BERSYUKUR ATAS BERKAT TUHAN

Rabu,28 Oktober 2020
Selamat pagi saudara- saudari sekalian, dan selamat hari sumpah pemuda.

Kisah Para Rasul 5:9a, “Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?”.
Pada masa gereja mula-mula dahulu, persekutuan jemaat sangatlah kuat. Mereka menanggung beban secara bersama-sama, milik pribadi termasuk harta, menjadi milik bersama. Para jemaat mula-mula selalu berlomba-lomba untuk mempersembahkan apa yang dia miliki untuk membantu pelayanan di gereja, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah. Jemaat Tuhan tidak segan-segan mempersembahkan seluruh harta bendanya untuk kebutuhan pelayanan gereja.Begitu juga yang terjadi disatu gereja mula-mula di Yerusalem yang dipimpin oleh Rasul Petrus. Sepasang suami istri anggota jemaat yang bernama Annanias dan Safira, mempersembahkan hasil penjualan tanah mereka. Namun sebelum mempersembahkannya ke gereja, Annanias dan Safira bersepakat untuk membohongi Rasul Petrus tentang jumlah penjualan tanah mereka. Ternyata mereka berdua tidak memberikan seluruh hasil penjualan tanah mereka kepada gereja.Rasul Petrus mempertanyakan loyalitas iman Annanias dan Safira dalam ayat ini “mengapa bersepakat mencobai Roh Tuhan?” Pikiran Annanias dan Safira sangat dangkal mereka pikir kebohongan mereka tidak akan diketahui, mereka tidak menyadari bahwa mereka berhadapan dengan Allah Yang Maha Tahu. Ketika mereka membohongi hambaNya, maka mereka sama saja dengan membohongi Allah (ayat 4c).
Sebenarnya kemurkaan Allah atas kebohongan mereka bukan karena tidak memberikan semua hasil penjualan tanahnya kepada gereja, tetapi karena mereka telah berbohong didepan jemaat bahwa hasil tanahnya hanyalah sejumlah uang yang mereka bawa saat itu. Dihadapan jemaat lain mereka terlihat seperti anggota jemaat yang baik, jemaat penyumbang, sampai merelakan tanah mereka dijual untuk persembahan ke gereja, padahal uang hasil penjualannya tidak semua mereka persembahkan. Inilah yang membuat Allah murka terhadap mereka.Akibat dari kebohongan yang dilakukan oleh Annanias dan Safira adalah kematian. Kematian mereka langsung dipertontonkan didepan semua orang. Ini merupakan shock therapy yang langsung Allah lakukan didepan para jemaat, sehingga membuat mereka semakin bersungguh-sungguh dalam iman mereka. Dan tentu saja melihat kejadian itu, mereka harus berpikir 1000 kali lagi untuk membohongi Allah.Kisah Annanias dan Safira mengingatkan kita bahwa hukuman Allah tidak akan terlepas bagi setiap orang, langsung maupun tidak langsung, secepatnya maupun lambat, anggota jemaat biasa maupun hamba Tuhan, dalam Roma 2:11 dikatakan: “Sebab Allah tidak memandang bulu”. Penghakiman dari Allah berlaku untuk setiap orang yang melakukan dosa.
Oleh karena itu bersikaplah jujur atas berkat yang kita terima dari Tuhan. Kita harus menyadari bahwa apapun yang kita miliki saat ini, bukan semata-mata karena kemampuan dan kekuatan kita, tapi karena anugerah Allah, yang bisa saja Dia ambil kapan pun Dia mau. Tidak seharusnya kita enggan untuk memberikan persembahan dalam mendukung pelayanan di gereja Tuhan. Sebab tidak pernah ada orang menjadi miskin saat dengan tulus dan ikhlas memberikan persembahan kepada Tuhan di gerejanya.Marilah selalu jujur atas berkat yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, terlebih rela mempergunakan berkat Tuhan yang telah kita terima itu untuk mendukung pelayanan di gereja. Kiranya Tuhan memberikan kita kekuatan untuk melakukan FirmanNya. Amin.

Doa
Biarlah kami mengucap syukur dengan semakin bergiat dan bersungguh-sungguh untuk mempersembahkan milik kami bagi pelayanan digerejaMu. Amin.

BE.no.437:1
Tung na muba rohangku dibahen Tuhanki,dung Jesus maringan di au.Nunga sinang au on tung dame rohangki,dung Jesus maringan di au.dung Jesus maringan di au,dung Jesus maringan di au,tung na sonang do au,dung tu Jesus au lao dung Jesus maringan di au.

Selamat Hari Rabu
Bvr.Relita Simngunsong
Tuhan Memberkati Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *