gagak yang membawa daging dan roti. Setiap pagi dan petang (ay.6). Ada sesuatu yang sangat menarik terjadi pada burung gagak. Pertama burung gagak adalah jenis burung yang dianggap haram, tetapi justru Allah memakainya untuk memelihara Elia. Kedua, burung gagak adalah jenis burung yang memakan daging, tetapi sekarang malah membawa daging untuk dimakan oleh Elia. Ketika saya merenungkan ini, sungguh membuat saya  kagum akan kebesaran Allah, dengan cara yang Ia kerjakan ketika menolong Elia. Cara kerja tidak bisa kita selami. Timbul satu pertanyaan yang juga mengapa Elia mengalami pertolongan yang sangat ajaib? Jawabannya adalah karena Elia taat pada semua yang Tuhan  ia kerjakan (ay.5). Kembali pada pertolongan ajaib yang dialami Elia, ini  memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan tidak pernah kekurangan cara di dalam menolong kita. Dunia ini milik Tuhan termasuk hidup kita. Hanya untuk mencukupi kebutuhan dari setiap hamba-Nya itu kecil buat Tuhan. Kesulitan apa yang sedang kita alami, ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk menolong kita dari beban hidup.  Kiranya pemeliharaan yang telah Allah lakukan terhadap Elia dapat menghibur setiap kita. Jangan pernah ragu untuk mempercaya Tuhan Yesus, karena Dia adalah Allah yang hidup, yang selalu memperhatikan setiap anak-anak-Nya. Sungguh kita adalah orang-orang yang berbahagia karena dijaga, dipelihara, dan selalu disertai Tuhan. Amin.

Bernyanyi BE.268,3-4 “Debatangku Do Donganhu”

♫  Debatangku do donganku, Tung na ganggu m’au disi?/Nda tongtong hangoluanku, Asi ni rohaNa i? Pos do rohangki disi Debata do donganki Salelenglelengna i.

♫ Debatangku do donganku, Na manogu au tongtong. TioponNa do tanganku Nang lao suda bohalhon/ Pos do rohangki disi, Debata do donganki, Salelenglelengna i.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.140:2-3 “Girgir Ma Hamu” (Persembahan)

♫   Ndang jadi hamu Mabiar ale, Sai pangke burju Gogom sasude/ Nang hehe sibolis Mamolgak hamu, Sai tatap ma Jesus pargogo tutu

♫  Radoti burju, HataNa sude/ Sai monang hamu, BaenonNa muse/ Ibana do Raja, Na tong monang i. Torop pe aloNa sumurut do

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *